Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 44


__ADS_3

2 Hari sudah bunga berada di pondok pesantrennya. Dia kembali menjadi santri putri yang teladan dan taat terhadap perintah guru guru nya.


Dengan semangat dan harapan yang tinggi, bunga terus berusaha untuk menghafal ayat demi ayat Al-Qur'an.. Alhamdulillah selama dia mondok 3 tahun sudah 17 juz al-Qur'an yang dia hafal. Dengan kesungguhan hati untuk terus menggapai impian nya menjadi seorang hafidzoh, Bunga tak pernah sekali pun dia melewatkan waktu luang nya untuk menimba ilmu.


Bunga semakin giat dan tak banyak bercanda dengan teman teman nya. Beda sama yang dulu ketika dia sebelum pulang dan mendapatkan kejadian kemarin.


***


Sementara itu di tempat lain..


Fahri terlihat sedang membuka kitab yang dia pegang. mencoba mempelajari nya terlebih dahulu untuk di ajarkan pada santri santrinya.


Namun fikiran nya sedang kalut dan lagi lagi bayangan kekasihnya kembali terngiang di fikiran nya.


Wajah bunga yang cantik sedang tersenyum manis menghiasi fikiran nya.


Fahri mengusap wajah nya frustasi...


"Astaghfirullah.. apa yang sedang aku fikirkan.." bisik nya.

__ADS_1


"Ah sial.." Akhirnya fahri menutup kitab yang ingin dia pelajari.


Mau di paksakan seperti apapun pasti dia tidak akan fokus. Karena bayang bayang bunga selalu menghantui nya.


Terkadang bayangan wajah bunga yang sedang menangis pun melintas di fikirannya.


Dari pada dia terus terusan dihantui oleh bayangan bayangan bunga, lebih baik mengalihkan dengan cara berinteraksi dengan para santri..


Fahri pun melangkah kan kaki nya menuju asrama santri putra. Ketika dia sedang berjalan tak sengaja dia ber paspasan dengan seorang santri putri yang tak lain adalah Anggun.


Anggun merasa gugup saat Fahri berhenti tepat di hadapan nya dan Dia sendiri pun menghentikan langkah nya.


5 detik kemudian.. Fahri dan Anggun sama sama akan melangkahkan kaki mereka masing masing. Namun pada saat yang bersamaan tak sengaja Fahri menyenggol pundak Anggun, Anggun yang kehilangan keseimbangan hampir saja terpeleset ke samping namun pada saat itu tangan kekar Fahri langsung meraih dan menarik tangan anggun.


"Heii hati hati.." Ucap fahri yang tak kalah kaget nya. dengan sigap dia menangkap tangan anggun dan menarik nya.


Anggun yang mendapat perlakuan manis seperti itu dari Fahri jadi melongo tak percaya. Tetapi senyuman nya tiba tiba mengembang saat fahri menanyakan keadaan dirinya.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya fahri panik.

__ADS_1


"Ti.. tidak mas. saya tidak apa apa. untung saja mas Fahri langsung menarik tangan saya tadi. Terimakasih mas." Ucap anggun malu malu sambil menundukan kepalanya.


Pasalnya dia sangat gerogi sekali, karena tidak pernah dia sebelum nya berbicara banyak dan lama seperti ini dengan putra kiyai nya yang begitu di kagumi oleh santri putri yang ada di pesantren itu.


Lagipula Fahri tidak pernah bertegur sapa dengan santri putri abah nya.


Baru kali ini dia berinteraksi dengan santri putri dan tanpa dia sengaja pula.


"Oh syukurlah kalo tidak apa apa. Aku khawatir kamu kenapa napa karena tadi tidak sengaja aku yang menabrak pundak mu." Ucap fahri lega.


Anggun menundukan kepalanya dan menjawab fahri singkat. pasalnya dia tidak enak pada santri putri yang lain yang namaknya sedang memandangi ke arah mereka. Takut jadi bahan gosipan..


"Tidak apa apa mas. namanya tak sengaja. yasudah saya langsung ya mas." Jawab anggun seraya melangkah kan kaki nya.


Fahri tercengang melihat tingkah Anggun yang membuat nya melongo.


"Hah rupanya dia sangat malu malu dan lembut. Ahh tidak jauh beda dengan bung.." Ucapan nya tak dilanjutkan oleh fahri saat bibir nya akan menyebutkan nama kekasih nya itu.


Akhirnya fahri pun melanjutkan langkah nya menuju asrama putra..

__ADS_1


Tanpa dia sadari sepasang mata sedang memperhatikan nya dari kejauhan sambil tersenyum manis penuh arti.. Orang itu adalah Abah H.rusydi..


****


__ADS_2