
Fahri masih menundukan kepalanya. tak percaya atas apa yang sedang ia alami saat ini.
sedangkan bunga masih terus terisak dan mengalir deras air mata di pipinya.
Bu desi dengan hangat dan penuh kasih sayang membelai kepala putri bungsunya itu.
Sebenar nya bunga sangat ingin berbicara dan melihat wajah kekasih nya itu. tapi sungguh dia tak mampu.
sementara itu fahri sangat terpukul melihat sang kekasih menangis sedih di hadapan nya. rasanya dia ingin sekali mengusap lembut air mata yang jatuh di pipi kekasihnya. dan memeluk erat wanita yang selama hampir 2 tahun mengisi hati nya itu.
Sementara itu pak burhan menunggu jawaban apa yang akan fahri pilih.
Dia mencoba memberi sedikit waktu untuk fahri berpikir. pasal nya dia juga sebenarnya tidak tega melihat kedua muda mudi yang sedang di mabuk cinta itu.
Setelah di rasa cukup.. pak burhan kembali membuka suaranya.
__ADS_1
"Sudah dapat jawaban nya nak?" tanya pak burhan pada fahri.
Fahri menarik nafas nya panjang dan membuang nafas nya kasar. dalam hati nya berkata aku harus kuat!aku gak boleh lemah dihadapan mereka. aku pasti bisa!
"Terimakasih atas jawaban yang bapak berikan pada saya. saya sangat menghargai dan menerima nya." perlahan fahri mulai mencoba menenangkan hati nya sendiri.
"Saya terima semua alasan yang bapak ucap kan tadi. dan mohon maaf mungkin karena saya yang terlalu serakah. Tapi untuk 2 pilihan yang tadi, jawaban nya harus saya fikirkan dulu matang matang. berikan saya waktu untuk memikir kan hal ini. karena jujur ini sangat berat bagi saya." kata fahri panjang lebar. sesekali matanya melirik bunga yang masih menunduk namun sudah tak terdengar isak tangis nya.
"Baik lah nak kalo begitu. bapak sangat menghargai keputusan nak fahri. sekali lagi bapak dan ibu juga bunga minta maaf yang sebesar besar nya pada nak fahri. karena mungkin kami sudah sangat membuat nak fahri kecewa." kata pak burhan.
fahri hanya manggut manggut tanda ja mengerti. sebenarnya dia sudah malas menjawab perkataan pak burhan..
Dilihat nya bunga masih tertunduk tak berani mengangkat wajah nya.
Fahri sangat ingin sekali memeluk nya saat ini. wanita yang begitu dia cintai kini sedang menangis dihadapan nya. dia jadi teringat kembali saat pertama kali dia melihat bunga yang sedang menangis menyaksikan kepergian bapak dan ibu nya dari pondok pesantren.
__ADS_1
"Yasudah pak.. sebaik nya kita beri kesempatan pada bunga dan fahri untuk berbicara berdua. agar tidak ada kesalah fahaman di antara mereka." Usul bu desi.
"Iya bu. mari kita ke belakang saja menyiap kan makanan untuk kita makan bersama nanti ." ajak pak burhan pada istrinya.
"Nak.. ibu tinggal bentar ya. ayok silahkan kalian selesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan hati tentram." kata bu desi sebelum dia beranjak dari tempat itu.
bunga mengangguk mengiyakan.
Bu desi dan pak burhan pun meninggalkan dua insan yang sedang di rundung pilu .
Sepeninggalnya kedua orang tua nya. bunga belum berani mengangkat wajah nya untuk menatap wajah kekasih nya. beda dengan fahri yang sedari tadi tak henti hentinya memandangi wajah cantik milik wanita pujaan nya itu.
Kedua nya masih sama sama terdiam tak ada yang memulai pembicaraan.
*****
__ADS_1