
Bunga masih mematung di tempat nya sesekali dia mengusap air mata nya yang masih mengalir.
Tanpa sepengetahuan nya sepasang mata sedang memperhatikan nya dari kejauhan.
memperhatikan wajah imut milik bunga. dengan mata yang terlihat sembab dan hidung nya merah akibat menangis bunga masih terlihat sangat cantik.
diam diam yang memandangi bunga mengucap kagum dengan pemandangan indah yang dia lihat.
"Subhanallah... sungguh indah ciptaan mu tuhan." ucap seorang pria yang memandang bunga tanpa berkedip.
pria itu tak lain adalah fahri yang menjadi kekasih bunga saat ini.
"Sepertinya dia santri putri baru.. aku baru melihat nya saat ini." bisik nya.
Saat fahri sedang memandangi bunga. dari belakang seorang santri putra menepuk pundak fahri guna membuatnya kaget. sontak saja fahri berteriak kaget...
"Allahu akbarrrr .. kodok nganclok kodok nganclok.." teriak fahri latahh.
Rian yang melakukan aksi nya terhadap fahri tertawa terbahak bahak.
"Hahahaaa kodok nganclok mata kamu" ledek rian di sela sela tawa nya.
Rian adalah sahabat fahri di pondok pesantren itu. mereka satu angkatan dan satu kamar.. mereka adalah dua sejoli yang selalu kompak.
__ADS_1
saat ini usia mereka sudah 22 tahun. mereka sudah 4 tahun mondok di pesantren itu.
"Gilaaaa sihhh lu.. untung gua gak jantungan." oceh fahri kesal.
"lagian lu ngapain sih di sini serius banget. gua liatin elu gak kedip kedip dari tadi." ledek rian yang masih tertawa kecil.
"Ahh elu tau aja kalo gua lagi nemu bidadari cantik hari ini." jawab fahri penuh percaya diri.
"Hahh bidadariii?? bidadari apa hari gini ada bidadari. bukan bidadari kali elu mah tapi bi darni tuh tukang masak di kantin." ledek rian yang kembali tertawa.
"Ahh elu nyesel kalo gak liat.. sini gua tunjukin . tuuuuuhhhh..." fahri mengarah kan pandangan dan menunjuk ke arah bunga tadi. tapi seketika mata nya melotot dan mulut nya menganga melihat tempat dimana bunga sedang berdiri tak lagi ada disana.
Fahri mengerjap ngerjap kan mata nya dan kembali fokus mencari di sekeliling keberadaan wanita itu.
"Tadi wanita itu ada disana. dia sedang menangis.. gua rasa dia santri baru sob. bener gua gak bohong." jawab fahri membela diri.
"Oh mungkin bidadari nya sudah pergi ke kayangan." goda rian.
"Ahh elu sih tadi pake acara ngagetin gua segala. jangan jangan wanita itu mendengar teriakan gua tadi." cerocos fahri sambil menepak jidat nya kesal.
Yahh memang benar yang di katakan fahri. bunga memang mendengar teriakan fahri. dan menyadar kan nya dengan keberadaan fahri. bunga yang mendengar latah nya fahri sedikit tersenyum geli.
Akhir nya dia kembali ke kamar nya dengan perasaan yang mulai tenang.
__ADS_1
Bunga berjalan gontai menuju kamar nya. banyak santri putri lain nya yang menyapa nya. mengajak nya kenalan dan bertanya tanya tentang nya.
sesampai nya di kamar..
bunga di sambut dengan sapaan ramah dan hangat dari para penghuni kamar tersebut. dari yang paling tua sampai yang paling muda sama sama menyapa nya dengan lembut.
"Bunga.. kemari lah. aku tunjukin lemari pakaian kamu." salah seorang santri menarik tangan bunga dan membawa nya ke arah lemari yang akan di pakai oleh bunga .
bunga mengikuti nya sambil tersenyum.
"Ini lemari pakaian mu. kita semua punya lemari masing masing. setiap santri baru pasti langsung di sediakan lemari dan kasur untuk kita gunakan." Ulfa yang sudah 3 tahun mondok di pesantren itu menjelaskan kepada "adik" nya.
"Ohh iya makasih kak." jawab bunga .
"ayo aku bantu beresin pakaian kamu. ooyahh kenalin nama aku Ulfa." ulfa mengulur kan tangan nya mengajak berkenalan dengan bunga.
bunga pun menyambut uluran tangan ulfa.
"Bunga" jawab nya.
akhir nya mereka membereskan pakaian bunga ke dalam lemari.
bunga sangat bersyukur teman sekamar nya sangat ramah dan hangat terhadap nya. tidak membeda bedakan antara santri lama dan santri baru..
__ADS_1
****