Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 50


__ADS_3

Tak terasa sema'an al-qur'an pun telah selesai. Perkiraan menghabiskan waktu hampir 3 jam lebih.


Setelah semua para santri sudah menyelesaikan hafalan mereka masing masing. Ustadzah kembali memberi intruksi kepada para santri untuk kembali duduk berbaris rapi.


Sebelum para santri diperbolehkan untuk kembali ke asrama masing masing, seperti biasa ustadzah romlah memberikan sedikit wejangan kepada para santri yang baru saja menyelesaikan hafalan mereka.


Tidak banyak yang ustadzah romlah sampaikan. Hanya beberapa pesan untuk tidak melupakan hafalan qur'an mereka, rajin berpuasa agar dipermudah dalam menghafal nya. Dan pesan pesan yang memitifasi para santri agar selalu giat dalam beribadah dan belajar.


Ketika sudah selesai, ustadzah romlah mempersilahkan para santri untuk bisa kembali ke asrama masing masing.


Tapi sebelum itu tak lupa kegiatan hari ini di tutup dengan kalimat do'a yang dipinpin langsung oleh guru besar yaitu Ummi Aisyah.


Setelah para santri sudah diperbolehkan untuk bubar dari perkumpulannya, Bunga nampak tersenyum berseri seri dengan sebuah kitab suci al-qur'an berada di dekapan dada nya.


"Heii ukhty, nampaknya kau sedang gembira sekali ya?" Goda Rena yang sama sama satu asrama dengan nya. Rena juga teman dekat bunga yang satu angkatan dengan nya.


"Alhamdulillah ren.." Ucap bunga singkat yang tak lepas dari senyum manis nya.


"Apa hafalan qur'an mu lulus hari ini?" Tanya Rena.


"Alhamdulillah Ren.. maka dari itu aku sangat bahagia sekali." Jawab bunga penuh kebahagiaan.


"Bagaimana dengan hafalan mu?" Tanya bunga kemudian.


"Alhamdulillah kalo begitu aku pun ikut senang." Ucap Rena.


"Untuk hafalan ku hari ini sedikit kurang bagus bung.. Aku mendapat nilai c dari ustadzah Ulan. Jadi aku di perintahkan untuk mengulang hafalan ku." Ucap rena lirih dengan raut wajah yang menampakan kekecewaan.


"Yang sabar yaaa cantik. Terus semangat dan pantang menyerah. Kita semua kan pecinta al-qur'an." Hibur Bunga pada teman dekat nya.


Rena tersenyum dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Tak terasa mereka pun telah sampai ke kamar yang mereka tempati.


Bunga menaruh al-qur'an kesayangan nya yang berwarna pink di rak kitab yang berada di kamar mereka.


Setelah itu bunga berniat untuk menghubungi kedua orang tua nya, dia ingin menyampaikan kabar bahagia bahwa dia baru saja menyelesaikan hafalan qur'an nya di juz 16. Dan sudah diperbolehkan untuk melanjutkan ke juz 17.


Ketika dia sedang melangkahkan kaki nya menuju ruang informasi. Pada saat itu seseorang memanggil nya dari belakang.


"Bunga.." Terdengar suara yang asing bagi bunga.


Bunga menoleh dan kemudian menjawab.


"Iya?" Sahut bunga.


Bunga mengernyitkan alis nya saat melihat orang yang memanggil nya. Pasal nya dia tidak mengenalinya.


"Maaf mengganggu. apa benar kamu yang bernama bunga?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Dodi sahabat nya fahri.


"Emh ini saya hanya ingin menyampaikan sebuah amanat." Ucap nya sambil menyodorkan sebuah amplop biru di tangan nya.


Bunga pun refleks menerima amplop itu. Bunga meraih amplop yang di sodorkan oleh Dodi.


"Terimakasih." Ucap bunga.


Kemudian orang itu mengangguk lalu melangkah kan kakinya meninggal kan bunga.


