
Flashback on
Pagi itu seperti biasa Fahri melakukan pekerjaan yang setiap hari dia lakukan selama berada di rumah nya.
Mengajar para santri dengan penuh kesungguhan.
Nampaknya dia sudah mulai bisa mengikhlaskan dan berusaha untuk tidak berlarut larut dalam memikirkan kisah cinta nya yang rumit dengan kekasih nya. Walaupun yang sebenarnya dia masih sangat mencintai kekasih nya itu.
Namun apa yang bisa dia lakukan saat ini?? Dia begitu lemah tak berdaya. Kebahagiaan kedua orang tua nya saat ini sangat lah penting bagi nya. Mengingat usia kedua orang tua nya yang tak lagi muda dan sudah sering sakit sakitan membuat nya takut akan kehilangan kedua nya. Jangan sampai di akhir hidup mereka dia tidak memberikan kesan terindah untuk kedua orang tua nya. Setidak nya dengan cara ini mungkin bisa sedikit membuat kedua orang tua nya bahagia. Karena melihat putra mereka menikah memang sudah lama mereka inginkan. Begitu pun dengan fahri, dia tak ingin di moment pernikahan nya tidak dihadiri oleh kedua orang tua nya. Maka untuk itu dengan segala rasa yang berkecamuk di dada nya, dia mencoba menerima dan membuka hatinya untuk wanita pilihan kedua orang tua nya.
Saat sudah selesai dalam pekerjaan nya. Seperti biasa Fahri langsung melangkah kan kaki nya ke rumah nya.
Saat kaki nya sudah memasuki ruang tamu, mata nya menangkap keberadaan kedua orang tua nya yang berada di ruang keluarga sedang berbincang bincang.
Tapii.. Siapakah wanita yang memakai hijab Merah maroon itu??
Apakah dia adik nya yang pulang dari pondok pesantren ??
Dengan rasa penasaran nya yang tinggi, akhirnya fahri pun melangkahkan kaki nya menghampiri kedua orang tua nya dan wanita itu.
"Assalamualaikum abah, umi.." Ucap fahri dari jarak sekitar 5 langkah lagi.
Mata nya tak sengaja langsung menangkap pada sesosok wanita yang sedang berbincang dengan kedua orang tua nya. Dan pada saat itu fahri langsung membulatkan mata nya saat menyadari bahwa wanita yang dia lihat adalah Anggun. Yaitu wanita yang akan dijodohkan dengan diri nya.
Sementara anggun hanya menundukan kepalanya tak berani menatap wajah lelaki yang akan menjadi imam nya itu.
Memang pembicaraan di antara Mereka sudah sampai ke titik utama tujuan Ummi dan Abah untuk menjodohkan fahri dengan Anggun.
Saat mendengar ucapan abah dan ummi yang ingin menjadikan nya istru dari anak nya, Anggun tersentak kaget dan tak bisa berucap apa apa lagi.
Entah apa yang harus dia katakan pada guru nya itu. pasal nya dia memang sangat kaget dan sungguh tak menyangka jika diri nya yang hanya orang biasa dan belum bisa apa apa mampu membuat hati guru nya tertarik pada nya. Sungguh ini adalah anugerah yang Allah berikan pada nya saat ini. Tapi.. bagaimana dengan perasaan fahri pada nya?? Dia sendiri masih bertanya tanya dalam hati nya.
"Waalaikumsalam." Ucap abah dan ummi nya.
__ADS_1
"Nak, kebetulan sekali kau kemari. apa sudah selesai mengajar para santri?" Tanya Ummi nya.
Fahri mendudukan bokong nya disofa dekat ummi dan abah nya.
"Alhamdulillah sudah mi." Jawab fahri singkat. Sementara itu Anggun hanya menundukan kepala nya dengan jantung yang masih berdebar debar.
"Nak apa kau masih ada kegiatan setelah ini?" Tanya ummi Hasanah pada putranya.
"Tidak ada mi." Jawab fahri singkat.
