Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 24


__ADS_3

flashback off..


Bunga menundukan kepala nya saat semua mata tertuju pada nya. tak terkecuali fahri.. tak henti henti nya pria itu memandangi kekasih nya. dapat di lihat dari segi mana pun wajah wanita itu terlihat memerah, mata yang sembab. sungguh tidak bisa di sembunyikan bahwa dia habis menangis.


Fahri yang melihat itu merasa heran dan langsung merasa tegang. perasaan nya mengatakan bahwa dia akan di tolak oleh kedua orang tua bunga. mengingat bunga yang terlihat seperti habis menangis..


tidak mungkin jika tidak ada yang di fikir kan nya. bunga terlihat sedih tak berani menatap ke arah nya.


Fahri semakin tidak karuan kala melihat tingkah bunga yang tidak seperti biasa nya. tapi walau pun begitu dia sudah mempersiap kan hati nya untuk menerima jawaban apa yang akan dia dapat.


Bunga duduk di samping ibu nya berhadapan dengan sang pujaan hatinya namun dia tak sanggup mengangkat wajah nya.


dalam hatinya berkata aku ingin melihat mu mas.. aku ingin berbicara dengan mu mas... tapi aku tak sanggup. maaf kan aku mas fahriii... jerit batin nya.


Sementara itu pak burhan kembali membuka ucapan nya. seperti yang dia bilang, jawaban nya akan dia katakan setelah bunga kumpul bersama dengan mereka.


"Nak.. bapak langsung bicara sekarang apa kamu mau bicara dulu?" tanya pak burhan seraya menoleh ke arah bunga.


"Bicarakan sekarang saja pak" jawab bunga singkat.


mendengar jawaban bunga yang seperti itu dan tak terlihat raut bahagia dari wajah nya. membuat fahri semakin takut.. takut apa yang dia ingin kan menjadi sia sia.


"Baik lah.." pak burhan menghentikan ucapan nya sejenak.


"Nak.. bapak dan ibu sangat menghargai dan menerima semua maksud baik nak fahri pada keluarga ini. terutama pada putri bapak yaitu bunga." kata pak burhan memulai pembicaraan yang sangat penting yang seperti nya akan membuat fahri dan bunga sangat terpukul.

__ADS_1


"Tapi sebelum nya. bapak dan ibu mohon maaf yang sebesar besar nya pada nak fahri. Bapak belum bisa memberikan bunga kepada orang lain. dalam artian belum bisa mengizinkan nya untuk segera menikah.." sambung pak burhan.


Seketika jantung fahri langsung berdetak tak karuan. bagai kan di sambar petir di siang bolong.


Fahri menundukan kepalanya saat mendengar jawaban yang di lontarkan dari mulut pak burhan.


Seakan dunia dan isinya sudah tak lagi dia butuhkan. hati nya sangat hancur berkeping keping. harapan nya pun tak terwujud kan.


Fahri masih terdiam tak mampu berkata apa apa.


sementara bunga sudah sedari tadi meneteskan air mata nya.


Kepala nya terus menunduk, mulut nya tak mampu berucap apa apa. hanya air mata yang mewakili perasaan nya saat ini.


pak burhan yang melihat putri nya bercucuran merasa iba dan tidak tega.


tapi apa mau di kata. keputusan nya sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat.


dalam hati nya berkata maaf kan bapak nak.. bukan maksud bapak membuat mu kecewa dan bersedih seperti ini. bapak hanya belum siap melepas mu untuk orang lain..


Sementara itu fahri pun masih terdiam. entah apa yang harus dia ucapkan. harapan nya sudah musnah. Semangat nya pun tak lagi membara. nyali nya sudah menciut. rasa nya dia ingin sekali mencebur kan dirinya ke dasar sungai amazon.


"Nak fahri.. bapak harap kamu bisa dengan lapang dada menerima keputusan ini. Bukannya kami egois.. tapi ini semua semata mata demi kebaikan putri bapak.." Pak burhan merasa tidak enak hati melihat fahri yang masih terdiam dan menundukan kepalanya.


"Bunga itu masih sangat muda sekali. masih jauh untuk melangkah ke arah yang lebih serius. di tambah kakak nya pun belum menikah. mondok nya juga baru mau menginjak 3 tahun nak. bunga belum bisa apa apa.." Sambung pak burhan panjang lebar. mencoba menjelaskn alasan mereka menolak lamaran fahri.

__ADS_1


Sedangkan fahri tetap terdiam dan semakin menundukan kepalanya. seakan kepalanya tak sanggup lagi untuk berdiri tegak.


Bunga sudah terisak dari tadt tatkala medengar setiap kata demi kata yang di ucapkan oleh bapak nya sendiri.


hati nya sakit bagaikan tertusuk ratusan jarum. Tidak menyangka akan secepat itu dia mengakhiri hubungan nya dengan lelaki yang ia cintai.


Sementara itu fahri yang masih menunduk tak terasa air mata nya pun menetes begitu saja tanpa di minta.


Langsung dia usap air mata itu. tak mau terlihat oleh kekasih nya. agar tidak terlihat lemah dimata kekasih nya itu. padahal memang kenyataan nya dia sangat lemah saat ini.


"Tapi walau pun begitu.. nak fahri bisa memilih 1 pilihan di antara dua pilihan dari bapak." Seketika ucapan pak burhan membuat fahri kembali tegang.


Dengan jantung yang berdetak kencang dan suara yang bergetar. sekuat tenaga fahri membuka mulut nya.


"Pilihan apa itu pak?" tanya nya pelan.


"Nak fahri bisa memilih salah satu dari pilihan ini." pak burhan menghentikan ucapan nya sejenak.


"Jika nak fahri sungguh sungguh pada bunga. dan ingin sekali menjadikan bunga sebagai istri nak fahri, maka harus menunggu bunga lulus pesantren dan menunggu kakak nya menikah terlebih dahulu." Lanjut nya.


"Tapiii jika nak fahri keberatan dengan semua itu. maka kami sangat ikhlas jika nak fahri memilih wanita lain menjadi istri nak fahri." Seperti di sambar petir di siang bolong. fahri melongo tak percaya mendengar kedua pilihan yang di ucapkan oleh pak burhan.


Pilihan macam apa itu. dua dua nya sangat tidak mungkin bagi nya.


******

__ADS_1


__ADS_2