Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 61


__ADS_3

1 minggu setelah lamaran..


Janur kuning melengkung indah di depan gang desa Sukamaju.


Dekoran yang menghiasi halaman rumah yang luas begitu indah berwarnakan kuning emas perpaduan dengan warna cream.


Pelaminan sang pengantin begitu megah dan mewah.


Karangan bunga begitu terlihat cantik bertebaran dimana-mana.


Didalam sebuah kamar yang bernuansakan kehangatan dan tercium semerbak aroma bunga-bunga yang sudah tertata rapi di setiap sudut ruangan.


Terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan berhiaskan make up pengantin yang tak begitu mencolok.


Natural namun sangat terlihat mempesona.


Dengan kebaya putih adat sunda dan dihiasi siger sunda yang melingkar indah di atas hijab nya.


Penampilan nya begitu membuat orang terpesona saat melihat nya.


Yaa.. Wanita itu adalah Bunga. Hari ini adalah hari yang sangat dia nanti-nantikan. Hari yang akan membawa nya menuju kehidupan yang baru dan berbeda.


Di hari ini dia akan melepas masa remaja nya untuk mengabdi sepenuh nya pada yang menjadi suami nya.


Bunga tersenyum indah memandangi pantulan wajah nya di sebuah cermin yang besar.


Kedua tangan nya nampak sangat cantik telah di hiasi oleh lukisan henna pengantin yang berwarnakan putih.


"Bunga.. Kau begitu cantik nak." Ucap bu Desi pada putri bungsunya.

__ADS_1


Bunga pun menoleh dan membalikan tubuh nya menghadap ibu nya.


"Terimakasih bu. Kecantikan Bunga warisan dari kecantikan ibu." Ucap Bunga seraya mencubit manja pipi ibu nya.


"Sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri nak. Sebentar lagi ibu dan bapak akan merasa kehilangan dirimu." Ucap bu desi yang mulai berkaca-kaca.


"Bu.. Walaupun kelak Bunga akan tinggal bersama suami Bunga, tapi Bunga tetap akan menjadi putri ibu. Bunga akan tetap menjadi si bungsu yang manja. Ibu dan Bapak tetap menjadi orang tua Bunga. Bunga pasti akan sering-sering berkunjung kemari, bu." Ucap Bunga yang juga mulai berkaca-kaca.


Bu Desi tak kuasa menahan tangis dan air mata pun lolos mengalir membasahi kedua pipi nya.


Bunga memeluk tubuh ibu yang sangat dia sayangi.


Tanpa di minta air mata nya pun ikut mengalir membanjiri pipi mulus nya yang sudah dihiasi make up.


Pada saat mereka berpelukan tiba-tiba pak Burhan masuk dan menghampiri putri dan istri nya.


Bunga dan ibu nya segera melepaskan pelukan mereka masing-masing.


"Bapak." Ucap Bunga seraya mendekati bapak nya kemudian dia memeluk hangat bapak nya itu.


Pak Burhan membalas pelukan putri nya.


Di elus-elus nya punggung putri nya itu penuh kasih sayang.


"Nak.. Kau akan menjadi seorang istri untuk suami mu. Dan kelak kau akan menjadi seorang ibu untuk anak-anak mu.. Maka dengarkan pesan bapak, Jadilah istri yang taat pada suami. Raihlah ridho suami mu. Jangan menghinati nya. Hormati suami mu dengan sepenuh hati." Ucap pak Burhan menasihati putri nya yang sebentar lagi akan melaksanakan akad pernikahan.


Bunga mengangguk dan melepaskan pelukan nya.


"InsyaAllah Bunga aka selalu ingat pesan bapak." Ucap Bunga sendu.

__ADS_1


"Sudah sayang jangan menangis lagi. Sayang make up mu nanti luntur." Goda bu Desi seraya mengembangkan senyuman nya.


Pada saat itu Reno dan Anisa masuk ke dalam kamar sang pengantin.


"Heii.. ternyata kalian disini." Ucap Reno seraya menghampiri ketiga orang itu.


"Heii cengeng kenapa kau menangis?" Tanya Reno dengan nada mengejek nya.


"Kakak.. Apa kau tidak bersedih sebentar lagi kau akan melepaskan adik mu yang paling cantik ini?" Ucap Bunga manja.


Reno pun tersenyum dan menarik Bunga ke dekapan nya.


"Dasar bodoh! jelas kakak bersedih. Tapi kakak juga sangat senang karena kau telah menemukan lelaki yang akan menjadi imam mu." Ucap Reno seraya mengelus pundak adik nya.


Bunga melepaskan pelukan nya kemudian dia memeluk Anisa yang tak lain kakak ipar nya sendiri.


"Selamat ya.. Jangan lupa nanti malam sebelum kau melakukan malam pertama sebaiknya kau minum obat encok dulu." Ucap Anisa setengah berbisik namun tetap terdengar oleh Suami dan kedua mertua nya.


"Loh! Memang nya kenapa kak?" Tanya Bunga heran.


"Kau Dengar!? Saat aku melakukan nya pertama kali dengan kakak mu, rasa nya pinggangku terasa panas dan terasa akan patah. Kau tahu?! Saat malam pertama biasa nya pengantin baru akan melakukan nya dari malam hingga menjelang pagi. Maka untuk itu kau bersiap-siap lah. Dan satu lagi, bersiap-siaplah untuk mengeluarkan banyak darah keperawanan mu akibat suntikan dari suami mu. Kau tahu?! Jika seorang gadis baru pertama kali melakukan nya maka itu akan terasa sakit sekali apalagi jika kejantanan suami mu berukuran besar. Jadi untuk itu sebaik nya kau persiapkan keberanian mu!" Ucap Anisa panjang lebar yang sedikit menakut-nakuti adik ipar nya itu.


Seketika Bunga menjerit membayangkan semua yang dikatakan Anisa.


"Aaaaa tidaaakkk!" Bunga bereriak histeris.


Sementara keempat orang yang melihat nya langsung tertawa terbahak-bahak.


******

__ADS_1


__ADS_2