
Fahri terdiam menunggu jawaban dari kedua orang tua bunga.
berharap dapat jawaban yang dia ingin kan.
Pak burhan dan bu desi saling bertatapan. Ada rasa kasihan terhadap fahri, pasal nya mereka akan mengatakan keputusan mereka untuk menolak fahri meminang putri bungsu nya.
pak burhan menarik nafas nya lalu membuang nya pelan.
"Sebelum bapak jawab keputusan bapak dan ibu. akan lebih baik jika bunga berada di sini." kata pak burhan seraya menoleh ke arah istri nya seolah memberi isyarat untuk memanggil bunga.
"Sebentar ibu panggil kan." bu desi bergegas melangkah kan kaki nya menuju tempat dimana bunga berada.
dilihat nya bunga sedang duduk memeluk lutut nya sambil terisak.
bu desi sangat iba melihat putri bungsu nya itu. dia sangat mengerti perasaan putri nya.
bu desi mendekati bunga sambil mengusap kepala anak nya penuh kasih sayang.
bunga yang tersadar atas belaian tangan ibu nya segera mengusap air mata yang mengalir deras di pipi nya.
saat bunga mengangkat wajah nya , tangis nya kembali pecah saat melihat ibu nya yang membelai nya lembut.
__ADS_1
bunga langsung mendekap tubuh ibu nya .
dengan perasaan iba bu desi membalas pelukan putri satu satu nya itu. bunga masik terisak di dalam dekapan ibu nya. bu desi yang melihat putri nya menangis seperti itu tanpa di minta air mata nya juga ikut mengalir. segera dia usap air mata nya agar tidak terlihat oleh putri nya.
"Sudah nak.. jangan menangis. kamu pasti kuat dan sabar sayang." bu desi mencoba menenangkan bunga.
bunga masih terisak seolah tidak ingin dan tidak sanggup untuk menghadapi semua nya.
"Nak.. sudah sayang. ingat kita punya Allah yang maha segala nya." hibur ibu nya lagi.
10 menit berlalu, akhir nya bunga sudah mulai merasa tenang karena tak henti henti nya bu desi menghibur dan menenang kan nya.
"Ayo sayang. bapak memanggil mu. mereka sudah menunggu." ajak ibu nya.
"tapi bu..." bunga merasa ragu untuk menemui fahri dan bapak nya.
"Kenapa sayang?" tanya ibu nya.
"Bunga takut gak sanggup menerima semua kenyataan ini bu. bunga takut gak sanggup melihat mas fahri." jawab nya sendu.
"Sayang.. tenang lah dan percaya lah. kamu pasti bisa menghadapi semua kenyataan ini nak. ibu yakin.. ayo kamu anak ibu yang kuat! gak boleh lemah ah!" ibu nya memberi dukungan penuh kepada putri bungsu nya itu.
__ADS_1
Bunga menarik nafas nya kemudian membuang nya perlahan. mencoba merileks kan perasaan nya.
"Baiklah bu. bunga akan temui bapak dan mas fahri. bunga harus tegar." semangat nya kembali bangkit.
"Nahh gitu dong.. itu baru bunga nya ibu yang super cantiiik luar dan dalam." puji ibu nya.
kemudian bunga bangkit berdiri dan sedikit merapihkan jilbab nya yang terlihat nyengsol akibat ke gusruk gusruk 😅
Akhir nya mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang tamu dimana bapak dan kekasih nya sedang duduk berhadapan sambil mengobrol.
flashback on
"ngomong ngomong nak fahri sudah berapa lama mondok di pesantren itu?" tanya pak burhan.
"Alhamdulillah sudah hampir 7 tahun pak." jawab fahri.
"subhanallah sudah lama sekali ya. bahkan bunga saja baru mau menginjak 3 tahun." sambung pak burhan.
Fahri tersenyum dan kembali mengingat masa masa indah pertama kali nya bertemu dengan bunga yang sekarang menjadi kekasih nya itu.
*****
__ADS_1