Cinta Di Dalam Do'A

Cinta Di Dalam Do'A
eps 64


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari berseri-seri memancarkan cahaya indah nya.


Kicau burung begitu terdengar merdu seakan bernyanyi membangunkan kedua insan yang baru saja menikmati malam pengantinnya.


Bunga mengerjapkan matanya saat sinar matahari menyorot tepat pada wajah nya menembus pentilasi kamar nya.


Bunga mengucek kedua mata nya dan senyumnya mengembang saat dia mendapati suami nya masih terlelap dalam pelukan nya.


Tubuh polos mereka tertutupi oleh selimut yang tebal.


Bunga mengusap wajah Fahri kemudian dia mencium nya.


Dengan pelan Bunga menyingkirkan tangan Fahri yang mendekap nya.


Bunga menyibakan selimut nya dan kembali memakai pakian tidur nya.


Saat dirinya beranjak berdiri tiba-tiba ada rasa nyeri dan perih di selangkanga nya.


Mungkin itu akibat dari perbuatan Fahri semalam pada nya.


Bunga tersenyum geli dan kembali melangkahkan kaki nya dengan pelan dan hati-hati.


Bayangan indah syurga dunia yang baru dia rasakan semalam masih terngiang di fikirannya.


Bercak merah pada leher dan dada nya membuatnya kembali tersenyum.


Alangkah rakus nya mas Fahri semalam.. Fikir nya dalam hati sambil memperhatikan leher dan dada nya yang penuh dengan tanda kepemilikan yang di buat oleh Fahri.


Bunga pun membersihkan diri nya selama Fahri masih tertidur pulas.


Saat Bunga telah selesai dengan ritual mandinya, Bunga segera keluar dari kamar mandi untuk segera memkai pakaian nya.

__ADS_1


"Mas kau sudah bangun." Ucap Bunga saat melihat suami nya sudah terbangun dan sudah dalam posisi menyandarkan tubuh nya.


"Sudah hubby.." Ucap Fahri.


"Kalau begitu segera lah pergi mandi mas. Kau sangat bau." Ucap Bunga mengejek Fahri.


"Mengapa kau tak membangunkan ku hubby? mas sangat ingin mandi bersama mu." Goda Fahri.


Bunga menghampiri Fahri dan duduk di sisi ranjang dekat suami nya.


"Kau sangat nakal!" Ucap Bunga seraya mencubit hidung suami nya.


Dengan cepat Fahri menarik tangan Bunga hingga tubuh nya mendekap erat tubuh wangi Bunga.


Dicium nya aroma shampoo dari rambut istri nya.


"Hubby.. Bagaimana permainan semalam? Apa masih sangat terasa sakit?" Tanya Fahri lembut.


"Mhh.. Masih terasa sakit mas. Untuk itu setelah ini kau jangan melakukan itu sebelum satu minggu berlalu." Ucap Bunga menggoda suaminya.


Bunga bergidik geli menahan sentuhan bibir yang menyusuri telinga nya.


"Kau terlalu berlebihan mas. Berikan waktu padaku untuk mengistirhatkan milik ku." Ucap Bunga sambil terkekeh.


"Tidak akan hubby. Aku akan menyiramkan pupuk kedalam rahim mu.Aku akan menyiramkan bibit-bibit bagus kedalam perkebunan ku setiap hari. Agar cepat tumbuh bibit Fahri junior di dalam sini." Ucap Fahri seraya mengusap perut rata Bunga.


Bunga tersenyum manis.


"Sayang.. Apa kau sangat ingin cepat mempunyai keturunan?" Tanya Bunga lembut.


Fahri mengangguk.

__ADS_1


"Kalau begitu kau harus terus bekerja keras lagi. Jangan loyo!" Ucap Bunga sambil terkekeh.


"Apa kau menantangku sayang?" Tanya Fahri seraya menyelipkan anak rambut ke telinga Bunga.


"Seperti nya begitu mas. Karena aku sangat ingin melihat kerja keras mu!" Ucap Bunga menggoda suami nya.


"Ck! Kau jangan bermain-main dengan ucapan mu hubby. Tunggu di sini dan jangan kemana-mana." Ucap Fahri seraya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian Fahri telah selesai dengan ritual mandi nya.


Fahri kembali mendekati Bunga dengan haduk kecil yang melilit di pinggang nya.


Seketika Bunga tergiur dan mata nya berbinar-binar menyaksikan pemandangan indah dihadapan nya.


"Ehem.. Apa kau sudah tak sabar hubby?" Ujar Fahri membuyarkan lamunan Bunga.


"Eh!?"


"Kemarilah sayang." Ucap Fahri seraya merentangkan kedua tangan nya.


Bunga pun menurut dan mendekati Fahri lalu memeluk tubuh suami nya itu.


Hasratnya kembali muncul saat menghirup aroma segar tubuh Fahri.


Fahri mencium dan ******* bibir tipis Bunga.


"Hubby.. Lakukan sesuka hati mu. Aku akan menjadi boneka mu kali ini" Ucap Fahri berbisik di telinga Bunga.


Bunga tersenyum dan mencium lalu ******* bibir Fahri penuh gairah.


Akhirnya kedua pasangan pengantin baru itu pun menghabiskan waktu pagi mereka untuk berolahraga di atas ranjang.

__ADS_1


Berharap Allah cepat berikan seorang anak untuk mereka.


******


__ADS_2