
Sementara itu di tempat lain..
setelah 1 minggu dari kejadian yang fahri alami di dalam cerita percintaan nya.
Akhirnya dia sudah mendapatkan jawaban yang dia cari. Bagaimana pun dia harus mencari pilihan yang bijak. Akhirnya dengan segala macam cara dia telah menemukan jawaban nya. Awal nya dia masih ragu dengan pilihan yang akan dia pilih. Tapi dengan kedewasaan dan kecintaan nya terhdap kedua orang tua nya, maka dengan hati yang sedikit tak rela dan tak ikhlas dia memilih untuk mencari wanita lain yang bisa dia jadikan sebagai istri.
Bukan karena dia tega dan sudah tidak mencintai bunga. Tetapi dia lebih mencintai kedua orang tua nya, dia tak ingin menjadi anak yang durhaka terhadap kedua orang tua. Jangan sampai hanya karena seorang wanita sampai sampai membuat nya durhaka kepada kedua orang tua nya. Itu sangat tidak dia inginkan. untuk itu dia lebih memilih memikirkan perasaan kedua orang tua yang telah mendidik dan membesarkan nya.
Sakit! itu yang dia rasakan saat dia harus memilih melepaskan kekasih yang dia cintai. Namun apa boleh buat? Taqdir telah mengharuskan nya untuk berpisah dengan bunga.
Walau memang sebenarnya dia sangat tidak rela untuk melepaskan kekasih nya.
Setelah dia merasa cukup dan merasa yaqin atas keputusan yang dia pilih. Akhirnya dengan tidak membuang buang waktu lagi dia segera menemui kedua orang tua nya.
Membicarakan akan hal ini segera mungkin lebih baik..
Fikir fahri..
Pasal nya dia sendiri sudah sangat lelah untuk terus terusan memikirkan kisah cinta nya yang mungkin sudah tidak bisa dia pertahankan.
Mengingat saran dari abah nya yang memilih poin untuk mencari wanita lain yang dapat dia nikahi, maka dengan segala frekuensi yang harus dia hadapi akhirnya dengan tekad bulat dia memilih apa yang di saran kan oleh abah nya.
Fahri berjalan melangkah kan kakinya untuk menemui kedua orang tuanya.
kebetulan Abah H.Rusydi dan Ummi hasanah sedang berada di dalam kamar mereka.
"Assalamu'alaikum.." Fahri mengucapkan salam.
__ADS_1
Terdengar suara ummi nya menjawab salam dari dalam kamar.
"Wa'alaikumsalam" Jawab ummi Hasanah.
Ummi Hasanah pun membuka daun pintu dan yang berada di hadapan nya tak lain adalah putranya.
"Ada apa nak?" Tanya ummi nya.
"Abah ada di dalam mi?" Fahri malah balik tanya.
"Ada nak. apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan?" Tanya ummi nya.
"Iya mi. sebenarnya fahri ingin membicarakan tentang pilihan fahri yang sudah fahri putuskan." Ucap fahri.
"Oh begitu to. yasudah ayo temui abah mu di dalam." Ajak ummi seraya melangkah kan kakinya masuk ke dalam.
Sesampainya di dalam kamar.
Fahri duduk di samping ranjang. Sedangkan Abah nya berbaring karena kondisi kesehatan nya yang menurun.
Sementara ummi nya duduk di kursi dekat ranjang.
"Ada apa nak?" Tanya abah nya pelan.
"Ini bah,, Fahri ingin berbicara soal keputusan fahri yang insyaAllah sudah fahri fikirkan matang matang." Jawab fahri dengan tekad kuat.
"Alhamdulillah.. Abah sudah menunggu nya nak. Mudah mudahan kamu bisa memilih keputusan yang bijak." Ucap abah nya penuh pengharapan.
__ADS_1
Fahri merubah posisi duduk nya agar lebih tenang dan tidak gugup.
"Jadi setelah Fahri memikirkan nya matang matang, InsyaAllah fahri memilih untuk mencari wanita lain yang bisa secepatnya fahri nikahi." Ucap fahri tenang.
Abah dan ummi nya tersenyum saling tatap.
"Alhamdulillah nak, Abah dan ummi sangat senang sekali mendengar nya. Akhirnya kamu bisa membuka hati untuk yang lain dan mengikhlaskan taqdir yang telah Allah berikan pada mu." Ucap ummi Hasanah.
Fahri pun tersenyum mendengar ucapan ummi nya.
"Dan soal wanita yang akan menikah dengan fahri..." Sebelum fahri menyelesaikan ucapan nya, Ummi nya memotong ucapan nya.
"Alhamdulillah Abah dan ummi sudah mendapatkan nya nak." Ucap ummi nya.
Fahri terkejut mendengar ucapan ummi nya.
hah?? Secepat itu? apa mungkin mereka sudah menyusun rencana ini dari jauh jauh harii??
Ucap fahri dalam hati.
"Kenapa nak? Apa kamu tidak setuju dengan wanita pilihan ummi dan abah?" Tanya Ummi hasanah pada fahri.
"Ti.. tidak mi, Bukan begitu." Jawab fahri gelagapan.
Ummi dan Abah nya tersenyum usil melihat tingkah putranya.
*****
__ADS_1