
Ketika waktu magrib telah tiba..
Andi tersadar dari mimpi panjang nya saat mendengar lantunan adzan di kumandangkan.
Seketika mata nya terbuka dan dia mengerjap ngerjapkan mata nya. merasa aneh dengan suasana yang ada di hadapan nya.
kemudian dia terduduk. dan memandangi setiap sudut yang dia lihat.
"Hah?? Gua tidur di luar?? yang bener aja.." Bisik nya dalam hati. pasal nya dia sendiri sangat kaget menyadari diri nya yang tertidur di luar.
"Eh tapi ini.. sepertinya bukan halaman rumah gua." Andi menggaruk garuk kepl nya yang tidak gatal.
"Sebenar nya gua lagi dimana sih.. kok gua merasa asing dengan tempat ini. apa tiba tiba gua amnesia? Atau mungkin gua di culiiik. yaaaahh pasti gua di culik." tiba tiba andi beranjak bangun dari duduk nya. dilihat nya ke sekeliling rumah milik bunga. dan mata nya berhenti saat melihat sebuah motor milik sahabatnya fahri.
"Plaaaakk" Andi menampar wajah nya sendiri.
"Auuuuww sakit.. ternyata gua gak mimpi dan gak di culik. gua ingat sekarang. ternyata gua lagi di tempat kekasih nya sikutu kuprett fahri." Tersadar dari linglung nya.
"Sialaaan anak itu gak bangunin gua. mentang mentang lagi dapat durian montok.. ehh.. awas yaaa anak itu siap siap aja nanti gua kasih pelajaran." Andi ngeromet sendiri mengutuki sahabat nya itu.
pasal nya dia kesal karena tidak dibangunkan apalagi mengingat saat ini waktu magrib.
Padahal yang sebenarnya terjadi..
flashback on
Fahri keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaian nya kembali. setelah ia selesai dengan ritual mandi nya. dia baru teringat akan sahabat nya itu. dengan buru buru fahri memakai pakaian nya. setelah itu dia langsung keluar dari kamar itu untuk mencari keberadaan andi. mengingat sebentar lagi waktu maghrib tiba.
Fahri berlari kecil menuju luar rumah. dan mata nya langsung menangkap sesosok pria yang tak asing baginya sedang terlentang asyik menikmati mimpi indah nya.
__ADS_1
Fahri berdecak melihat sahabat nya itu..
"yaa elah anak ini sempat sempat nya dia tidur nyenyak di lantai." Kata fahri sambil melangkahkan kaki nya mendekati andi.
kemudian fahri menepuk nepuk wajah andi pelan.. guna membangun kan nya. sekitar 3 menit berlalu andi tak kunjung terbangun dri mimpi indah nya.
Fahri pun menggoyang goyang kan pundak sahabatnya itu .
andi menggeliat dan menepis tangan fahri. sedang kan matanya masih terpejam rapat..
di panggil nya nama andi oleh fahri guna membangun kan nya. namun yang dibangun kan tak sedikit pun tersadar. fahri yang merasa kesal akhirnya meninggal kan sahabat nya sendiri..
"Dasar kebooo. dibangunin susah sekali. biarin gua tinggalin lu sendiri di luar. biar sampe adzan magrib tiba. biarin nanti di gondol wewe gombel." Sungut fahri kesal.
Akhirnya fahri meninggalkan andi sendiri.
flashback off
Andi melangkah kan kaki nya kedalam rumah bunga.
Mata nya mencari seseorang yang tak lain adalah fahri sahabatnya sendiri.
Namun orang itu tak terlihat oleh nya.
"Kemana pergi nya si kutu kupret itu. berani berani nya dia ninggalin gua sendiri." Oceh andi kesal.
Dilihat nya di atas sofa yang tadi di duduki oleh fahri sudah tak ada yang tertinggal apa pun juga. tas yang di gunakan fahri pun tak ada di sofa itu.
Andi semakin kebingungan.
__ADS_1
Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tak ada seorang pun yang dia lihat di rumah itu. bahkan pemilik rumah pun tak terlihat sama sekali batang hidung nya.
Akhir nya andi menjatuhkan bokong nya di sofa.
Sambil mengutuki sahabat nya dalam hati. andi menguyup sisa minuman dingin yang sudah terasa hambar tapi masih segar mengalir deras di tenggorokan nya.
tiba tiba..
"Krueeeeekk kruweeekkk" Bunyi cacing cacing di dalam perut andi minta di isi makanan.
"Siaaaaaall!! Cacing di perut gua gak bisa di kondisi kan. kemana lagi ini pergi nya si fahri. awas aja kalo ketemu gua hajar lhoooo." Oceh andi kesal.
kemudian tangan nya menyomot camilan yang sedari tadi terhidang di atas meja.
suapan demi suapan masuk ke dalam mulut andi. tak perduli dengan apa apan lagi. yang penting cacing dalam perutnya berpesta ria menikmati kue yang dia makan.
hampir setengah toples kue habis dia masukan ke dalam mulut nya.
"Euuuu" Bunyi sendawa nya akibat kenyang makan kue banyak. kayak lebaran aja makan kue banyak 😆😆😆
"Lumayan lah kenyang. walau belum maksimal karena belum makan nasi. tapi tak apa apa.. bisa mengganjal perut gua yang lapar." Oceh nya sambil mengusap perut nya.
"Duhhh badan gua lengket banget sih.. pengen mandi tapi kemana ya. yaaa tuhann ini rumah apa goaaa? kenapa tidak ada penghuninya." Oceh andi lagi.
"Ah bodo amat lah. lebih baik gua tunggu di sini aja. siapa tau ada malaikat maut menghampiri gua. eehhh kok malaikat maut sihhhhh...." Andi menepuk jidat nya prustasi..
Selamat menikmati kesendirian yang amat rumit ya andiii 😆😆😆😆
__ADS_1