"Kebetulan sekali. Ada hal yang ingin abah dan ummi sampaikan pada mu." Ucap ummi nya.
"Soal apa mi?" Tanya fahri berpura pura tidak mengerti. Padahal dia sendiri sudah faham bahwa kedua orang tua nya pasti akan membicarakan soal perjodohan nya dengan wanita yang ada di hadapan nya.
"Soal perjodohan yang telah kita sepakati kemarin." Ucap ummi nya.
Fahri terdiam dan mencoba untuk tersenyum menghormati ucapan ummi nya.
"Emm jadi menurut ummi dan Abah pernikahan kamu dengan anggun akan lebih baik bila dilaksanakan dengan cepat. Jangan menunda nunda waktu lagi. Kebetulan ummi sudah berbicara dengan nya, Dan alhamdulillah anggun tidak menolak sama sekali." Ucap ummi nya penuh semangat.
"Iya nak, bagaimana jika sore ini kita langsung saja berkunjung ke kediaman orang tua anggun untuk segera melamar nya." Timpal abah nya yang tak kalah semangat nya.
Anggun dan fahri sama sama terkejut mendengar ucapan abah H.Rusydi barusan. kedua dua nya terlihat membulatkan mata nya kaget.
"Bagaimana nak? Apa kau keberatan?" Tanya ummi pada putranya.
"Mmm tidak sama sekali umi. InsyaAllah sore ini kita akan segera ke kediaman orang tua Anggun." Ucap Fahri santai dengan senyuman manis diwajah nya. Saat ini yang ada di fikirannya hanya ingin membuat kedua orang tua nya bahagia. Tak perduli jika dia harus mengorbankan perasaan nya asal kan kedua orang tua nya tidak merasa di kecewakan oleh sikap nya.
"Tapi bagaimana dengan nya?" Tanya fahri seraya melirikan mata nya ke arah anggun.
"Ehemm anggun..." Panggilan ummi membuyarkan lamunan anggun yang sedari tadi benar benar tidak fokus karena yang dirasakan nya saat benar benar campur aduk.😆
"Ii iyaaa ummii.." Sahut nya terbata bata.
__ADS_1
"Itu ditanya sama mas fahri." Goda ummi Hasanah.
Dalam hati fahri "Apa sih umi ini, seneng banget bikin anak orang baper. Tapi mau bagaimana pun aku harus berprilaku baik pada nya walau pun belum ada rasa sedikit pun untuk nya."
"Ii iya umi mau nanya apa.?" Ucap nya lagi.
"Ih kamu gak fokus ya? Biasa aja dong jangan gerogi gitu." Goda ummi nya lagi.
Anggun hanya menyengir kuda menanggapi ucapan calon mertuanya.. ciiiaahhhh 😆
"Jadi begini nak anggun, bagaimana jika sore ini kami langsung menemui kedua orang tua mu untuk segera melamar mu." Ucap abah H.rusydi menjelaskan pada anggun.
Anggun terdiam sejenak sambil berfikir harus menjawab apa. Secepat itu kah??
"Baiklah abah, umi, anggun sungguh tidak bisa menolak." Ucap anggun pasrah.
"Bagus. Kalo begitu segera kau hubungi orang tuamu. Beri kabar pada mereka jika abah dan ummi juga mas fahri akan datang kesana sore ini. Dan kamu pun ikut juga dengan kami." Perintah ummi pada anggun.
"Baik lah ummi. Anggun pamit ya." Ucap nya lembut dengan masih menundukan kepalanya.
Mereka semua pun mengiyakan.
Anggun memang wanita yang sangat lembut dan sopan. Persis seperti nama nya "Anggun" Sikap nya pun sangat anggun di pandang.
Fahri pun sejak dari tadi tak henti henti nya berkata dalam hati..
"Dia benar benar seperti bunga ku."
Sementara itu setelah kepergian anggun. Abah H.rusydi beserta putra dan istri nya langsung mempersiapkan segala kebutuhan yang akan mereka bawa sore nanti ke tempat orang tua nya Anggun.
Secepat itu kahh???
******
__ADS_1