Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 48


__ADS_3

Fahri manggut manggut mendengarkan cerita abah dan ummi nya. Sedikit tak menyangka dengan ide yang abah nya tujukan padanya.


Secepat itu mereka menganggap aku dan anggun cocok??


Akhirnya tanpa fikir panjang fahri pun mengiyakan dan menyetujui perjodohan di antara dirinya dengan anggun. Dari pada pusing pusing memikirkan kisah cinta nya yang rumit dengan bunga, lebih baik dia mencoba mengikhlaskan dan membuka hatinya untuk wanita lain.


Apalagi wanita itu adalah pilihan kedua orang tua nya. Toh mereka sudah jauh lebih mengenal Anggun daripada diri nya sendiri yang sama sekali tidak mengenal nya.


Dengan mantap fahri menyatakan kesungguhan nya menerima perjodohan yang abah dan ummi nya lakukan padanya.


"InsyaAllah atas izin dan Ridho Allah, Fahri siap menerima perjodohan yang abah dan ummi berikan pada fahri. InsyaAllah fahri akan menerima wanita yang abah dan ummi pilihkan untuk fahri." Ucap fahri penuh keyaqinan.


Abah dan ummi nya tersenyum senang mendengar ucapan putra mereka.


"Alhamdulillah.." Ucap abah dan ummi nya bersamaan.


"Kalo begitu segera kamu kabari bunga akan hal ini. barang kali dia sedang menunggu jawaban mu." Saran ummi nya.


Fahri terdiam sejenak. seketika fikiran nya melayang mengingat wajah kekasih nya. Ada rasa sedih, menyesal dan kecewa. semua bercampur menjadi satu.


Dalam fikirannya kembali terngiang ucapan bunga pada nya.


"Jika mas sanggup menunggu bunga hingga bunga lulus dari pesantren, maka tunggu lah bunga dengan kesetiaan. Tetapi jika mas tidak sanggup untuk menunggu bunga, Maka bunga relakan mas untuk mencari wanita lain yang sudah siap untuk mas nikahi." Itu kalimat terakhir yang di ucapkan bunga pada nya.

__ADS_1


Fahri lama terdiam sehingga membuat kedua orang tua nya tak enak hati melihat raut wajah putranya yang tiba tiba berubah menjadi murung.


"Nak.. apa kamu baik baik saja?" Tanya ummi nya.


"Iya mi. Fahri baik baik saja." Jawab fahri singkat.


" Yasudah nak lebih baik sekarang kamu menenangkan fikiran kamu terlebih dahulu. Untuk rencana selanjutnya nanti biar ummi dan abah bicarakan lagi." Ucap ummi nya.


fahri pun mengangguk dan melangkah kan kaki nya meninggal kan kedua orang tua nya.


Fahri teruas melangkahkan kaki nya menuju kamar nya.


Fikiran nya kembali kacau dan entah mengapa dia merasa bersalah kepada bunga karena telah menyetujui perjodohan yang kedua orang tua nya lakukan pada nya.


Fahri mulai menggeser dan menekan layar handphone nya.


lebih baik aku hubungi bunga sekarang.


Ucap nya pelan.


Tangan nya terus bergerak mencari nama kekasih nya yang ia beri nama "Hubby" Di kontak nya.


setelah ketemu fahri langsung menekan nama yang tertera di layar ponsel nya.

__ADS_1


Namun dia masih ragu dan mengurungkan niatnya untuk menghubungi kekasih nya itu.


Apa yang harus dia katakan dan jelaskan pada bunga. dia sendiri tidak sanggup membuat wanita yang dia cintai menangis karena nya.


Tetapi demi kebahagiaan kedua orang tua nya, Fahri harus mengorbankan perasaan nya.


Ponsel yang dia pegang masih di tatap dan di goyang goyang kan nya.


Dia sendiri masih ragu apakah bunga masih berda di rumah atau sudah lama berangkat ke pesantren. Bahkan dia sendiri tak pernah lagi mencoba menghubungi kekasih nya setelah dia pulang dari rumah bunga. Hanya pernah sekali memberi kabar pada bunga bahwa dia telah sampai ke rumah nya dengan selamat.


Setelah itu yaa tak pernah lagi. Dia merasa gengsi dan sok jual mahal. padahal dia sendiri sangat merindukan kekasih nya. Tapi dengan gengsi yang amat tinggi membuat nya tak berani menghubungi kekasih nya. Untuk mengalih kan kerindua nya pada bunga, fahri lebih memilih menghabiskan waktu nya dengan para santri dan keluarga. Agar tidak terus menerus memikir kan kisah cinta nya yang amat rumit..


Cukup lama fahri hanya memandangi ponselnya. Akhirnya dia memilih untuk mengurungkan niatnya menghubungi bunga. Karena sudah pasti bunga sudah kembali ke pondok pesantren. Mengingat perintah guru nya pada bunga yang tak mengizinkan nya berlama lama di rumah. Jadi dapat ia simpulkan bahwa pasti bunga sudah kembali ke pesantren.


Fahri pun kembali meletakan ponsel nya di atas ranjang nya. kemudian dia sendiri membaringkan tubuh nya sambil mata nya menatap ke atas langit langit kamar nya. Fikiran nya di penuhi dengan kenangan indah yang dia dan bunga lalui selama hampir 2 tahun ini.


Sungguh sangat menyayat hati jika dia teringat akan kisah cinta nya dengan kekasih nya itu.


Fahri mengusap wajahnya berkali kali. Frustasi, setres, galau dan entah apalagi ungkapan yang cocok untuk mengungkap kan perasaan nya saat ini.


10 menit berlalu.. Fahri bangkit dari tidur nya dan dia memilih untuk menenangkan hati dan fikirannya dengan cara menghadap Allah.


Akhirnya dia melangkah kan kakinya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu dia bermunajat kepada Allah meminta diberikan ketenangan dan kelancaran serta meminta Ridho dari-Nya...

__ADS_1


*****


__ADS_2