
Saat fahri sudah keluar dari kamar mandi..
Terdengar suara seseorang sedang memanggil nama nya dari luar.
Dengan cepat dia memakai bajunya dan segera melangkahkan kakinya untuk membuka daun pintu karena dia menyadari bahwa ummi nya sedang memanggil manggil namanya.
Dibuka nya daun pintu kamarnya dengan pelan dan matanya langsung menangkap sesosok wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya.
"Ummi.. ada apa mi memanggil fahri. apa ada yang ummi butuhkan?" tanya fahri lembut.
Sedangkan ummi nya langsung menerobos masuk ke dalam kamar putranya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.
Fahri dibuat heran oleh tingkah ummi nya itu. pasalnya dari sejak dulu dia memiliki kamar tidur sendiri, ummi nya jarang sekali bertingkah seperti itu.
Seperti sedang mencari sesuatu..
Ummi hasanah menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. melirikan bola matanya kesetiap sudut ruangan.
Fahri semakin heran dibuatnya.
__ADS_1
Tiba tiba firasatnya mengatakan..
waduuuhh apa jangan jangan ummi mendengar bunyi vas bunga yang aku bantingkan tadi ya... fikirannya mulai kembali bekerja dengan sempurna.
"Umi sayang.. ada apa sebenarnya? kenapa umi jadi seperti detektif tua seperti ini?eehh" Ucap fahri sambil menutup mulutnya.
Umi nya melotot ke arah nya.
Apa katanya tadiii?? detektif tua?? apa aku sudah sangat terlihat tua??
Fahri segera membuang wajahnya kesamping saat mendapatkan tatapan mengerikan dari ummi nya itu.
"Apa katamu nak? Detektif tua??" tanya umi nya sambil mendekati putranya.
"Halahh gombal. apa seperti itu yang kamu lakukan pada kekasihmu saat dia sedang marah? kamu selalu merayunya dengan kata kata manismu??" ucap ummi nya mengintrogasi putranya.
"Oohhh tidak umii ku sayang.. Karena kekasih fahri bukan orang yang pemarah. dia sangat lembut dan tidak pernah marah. tidak seperti ummi yang mudah...." Belum juga fahri melanjutkan kata katanya, Ummi nya langsung memukul bahu putranya sambil berkata.
"Apa katamu??? berani beraninya kamu membanding bandingkan ummi mu dengan wanita pujaan mu itu.. Memangnya sudah dapat apa kamu darinya sampai sampai kamu membela nya di hadapan ummi?" Tanya ummi nya dengan nada tinggi yang membuat fahri bingung dan ketakutan.
__ADS_1
Takut kalo ucapan nya tadi membuat ummi nya tersinggung dan itu akan membuat ummi nya marah. Juga akan membuat ummi nya benci pada dirinya juga pada kekasihnya.
Padahal ummi nya hanya mengetes putranya saja. apa yang akan putranya katakan saat dia bertanya seperti itu.
Sekaligus mencari tahu tentang apa yang di katakan oleh Anggun tadi.
"Eeehh itu ummi.. bukan begitu maksud fahrii.. aduhh ummi jangan marah dong. fahri hanya bercanda saja ummi.." Jawab fahri sambil merangkul umminya.
Ummi hasanah menyengir kuda saat melihat tingkah putranya itu.
"Jadi katakan pada ummi, apa yang sudah kamu dapatkan dari gadis itu?" Tanya nya lagi.
Fahri terdiam seribu bahasa..
pertanyaan ummi nya kembali menyadarkan nya akan kejadian yang dia alami tadi sore di rumah kekasihnya.
Apa yang dia dapatkan?? Yahh sudah pasti jawabannya adalah dia mendapatkan penolakan dari keluarga bunga dan dari bunga nya sendiri.
Sungguh keberuntungan sedang tidak memihaknya.
__ADS_1
Terlihat ekspesi putranya yang berubah menjadi ekspresi kekhawatiran, kebingungan, kekecewaan, dan keraguan.. semua nya bercampur menjadi satu seperti es campur.. 😆😆😆
****