Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 35


__ADS_3

Sinar mentari pagi menembus jendela kamar yang di tempati oleh seorang gadis cantik.


Gadis itu tak lain adalah bunga.


Bunga menyipitkan matanya saat sinar mentari tepat menyorot wajahnya.


dilihatnya jam yang berada di nakas samping ranjangnya, waktu menunjukan pukul 07 pagi.


setelah solat subuh tadi bunga kembali memejamkan matanya. Mungkin karena dia semalam terlalu lama menangis, jadi kepalanya terasa berdenyut dan matanya sangat berat.


Bunga menggeliat nikmat kemudian dia beranjak dari tidurnya. Bunga melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Ketika sudah selesai dengan kegiatan mandinya, putri pun segera memakai pakaian nya.


setelah itu dia berjalan menuruni anak tangga. seperti yang biasa dia lakukan setiap harinya ketika dia sedang berada di rumah. Bunga membantu ibu nya untuk beres beres rumah , mencuci dan membantu ibu nya berbelanja sayuran ke pasar tradisional.


Dilihatnya bu desi sedang menyapu lantai bawah.


dengan sigap bunga menghentikan pekerjaan ibunya dan kemudian dia meraih sapu yang ibunya gunakan.

__ADS_1


"Bu.. sudah sini biar bunga saja yang menyapu." pinta bunga sambil merebut sapu yang ibunya pegang dengan lembut.


Ibunya hanya tersenyum lalu mengusap kepala putri bungsu nya.


Tapi pada saat mata nya menatap wajah anaknya itu, bu desi sedikit terperanjat kaget saat melihat kedua mata bunga yang terlihat bengkak.


"Ya Allah nak, kenapa mata mu?" tanya bu desi sambil menangkupkan kedua tangan nya di wajah bunga.


"Ah ini.. eee.. enggak kenapa napa bu. mungkin di gigit semut." jawab bunga beralasan. padahal jelas jelas itu akibat dia menangis semalam tadi.


"Hmmm anak ibu mulai belajar berbohong ya.." ledek ibunya.


"Ibu mengerti. sudah lanjutkan, ibu akan menyapu halaman." Bu desi tersenyum ramah sambil mengusap pundak putrinya.


kemudian dia melangkahkan kakinya menuju halaman rumahnya.


Sedangkan bunga kembali menyapu ruangan dalam rumahnya.


***

__ADS_1


sementara itu di tempat lain,.


Pagi pagi sekali fahri sudah mengajar santri santri yang mondok di pesantren milik abahnya.


Dikarenakan sang kiyai sedang sedang kurang sehat, jadi yang mengajar para santri untuk sementara fahri. Dibantu oleh beberapa santri yang sudah biasa di perintah oleh abahnya mengajar para santri untuk menggantikan abahnya.


Sekitar 3 jam lebih fahri disibuk kan oleh kegiatannya mengajar santri santri abahnya yang sebentar lagi mungkin akan beralih tangan pada dirinya sendiri.


Saking semangat dan bahagia nya fahri di perintahkan abahnya untuk mengajar santri santrinya dari yang usia belasan sampai usia puluhan tahun. Seketika masalah kemarin yang membuat dirinya tak bisa terpejam semalaman seakan sirna dari fikirannya.


Masalah percintaannya dengan wanita yang sangat dia sayangi seakan sudah hilang dari lamunannya.


itu karena dia sedang berada di tengah tengah puluhan santri abahnya. Makanya dengan seperti itu membuat dirinya bisa sedikit melupakan masalah yang baru kemarin dia alami.


Kegalauan dan kegundahan hati nya dengan cepat dapat terobati oleh hadirnya para santri yang begitu semangat untuk mencari ilmu.


Padahal dia semalam suntuk memikirkan perkataan pak burhan yang memberikannya dua pilihan. Yang sangat mengharuskan dia untuk memilih 1 di antara 2 pilihan tersebut. Namun sampai pagi menjelang pun dia belum mendapatkan jawaban yang dia cari.


Soal bicara pada abahnya pun belum dia lakukan. mengingat jadwalnya masih dipakai untuk mengajar para santri, jadi fahri memilih berbicara pada abah dan ummi nya menunggu dirinya sudah selesai dalam pekerjaan nya.

__ADS_1


***


__ADS_2