Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 22


__ADS_3

Minggu 24 desember 2014..


"Kiyai.. umi.. saya menitip kan putri saya untuk menimba ilmu di pesantren ini." pak burhan menyerahkan putri kepada sang kiyai dan istri nya yang punya pondok pesantren salafy Al-Istiqomah.


"InsyaAllah.. mudah mudahan Allah meridhoi kami untuk mendidik putri bapak dan ibu." jawab sang kiyai dengan senyum indah nya.


Gadis cantik yang baru lulus Sekolah menengah pertama (SMP) itu yang tak lain adalah bunga sedang berhadapan langsung dengan 2 orang 'Alim yang akan menjadi guru nya.


bunga terlihat menundukan kepala nya. ada perasaan sedih saat bapak nya menyerahkan diri nya pada sang kiyai. tapi dia juga sangat bahagia karena kedua orang tua nya mendukung keinginannya untuk masuk pesantren.


Setelah kedua orang tua bunga selesai berbincang bincang dengan sang kiyai. dan sudah saat nya mereka untuk undur diri.. di rasa sudah cukup syarat dan keperluan bunga masuk ke pesantren itu. mereka berdua pamit untuk pulang kepada sang pemilik pesantren tersebut.


Sementara itu bunga sedang berada di dalam kamar nya yang sudah dia pilih. sebelum nya bunga di ajak melihat lihat setiap kamar yang ada di pondok pesantren itu. kebetulan kamar nya ada 4 ruang. yang setiap kamar nya di isi oleh belasan bahkan bisa mencapai 20 han orang yang menghuni nya. memang kamar nya di desain ruangan yang besar dan luas..


Bunga memilih kamar yang bernama *Gurfah Khoiriyah* yang artinya ruangan yang indah atau bagus..


pak burhan dan bu desi menghampiri putri cantik nya itu.

__ADS_1


"Nak.. ibu dan bapak tidak bisa menemani mu lama lama di sini." kata ibu nya pelan.


"Ibu dan bapak langsung pamit pulang yah nak." sambung bu desi.


dengan mata berkaca kaca bunga menghamburkan dirinya kedalam pelukan ibu nya.


Bu desi pun ikut menereskan air mata nya. ada perasaan sedih namun ada juga perasaan senang.


sedih karena dia harus merelakan putri kesayangan nya berjauh jauhan dengan nya dan juga suami nya. senang karena melihat putri nya yang semangat untuk menggali ilmu agama.


"Sudah nak.. jangan nangis ya. bapak dan ibu pasti selalu mendoakan bunga." hibur pak burhan.


Bunga dan bu desi pun melepaskan pelukan mereka.


di usap nya dengan lembut pipi putri kesayangan nya itu..


"Nak.. jadi lah santri yang baik dan taat sama guru ya. jangan bandel dan jangan banyak tingkah. bunga harus bersungguh sungguh dalam belajar." nasihat bu desi pada putri bungsu nya.

__ADS_1


Bunga menganggukan kepala nya tak mampu menjawab.


"jangan lupa hubungi kami ya nak.. jika ada keperluan yang kamu butuhkan. untuk soal uang makan nanti setiap 2 minggu sekali bapak akan transfer melalui rekening guru mu." jelas bapak nya.


akhir nya mereka pun berpamitan.


bunga menyalami dan mencium kredua orang tua nya. begitu pun sebalik nya.


"jaga diri kamu baik baik ya sayang. ibu dan bapak pamit yaa.. assalamu'alaikum.." ucapan terakhir dari ibu nya sebelum mereka berpisah..


bunga melambaikan tangan nya tak terasa air mata nya pun kembali menetes..


bunga masih memandang mobil yang membawa kedua orang tua nya pergi. sampai tak terlihat lagi bunga masih mematung di tempat nya. dengan perasaan campur aduk.


sebenar nya bunga masih membutuhkan kasih sayang dan kebersamaan orang tua juga kakak nya. mengingat usia bunga yang memang masih sangat muda. saat itu usia nya baru 14 tahun.


****

__ADS_1


__ADS_2