
3 Tahun kemudian..
"Horeeee... Alhamdulillah.." Terdengar suara bising dari para santri putri di Aula pesantren.
Hari ini hari yang sangat berharga dan penuh kebahagiaan bagi Bunga.
Tepat di hari ini, Di tahun ke 6 dia mondok di pesantren itu, Akhir nya cita-cita yang dia idam-idamkan terwujud juga.
Hari ini acara wisuda kelulusan Bunga beserta rekan-rekan nya yang lain.
Selama 6 tahun menempuh pendidikan pesantren, akhirnya Bunga bisa dengan Bangga meraih penghargaan dan ucapan selamat dari guru dan kedua orang tua nya.
Hafalan Qur'an nya sudah selesai sampai ke juz 30.
Impian nya untuk bisa membahagiakan kedua orang tua nya pun sudah terwujud.
"Selamat yak nak.. kau memang anak yang berbakat." Ucap Ibu Bunga pada putri nya yang telah menghatamkan hafalan qur'an nya.
Air mata kebahagiaan mengalir di pelupuk mata kedua orang tua nya.
Bunga memeluk haru kedua orang tua nya.
"Terimakasih Pak, bu. Berkat do'a dan dukunga bapak dan ibu , Bunga bisa sampai ke titik akhir seperti saat ini." Ucap Bunga penuh haru.
Kedua orang tua nya tersenyum bahagia dan mengelus kepala putri nya.
*****
"Bunga.. apa kau akan meninggal kan pesantren ini secepat nya?" Tanya Rena sahabat nya.
__ADS_1
"Iya Ren. Hari ini juga Aku akan segera pulang dengan kedua orang tua ku." Jawab Bunga.
"Bung.. Jangan pernah lupakan Aku ya. Lain kali kalau ada waktu kau sering-sering lah datang berkunjung kemari. Jangan lupakan pesantren ini." Ujar Rena sendu.
Bunga memeluk sahabat nya.
"Tenang saja Ren.. Aku tidak akan pernah melupakan mu. Tidak akan pernah melupakan guru-guru kita. Tidak akan melupakan pesantren ini." Ucap Bunga haru.
Kedua nya pun saling berpelukan erat.
"Ren.. Sepertinya aku harus pamit. Kedua orang tua ku sudah menunggu. Kau jaga diri baik-baik ya. Jangan malas!" Ucap Bunga.
Rena kembali memeluk sahabat terbaik nya.
"Aku pasti akan merindukan mu Bung." Ucap Rena.
Akhirnya Bunga pun kembali ke kampung halaman nya.
*****
2 Tahun setelah dia menikah.
Allah mengambil Anggun kembali kepada-Nya.
Anggun meninggal dunia dikarena kan mengalami sakit yang amat parah.
Hingga ajal menjelang Fahri dan Anggun belum dikaruniai seorang anak.
Fahri sangat terpukul atas kepergian istri nya.
__ADS_1
Sebelum Anggun menghembuskan nafas terakhir nya, dia berpesan pada suami nya.
"Mas.. Maaf kan Aku yang tak mampu menghadirkan seorang anak untuk mu."
Ucap Anggun Lemah.
"Mas.. Kalau Aku sudah tidak ada di dunia ini. Aku harap mas ikhlas melepasku." Sambung Anggun dalam keadaan lemah.
"Mas.. terimakasih atas segala cinta yang kau berikan pada ku. Selama 2 tahun ini Aku sangat bahagia bersama mu. Aku harap setelah kepergian ku Mas akan menemukan pengganti ku yang lebih baik dari Aku.." Air mata nya mengalir di pelupuk mata nya.
Fahri pun tak kuasa menahan tangis, Walau dia berusaha untuk pura-pura tegar tapi kenyataan nya dia sangat lemah saat ini.
"Jangan bicara seperti itu Dek. Mas takan rela kehilangan mu." Ucap Fahri.
"Mas... Ikhlaskan Aku menghadap Allah. Maa...s." Ucap Anggun dengan suara yang mulai lemah terputus-putus.
Akhirnya Fahri menuntun Anggun untuk mengucapkan lafadz "Laa illaha illallah"
Anggun pun memejamkan mata nya untuk selama nya.
Fahri meneteskan air mata nya, di cium nya kening istri yang sudah 2 tahun ini bersama nya.
*****
Di atas tanah pemakaman istri nya, Fahri memanjatkan do'a kepada Allah swt.
Semoga Almarhumah istri nya dapat di terima di sisi Allah swt.
Setelah Fahri merasa cukup dengan pelepasan istri nya, Dia pun melangkah kan kaki nya kembali ke kediaman nya.
__ADS_1
****