
Fahri masih terdiam dalam kebingungannya untuk menjawab apa yang ummi nya tanyakan.
Ummi hasanah memperhatikannya dengan teliti.
Terlihat dari segi manapun anaknya sedang bingung dan sedang dilanda galau.
"Nak.. kenapa? kok tidak menjawab? Apa telah terjadi sesuatu?"Tanya ummi nya lembut.
Fahri yang mendapat pertanyaan lembut seperti itu dari ummi nya, sontak saja dia langsung memeluk ummi nya dengan erat..
Rasanya dia ingin menumpahkan semua kekecewaannya saat ini juga.
Ummi nya yang tiba tiba mendapatkan pelukan dari putranya langsung membalas pelukan putranya itu.
Di usap usapnya punggung putranya dengan halus.
Perasaan ke ibuan nya mengatakan bahwa putra nya sedang mengalami hal yang tidak dia inginkan.
ummi hasanah pun memberi waktu pada putranya untuk menenangkan dirinya dalam pelukannya.
Dirasa sudah cukup..
__ADS_1
Fahri merenggangkan pelukannya sambil mengusap air mata nya yang tidak diminta olehnya untuk mengalir dari kedua matanya.
Ummi hasanah mengusap wajah putranya sambil berkata lembut.
"Nak.. ceritakan semuanya pada ummi. ummi siap mendengarkan setiap ucapan mu Nak.." ucapnya lembut.
Fahri hanya mengangguk kemudian dia melangkahkan kakinya untuk mendudukan bokongnya di atas sofa dekat ranjangnya.
Umminya pun mengikuti langkah putranya.
"Mii.. mungkin saat ini juga fahri akan katakan pada ummi tentang apa yang telah terjadi tadi sore saat fahri menyatakan kesungguhan dan niat fahru pada keluarga wanita pujaan fahri." Ucapnya sendu.
"Silahkan nak.. agar kamu lebih tenang." jawab umminya.
Sambil berfikir dari mana yang harus dia ceritakan terlebih dahulu.
Sekitar 3 menit fahri pun mulai mengatakan apa yang terjadi padanya.
Dia menceritakan dari awal pertemuannya dengan kedua orang tua bunga, sampai ke jawaban yang kedua orang tua bunga putuskan padanya.
Ummi nya hanya manggut manggut tanda mengerti.
__ADS_1
Fahri terus menceritakan kisah yang baru saja dia alami sore tadi.
Tidak ada yang dia lewatkan. Yang terakhir dia menceritakan tentang 2 pilihan yang bunga dan kedua orang tua nya berikan pada fahri.
Sekaligus dia meminta pencerahan dari ummi nya itu.
Apa yang harus dia lakukan? Mana yang harus dia pilih??
Sebab dua dua nya sangat lah membuatnya keberatan sekali. ini sangat lah rumit.. Dia tidak boleh salah dalam mengambil keputusan. Di satu sisi dia sangat mencintai kekasihnya, disisi lain dia sangat menghargai keinginan abah dan ummi nya untuk memintanya agar segera mempunyai istri.
Ummi hasanah sangat mengerti akan perasaan anaknya saat ini. Dia sungguh tidak tega melihat putranya yang terlihat sangat sakit hati dan kecewa.
Namun dia juga tak bisa menyalahkan siapa siapa.. karena ini semua sudah Allah yang menakdirkan.
"Nak.. ummi sangat mengerti dengan perasaan mu sekarang. Ummi juga belum tau apa yang harus kamu jawab apa yang harus kamu pilih." kata ummi nya.
"Sebaiknya sekarang kamu sabar saja dan mencoba menerima semua kenyataan ini. Jangan merasa kecewa pada kekasih mu dan juga pada kedua orang tuanya. Karena mereka juga punya alasan yang pasti dan masuk akal untuk menolak dirimu. Jadi banyak banyak lah bersabar dan berdo'a pada Allah. Semoga Allah memberikan jawaban yang tepat untuk mu." Nasihat ummi hasanah yang membuaf fahri meneteskan air matanya kembali.
"Sebaiknya besok kita musyawarahkan hal ini dengan abahmu. Semoga saja beliau dapat jawaban yang tepat untukmu nak." Ucap ummi nya lagi sambil mengusap ngusap punggung putranya guna menenangkan nya.
Fahri pun mengangguk dan merangkul ummi nya kembali.
__ADS_1
"Yang sabar ya nak.. Kita semua kan sudah tahu bahwa kematian, rezeky, dan juga jodoh itu semua sudah di atur oleh Allah.. sudah tercatat di lauhil mahfudz.. Jadi banyak banyak lah berdo'a dan meminta yang terbaik pada-Nya. Ummi hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk putra ummi yang tampan ini." Ucap ummi hasanah sambil menghibur putra nya yang sedang dilanda galau.
******