Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 70


__ADS_3

"Aku tidak berbohong!" Ucap Bunga pada kakak dan kedua orang tuanya melalui video call.


Keeaokan harinya Bunga sangat tak sabar untuk memberikan kabar bahagia pada keluarganya.


"Kami telah berhasil menanam benih di dalam rahimku ini." Ucap Bunga.


"Bagus lah! Berarti kalian pekerja keras." Ucap Reno di sebrang sana.


"Yah begitulah!" Ucap Bunga.


"Nak.. Ingat ya kau harus menjaga janinmu dengan baik!" Ucap bu Desi sedikit mengingatkan putrinya.


"Baik bu, Bunga pasti akan menjaga kesehatan janin Bunga." Ucap Bunga dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Bagus! Dan ingat satu lagi! Kau tidak boleh melakukannya untuk sementara waktu. Sampai anakmu lahir." Ucap Reno sedikit bercanda.


"Apa? benarkah?" Tanya Bunga terkejut.


"Iya dong. Apa kau tidak kasihan pada janinmu? Dia kan sangat tersiksa oleh perbuatan kalian berdua." Ucap Reno sambil terkekeh.


Bunga terdiam sejenak dan mencerna ucapan kakaknya yang sangat jahil itu.


"Aku sedikit ragu dengan ucapanmu kak!" Ucap Bunga.


"Loh?! Kenapa ragu? Kakak kan cuma memberikan pengetahuan yang sangat penting padamu." Ucap Reno.


"Jadi kau dan kak Anisa juga tidak pernah melakukannya lagi?" Tanya Bunga dengan polosnya.

__ADS_1


"Kami masih melakukannya Bunga. Malah lebih hot dan bersemangat." Ucap Anisa menimpali.


"Lah!? Terus kenapa Bunga tidak boleh melakukannya? Memangnya apa bedanya?" Tanya Bunga dengan ekspresi keheranan.


"Karena kami tidak bisa menahan nafsu kami. hahhhaa." Ucap Reno di iringi dengan gelak tawa mereka yang mendengarnya.


"Dasar kau ya kakak mesum!" Maki Bunga kesal.


"Sorry sorry.. Kakak hanya bercanda saja." Ucap Reno.


"Nak,sekali lagi ibu ingatkan padamu untuk jaga kesehatan dirimu dan juga janin yang ada di dalam rahimmu." Ucap bu Desi kembali mengingatkan.


"Insya Allah bu. Bunga pasti akan selalu menjaga kandungan Bunga." Ucap Bunga dengan senyum manis nya.


Setelah itu mereka menutup sambungan telepon mereka Setelah berbicara lumayan lama.


Tangannya mengusap lembut perut nya yang masih rata.


Senyumnya mengembang dan matanya terpejam.


Pada saat itu Fahri masuk kedalam kamar mereka dan menemukan istrinya sedang berbaring santai sambil mengelus lembut perut ratanya.


Fahri pun mendekati Bunga dan duduk di sisi ranjang.


"Hubby.. Apa yang kau fikirkan saat ini?" Tanya Fahri lembut seraya mengusap perut rata Bunga.


Bunga tersenyum manis dan menggenggam tangan Fahri.

__ADS_1


"Tidak ada mas. Aku hanya tidak menyangka saja bahwa Allah benar-benar satukan kita kembali." Ucap Bunga lirih.


"Padahal dulu aku hampir menyerah dan putus asa. Tapi ternyata Allah masih memberikan kesempatan pada kita untuk menjalani hidup bersama." Sambung Bunga.


"Kau benar hubby." Ucap Fahri seraya membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


"Sekarang Allah menambahkan kebahagiaan untuk kita dengan menumbuhkan janin didalam rahimmu." Ucap Fahri penuh syukur.


"Aku sangat bahagia mas." Ucap Bunga seraya memeluk tubuh suaminya.


"Aku lebih bahagia sayang." Ucap Fahri seraya mengecup puncak kepala istrinya.


"Sayang, apa kau tidak ingin memberi tahukan kabar bahagia ini pada Anggun?" Tanya Bunga tampak serius.


Fahri terdiam sejenak tampak berfikir keras.


"Yah! Nanti sore kita ziarah ke makam Anggun sekalian ziarah ke makam abah ya sayang." Ucap Fahri seraya mengusap lembut kepala istrinya.


"Iya mas." Ucap Bunga seraya membenamkan wajahnya kedalam dada Fahri.


Mereka pun menikmati waktu mereka dengan berpelukan saling mengungkapkan rasa sayang satu sama lain.


Hingga sore tiba Fahri dan Bunga pun bergegas menuju pemakaman umum yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.


****


Gaes jangan lupa like dan vote ya.. 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2