Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 31


__ADS_3

Sesampainya di ruang makan.


Semua mata tertuju pada kedua pria bersaudara itu.


Tak terkecuali bunga. Bunga mengembangkan senyumannya menatap wajah tampan kekasihnya itu.


Bu desi mempersilahkan kedua pria itu untuk duduk di kursi menghadap hidangan yang sudah siap untuk dimakan.


Fahri menarik kursi yang bersebrangan dengan bunga. itu artinya mereka berhadap hadapan. hanya ada meja dan lauk pauk yang menghalangi jarak mereka.


Bunga tersipu malu melihat kekasihny yang menatapnya dengan senyuman khas nya.


"Ayok nak di makan.. silahkan ambil sendiri saja yak lauk dan sayurnya. ibu kan gak tahu selera kalian." kata bu desi mempersilahkan fahri dan andi untuk menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.


"Iya bu." jawab fahri dan andi bersamaan.


"Maaf ya lauknya seadanya." ucap bu desi sambil menuangkan nasi ke piring suaminya.


"MasyaAllah.. tidak bu. ini sangat luar biasa. sangat nikmat.. yang penting kita selalu bersyukur karena masih bisa di beri nikmat sehat oleh Allah swt." Jawab fahri.


bu desi dan pak burhan tersenyum mendengar ucapan fahri.. begitu juga dengan bunga.

__ADS_1


dalam hatinya berkata..


ini yang aku suka dari kamu mas.. kamu selalu mengajarkan dan menerapkan sifat qona'ah..


akhirnya mereka pun menyantap makanan yang menunggu utuk di santap.


andi sangat begitu lahap menyuapkan sedikit demi sedikit nasi dan lauk yang berada di piringnya.


Beda denga fahri yang terlihat kurang berselera.


Dia makan begitu pelan dan sedikit sekali lauk yang dia ambil.


Dalam hatinya berbisik..


sungguh aku sangat menginginkannya ya Allah. tak ada lagi wanita yang aku inginkan selain dirinya. maka untuk itu aku sangat berharap engkau meridhoi diriku untuk menjadi imam nya..


Sementara itu di dalam hati bunga pun sama seperti fahri yang tak henti hentinya berbisik..


"MasyaaAllah.. terimakasih tuhan karena engkau telah menganugrahkan rasa cinta ini untuknya. walaupun mungkin setelah ini kami tak akan di satukan lagi. tapi aku sangat bahagia karena engkau telah mengenalkanku pada lelaki yang begitu tulus mencintaiku. aku sangat berharap engkau akan menyatukan cinta kami berdua.. kapan pun itu."


mereka semua pun menikmati makanan yang ada di piring masing masing tanpa ada yang mengeluarkan suara.

__ADS_1


Suasana hening hanya terdengar dentingan piring beradu dengan sendok dan garpu..


****


Pukul 19:15 menit.. fahri dan andi pun berpamitan kepada sang pemilik rumah.


setelah mereka menyelsaikan makan nya, fahri dan andi segera bersiap siap untuk berangkat pulang menuju kediaman mereka. mengingat jarak yang lumayan cukup jauh, mereka tak ingin terlalu larut sampai rumah. karena itu akan membuat orang tua mereka khawatir.


sebelum pulang fahri kembali berbincang ringan dengan pak burhan di teras rumah. sambil menikmati segelas teh yang tadi bunga buatkan untuk nya.


"nak fahri yakin akan pulang malam ini juga?" tanya pak burhan.


"insya Allah pak. semoga Allah selalu melindungi." jawab fahri.


"aamiin.. hati hati bawa motornya ya jangan kebut kebutan." nasihat pak burhan.


"Iya pak . pasti.. dan sepertinya yang mengendarai motornya giliran andi pak. saya sebagai penumpang saja." ucap fahri sambil menoleh ke arah andi yang sedang merokok.


andi hanya menaggapi ucapan fahri dengan memutar bola matanya malas.


walaupun begitu memang giliran andi yang membonceng fahri. sesuai dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati.

__ADS_1


Fahri melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.


waktu sudah menunjukan pukul 19:20 menit. waktu isya pun sudah masuk.. adzan sudah sedari tadi menggema di setiap tempat peribadahan umat muslim..


__ADS_2