
Masih berada di tempat yang sama...
"Jadi begini nak.. Kenapa abah lebih memilih poin yang meyuruh mu untuk mencari wanita lain yang bisa kau jadi kan istri? Dengar nak.. Sesungguh nya kita semua tidak akan pernah tau apa yang akan Allah taqdirkan pada kita. Baik itu jodoh, rezeky, maut dan sebagainya.
Jadi jika kamu lebih memilih untuk menunggu kekasih mu sampai dia lulus pesantren yang belum tahu berapa tahun lagi. Belum tentu juga kalian akan berjodoh . entah pernikahan dulu yang akan kalian temui entah kematian dulu yang akan kalian temui. kan kita semua tidak ada yang tahu tentang itu. itu sudah menjadi rahasia Allah. Toh jikalau kamu lebih memilih setia pada nya dan menunggu nya sampai lulus, bisa saja Allah memberi jodoh yang lain pada kekasihmu atau pun pada dirimu. Ingat nak,, Yaa muqollibal quluub.. Allah itu maha membolak balikan hati manusia. Hari ini kau berkata A, bisa jadi hari esok kau mengatakan B. Jadi menurut saran abah, sebaik nya kamu mencoba ikhlas untuk melepas kekasihmu. Toh kita punya Allah yang akan selalu menguatkan setiap hamba-Nya." Ucap abah nya menasihati putra sulung nya yang sedang dimabuk cinta.
Fahri mengangguk nganggukan kepalanya tanda mengerti. mencoba menyimak dan mencerna setiap nasihat yang abah nya ucapkan pada nya dengan serius.
"Coba kamu bayangin jika misalnya suatu saat nanti kekasih mu sudah lulus namun tiba tiba dia menikah dengan lelaki lain sedangkan kamu hanya menunggunya selama bertahun tahun dengan sia sia. itu akan sangat menyakitkan nak.. Mungkin sekarang juga sangat menyakitkan bagi dirimu, tapi pasti lebih akan menyakitkan jika yang tadi abah ucapkan menjadi kenyataan. Coba kamu fikirkan nak.." Sambung abah nya lagi.
Fahri masih terdiam tak mampu menjawab.. memang semua yang di ucap kan abah nya sangat benar sekali.
__ADS_1
Ummi Hasanah juga masih terdiam tak mengeluarkan sepatah dua patah kata pun. Menunggu jawaban dari putra nya.
5 menit berlalu..
"InsyaAllah fahri ikhlas menerima semua ini bah, mi. Fahri ikhlas menerima taqdir yang Allah berikan pada Fahri." Ucapnya penuh semangat dan percaya diri.
"Bagus nak.. jangan berputus asa dari rahmat Allah." Ucap Abah nya.
"Tapi bah.. tolong beri waktu untuk fahri berfikir terlebih dahulu selama 1 minggu. Setelah fahri sudah memantapkan hati fahri, maka saat itu juga fahri akan memberi jawaban pada abah, umi, dan juga pada kekasih fahri."
Ucap fahri penuh permohonan.
__ADS_1
"Yasudah nak jika kamu masih butuh waktu untuk memikirkan semua nya, maka abah akan mengizinkan." Jawab Abah nya lembut.
Fahri pun tersenyum dan kedua orang tua nya pun tersenyum.
"Nak.. apa kamu akan segera berangkat ke pesantren lagi?" Tanya ummi Hasanah.
"Sepertinya tidak mi. Fahri masih ingin berlama lama di rumah. Lagipula fahri akan siaga menggantikan abah selama abah masih dalam kondisi yang kurang sehat seperti ini, agar kelak nanti ketika fahri sudah menikah dan meneruskan perjuangan abah untuk memimpin pesantren ini Fahri sudah terbiasa dan lebih amanah." Jawab Fahri sangat bersemangat guna membuat hati kedua orang tua nya bahagia.
Dalam hati nya yang paling dalam sangat ingin sekali membahagiakan kedua orang tuanya. mungkin dengan cara menurut pada setiap perintah kedua orang tua nya akan membuat mereka bahagia. Semoga saja Allah selalu memberikan sifat Qona'ah pada dirinya.
Abah H.rusydi dan istri nya pun tersenyum mendengar ucapan putra nya yang kembali bersemangat.
__ADS_1
*****