
Fahri masih terdiam membisu belum menjawab ucapan abah nya itu.
"Nak.. fahriii.." Panggil abah H.Rusydi sambil menatap putra nya penuh pertanyaan.
Panggilan abahnya membuyarkan lamunannya.
"Eh iya.. bah.." jawab nya terbata.
"Kok malah melamun??" tanya abah nya.
"enggak bah, fahri enggak melamun. yasudah kalo begitu fahri panggil ummi dulu ya bah." kata fahri sembari beranjak dari duduknya.
Sesampainya di dapur..
"Mii.. ummi..." Fahri mencoba memanggil ummi nya.
terlihat ummi hasanah sedang memasak dengan beberapa santri putri.
"Iya nak ada apa.?" Tanya ummi hasanah kemudian beliau menghentikan pekerjaan nya.
"Nur, lanjutkan ini ya. ummi ke dalam sebentar." perintah ummi hasanah pada salah satu santri putri.
"Baik ummi." Jawab si Nur.
Ummi Hasanah pun melangkah kan kaki nya menghampiri putra nya.
"Ada apa nak?" Tanya nya lagi.
"Ayok mi ikut dengan fahri untuk membicarakan soal kemarin pada abah." Ajak fahri pada ummi nya.
__ADS_1
"Oh itu too.. yasudah ayok." jawab ummi nya sambil melangkah kan kakinya menuju tempat dimana suami nya berada.
Sesampainya mereka di ruang keluarga, Ummi hasanah mendudukan bokong nya di sofa tepat di samping suami nya.
Sedangkan fahri duduk di tempat yang dia tempati tadi.
"Ayo nak silahkan di mulai saja obrolan nya. ummi masih banyak pekerjaan." Ucap ummi Hasanah pada putra nya.
Fahri membetulkan posisi duduk nya lalu dia menarik nafas nya dalam dalam kemudian membuangnya lembut.
mungkin ini sudah saat nya Aku harus menceritakan semua nya agar abah tau.. ucap nya dalam hati.
"Jadi begini bah.. sebenar nya yang terjadi kemarin itu...." Akhirnya fahri menceritakan semua kejadian kemarin yang baru dia alami. sama persis seperti yang dia ceritakan pada ummi nya. Tak ada yang terlewatkan satu pun juga.
Abah nya menyimak dengan seksama.
"Jadi fahri bingung harus memilih yang mana bah, mii. Sedangkan dua dua nya sangat berat untuk fahri." Ucap fahri di cerita terakhirnya.
kemudian abahnya membuka suara nya.
"Begitu nak. Apa kamu benar mencintai kekasih mu?" Tanya abah nya.
fahri mengangguk lalu menjawab.
"Fahri sangat mencintainya." jawab nya lirih.
"baik.." ucap abah nya dan menghentikan ucapan nya sejenak.
"Apa kamu sangat mencintai abah dan ummi?" Tanya abahnya kemudian.
__ADS_1
"Jelas Fahri sangat mencintai abah dan ummi." Jawab fahri tegas.
"Nah jadi kalo fahri sangat mencintai abah dan ummi... maka dengar kan perkataan abah ini. jangan membantah." Ucap abahnya penuh penegasan.
"Iya bah." Jawab fahri pasrah.
"Sebaik nya kamu memilih poin yang ini nak.. Untuk mencari wanita lain yang menggantikan kekasih mu itu. Agar kamu dapat segera menikah. Bila perlu nanti abah yang akan memilihkan nya sesuai dengan perjanjian kita." Saran abah nya penuh penegasan.
nampak nya memang beliau sudah sangat ingin melihat putra nya menikah.
Fahri kaget dibuatnya.. mata nya membulat penuh.
Dia masih terdiam belum berani menjawab saran abah nya .
Fahri masih mencerna dan menimang nimang akan ucapan abah nya tadi.
"Nak.. apa kamu akan membantah perintah abah mu??" Tanya Ummi nya penuh ancaman.
"Tii tidak umii.. tidak mungkin fahri berani membantah perkataan abah." jawab fahri pasrah.
"Bagus.. kamu masih sama seperti dulu yang tidak berani membantah pada perintah abah dan ummi." Puji abah nya.
"Jadi kamu setuju kan dengan jawaban abah.?" Tanya ummi hasanah.
"Eee tapi bah kenapa harus memilih poin yang itu?" Tanya fahri penasaran.
Abah nya terdiam sejenak kemudian beliau meneguk segelas air mineral hangat.
Fahri dan ummi Hasanah masih setia menunggu jawaban dari abah H.rusydi dengan rasa penasaran yang sama sama sangat tinggi.
__ADS_1
****