Sedangkan bunga dibuat kebingungan oleh nya, Apa isi amplop biru ini? Dan siapa yang mengirim untuknya? Tidak mungkin jika kedua orang tua nya. Apa mungkin dari kakak nya yang berada di Cairo? Tapiii rasanya itu tidak mungkin..


Bunga pun semakin penasaran dengan isi yang terdapat di amplop itu. Akhirnya dia mengurungkan niat nya untuk ke ruang informasi yang tujuan nya akan menghubungi kedua orang tua nya.


Bunga melangkah kan kaki nya dengan cepat menuju tempat ternyaman untuk menikmati kesendirian nya. Yaa akhirnya dengan segenap rasa penasaran dalam dada, bunga pergi ke loteng yang luas dimana tempat itu biasa digunakan untuk menjemur pakaian para santri dan digunakan untuk sekedar bersantai. Biasa nya bunga akan menikmati keindahan gunung salak yang menjulang tinggi begitu jelas terlihat di atas loteng itu.

__ADS_1


Ketika bunga sudah mendudukan bokong nya di lantai semen loteng yang masih terasa hangat, Dengan rasa penasaran yang teramat tinggi akhir nya dengan perlahan bunga mulai membuka amplop yang sedari tadi dia pegang.


Perasaan nya menjadi semakin tak karuan saat dia sudah membuka amplop itu dan didalam nya terdapat secarik kertas dengan beberapa foto.


Bunga menarik nafasnya dalam kemudian membuangnya pelan. Apa pun yang terdapat di dalam surat ini, aku harus terima. Ucap bunga dalam hati.


Sebelum membuka sebuah surat yang berada di dalam amplop, terlebih dahulu bunga meraih beberapa foto yang menyatu dengan surat tersebut.


Dan ketika 1 foto sudah berada di tangan nya, Bunga membulatkan mata nya dan jantung nya pun mulai berdebar debar. Tiba tiba datang sebuah firasat yang tidak enak. Bagaimana tidak, pasal nya foto yang dia lihat adalah foto foto dirinya saat dengan fahri.


Dengan tangan gemetar dan jantung semakin berdetak kencang, dengan kekuatan hati yang sudah dia kumpulkan akhirnya bunga pun memberanikan diri nya untuk meraih sebuah surat dan mencoba membuka nya.


Saat surat itu sudah berada di genggaman bunga. Bunga pun langsung membuka nya dan dengan hati yang gemetar dia mulai membaca isi di dalam surat tersebut..


Hatinya sangat hancur sehancur hancur nya. Sakit bagaikan tertusuk duri begitulah mungkin saat ini yang dia rasakan di dalam hatinya.


Tak terasa air mata nya mulai mengalir membanjiri wajah nya. Bunga mulai terisak saat membaca kata demi kata yang di tulis oleh orang yang begitu dia cintai.


Yaa surat itu adalah surat yang di tulis dan di kirim oleh fahri untuk bunga. Isi dalam surat itu tak lain adalah pemberitahuan akan keputusan nya yang lebih memilih untuk mencari wanita lain yang dapat dia nikahi ketimbang harus sabar menunggu bunga sampai bunga lulus.


Bunga mulai terisak, tangis nya pecah tak tertahankan saat dia harus menerima keputusan yang fahri pilih.


Kecewa dan rasa tak rela mungkin itu yang dia rasakan saat ini.


"Tegaaaa.. kau tega sekali mas." Ucap nya lirih.. dengan wajah yang terus berderai kan air mata.


Bunga menggenggam surat yang tadi dia baca dengan erat. Rasa tak terima menghampiri nya. Padahal jelas jelas dia dan kedua orang tua nya yang memberikan 2 pilihan itu pada fahri. Tapi kenapa saat fahri memutuskan untuk lebih memilih wanita lain, seakan bunga tak rela dan menganggap fahri tega terhadap nya.


Bunga menundukan kepala nya dalam dalam. Mencoba untuk bisa menerima semua kenyataan yang baru saja dia dapatkan.


****

__ADS_1


__ADS_2