
"Sudah lah hubby.. jangan terus terusan menangis. mas sungguh tak tega melihat mu seperti ini. sungguh mas sangat ingin memeluk mu saat ini. tapi itu hal yang sangat tak mungkin. jadi mas mohon berhentilah menangis." pinta fahri memelas.
Bunga mengerti akan ucapan fahri. dia pun mencoba menahan air mata yang siap tumpah kapan saja.
di usap nya lah wajah nya dengan tangan nya. membersihkan sisa sisa air mata yang membanjiri pipi mulus nya.
"Nah gitu dooong. kan manis." goda fahri.
bunga tersipu malu mendengar ucapan kekasih nya.
Suasana hening seketika..
"Mas.." panggil bunga pada fahri.
"Iya sayang." jawab fahri lembut.
"Mas tidak merasa kecewa atas keputusan yang telah kedua orang tua aku berikan?" tanya bunga hati hati.
Fahri tersenyum getir.
"Hubby... tenang lah. jangan terlalu difikir kan. InsyaAllah mas baik baik saja. Kita kan punya Allah yang maha kuat. jadi mas yakin Allah pasti menguatkan kita." Jawab fahri menyemangati kekasih dan dirinya sendiri.
"MasyaAllah.. aku sangat kagum sekali dengan mu mas. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita berdua." kata bunga kemudian.
__ADS_1
"Aamiin... Dan jangan lupa, kita harus ingat bahwa Allah maha berkehendak. jadi kita harus ikhlas ridho menerima setiap apa yang Allah takdir kan pada kita." Kata fahri.
Bunga mengangguk dan tersenyum simpul.
Dalam hati nya sangat kagum sekali dengan ketegaran kekasih nya itu.
"Iya mas. insyaAllah kita serah kan semua nya pada yang maha berkuasa." Jawab bunga kemudian.
"Pasti dan harus .. Dan jangan lupa kita harus selalu berdoa pada-Nya. Mas juga nanti akan melakukan solat istikhoroh. agar semua yang telah kita alami mendapatkan jawaban yang pasti dari Allah swt." Ucap fahri.
"Iya mas. semoga kita bisa melalui hari hari kita dengan selalu ingat pada-Nya." Ucap bunga.
"Dan.. adapun jodoh itu sudah di tentukan Allah. berjodoh atau tidak nya kita, itu semua urusan Allah. karena Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hambanya." Ucap fahri dan sesekali bibir nya mbnguyup segelas kopi yang di buatkan oleh kekasih nya.
"Iya mas. karena yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah. jadi kita serahkan semua nya pada Allah azz wa jala." Ucap bunga dengan senyuman manis nya. yang dengan senyuman itu membuat fahri jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kopi buatan mu enak sekali hubby.." Puji fahri saat dia menguyup uyupan terakhir kopi nya.
Bunga tersenyum malu mendengar pujian fahri pada diri nya.
"Terimakasih mas. ini yang pertama kali nya aku membuatkan segelas kopi yang penuh rasa cinta untuk orang yang aku cintai." Ucap bunga tersipu malu.
Fahri tersenyum dan berkata dalam hati..
__ADS_1
yaaaa ini untuk yang pertama. dan mungkin untuk yang terakhir kali nya. aku sungguh tidak tahu..
Setelah permasalahan di antara mereka sudan di rasa tak ada lagi yang mengganjal. Bunga meminta fahri untuk membersihkan diri nya mengingat waktu sudah semakin sore. dan sebentar lagi adzan magrib berkumandang. Karena rencana nya fahri pulang seba'da magrib.
Fahri pun menurut dan bunga meninggal kan nya sendiri untuk mengambil handuk khusus untuk tamu. Kemudian dia menunjukan arah kamar yang biasa digunakan untuk tamu.
Fahri pun mengikuti nya dari belakang. kemudian dia masuk dan bunga meninggal kan nya menuju lantai dua dimana kamar nya dan kamar kedua orang tua nya berada.
Tapi pada saat bunga akan melangkah kan kaki nya, Langkahnya terhenti karena dia teringat akan seseorang.
Yaah orang itu adalah andi. Kemana perginya orang itu???
Bunga bertanya tanya sendiri. bahkan kekasih nya sendiri tidak memperdulikan teman nya itu.
Akhirnya dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, bunga bergegas melangkah kan kaki nya menuju teras rumah nya. dan alangkah kaget nya bunga ketika melihat sesosok pria yang sedang terlentang di teras rumah nya.
Nampak nya andi sedang tertidur pulas..
Bunga langsung memutar tubuh nya dan kembali berjalan menaiki anak tangga.
sesekali dia tertawa geli melihat sahabat kekasih nya itu yang nampak kelelahan.
sebenar nya bunga gak tega melihat andi tidur di lantai tanpa menggunakan alas tidur.
__ADS_1
Tapi yaaa bisa apa. bunga sendiri tidak berani membangun kan andi. jadi lebih baik dia biar kan saja. toh nanti juga pasti fahri yang akan membangun kan nya.
*****