Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 54


__ADS_3

Fahri tak berhenti menatap wajah cantik mantan kekasihnya.


"Harus nya kau yang berada di pelaminan ini Hubby.." Ucap nya dalam hati.


"Mas.. Selamat ya atas pernikahan kalian. Aku doakan semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." Ucap Bunga memberi selamat dan do'a.


Fahri tersenyum getir mendengar ucapan Bunga.


"Terimakasih Hubb..." Seketika ucapan nya terhenti menyadari dirinya yang tak bisa mengontrol ucapan nya.


Bunga tersenyum.


Tak ingin berlama-lama berada di tempat itu.


Bunga pun mendekati sang mempelai wanita.


"Selamat ya mbak. Semoga kau bisa menjadi istri yang baik untuk mas Fahri." Ucap Bunga sambil merangkul Anggun.


Anggun tersenyum dan membalas pelukan Bunga.


Dalam hati nya muncul firasat bahwa wanita ini adalah mantan kekasih suami nya.


"InsyaAllah. Terimakasih ya." Ucap Anggun.


Bunga pun pamit kepada kedua mempelai dan kepada kedua orang tua Fahri.


******


Bunga dan Rena kembali ke pesantren.


"Hebat sekali kamu Bunga.." Ucap Rena sambil memeluk Sahabat nya.


Bunga membalas pelukan Rena.


"Kau wanita kuat!" Ucap Rena lagi.


Bunga hanya tersenyum dan kembali berjalan menuju asrama nya.

__ADS_1


*****


Sementara itu di kediaman Fahri.


Saat acara resepsi sudah selesai.


Waktu menunjukan pukul 21 lebih.


Anggun sudah terlihat lelah.


"Kau ke kamar terlebih dahulu. Nanti mas nyusul." Perintah Fahri pada Anggun.


Anggun menurut. Dia pun melangkahkan kaki nya menuju kamar pengantin nya dengan Fahri.


Saat sudah membersihkan diri nya, Anggun nampak berbaring di atas ranjang menanti suami nya datang.


******


Pagi pagi sekali Bunga sudah terlihat sibuk menghafal ayat demi ayat al-qur'an.


Nampak nya dia sudah mulai bisa melupakan dan mengikhlaskan Fahri.


Tekad nya untuk membahagiakan kedua orang tua nya semakin kuat di dalam dada nya.


*****


Hari-Hari pun berlalu begitu cepat.


Tak terasa pernikahan Fahri dengan Anggun sudah 1 Tahun.


Tetapi mereka belum di karuniai seorang anak.


Sementara Abah H.Rusydi sudah lama meninggal dunia saat Fahri dan Anggun baru 4 bulan menikah.


Pesantren milik orang tua nya kini sudah menjadi milik nya.


Umi Hasanah sudah tak lagi muda dan sudah mulai sakit sakitan.

__ADS_1


Sering kali terucap dari mulut nya untuk meminta cucu pada anak dan menantunya.


"Nak.. Umi sudah sepuh. kapan kalian akan memberikan Umi cucu?" Tanya Umi Hasanah penuh pengharapan.


"Sabar ya Mi.. Kami sedang berusaha." Ucap Fahri dengan nada sendu.


"Mas.. Mungkin sebaik nya kita berkonsultasi pada dokter." Ucap Anggun.


"Itu bukan ide yang buruk." Ucap Fahri.


Ke esokan hari nya mereka berdua pun berkonsultasi ke sebuah rumah sakit yang berada di kota itu.


Setelah dokter memeriksa kedua nya. Dan hasil tes laboratorium sudah keluar, dokter memberi penjelasan pada kedua pasangan suami istri itu.


"Pak.. Bu.. Saya akan sedikit menjelaskan hasil tes laboratorium yang telah kita periksakan tadi." Ucap dokter itu.


"Silahkan dok" Ucap Fahri tak sabar.


"Mohon maaf sebelum nya, kenyataan ini sedikit pahit bagi kalian. Semoga kalian bisa menerima nya." Ucap dokter itu penuh teka teki.


"Menurut hasil tes laboratorium menyatakan bahwa istri anda mengalami kemandulan." Ucap sang dokter penuh rasa iba.


"Apaaaa?!!" Fahri dan Anggun sama-sama terkejut mendengar ucapan sang dokter.


"Apa dok? Saya mandul? Itu artinya saya tidak bisa punya anak?" Ucap Anggun penuh kesedihan.


Air mata nya mulai mengalir membasahi pipi nya.


Fahri mencoba menghibur dan menguatkan istri nya.


"Iya bu. Saya harap ibu dan bapak bisa sabar dan ikhlas." Ucap sang dokter.


Fahri hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa.


Harapan nya untuk mendapatkan keturunan dari rahim istri nya sangat lah minim.


Sedangkan Anggun hanya terisak tak kuat menahan kesedihan yang teramat dalam.

__ADS_1


"Mengapa aku tidak bisa menjadi seorang ibu?" Ucap nya dalam hati.


******


__ADS_2