
Kota Makkah waktu setempat.
Hari ini adalah hari terakhir Bunga dan Fahri berada di tanah suci makkah.
Hari-harinya mereka lalui dengan beribadah dan berselfi ria di kota yang suci itu.
Semua kebutuhan untuk oleh-oleh bagi keluarga nya di tanah air sudah mereka borong sesuka hati.
Bunga dan Fahri begitu serius kala mereka sedang melakukan rangkaian-rangkain peribadahan yang mereka jalani ketika umroh.
Mulai dari berkeliling ka'bah, dengan membaca talbiyah dan wukuf di arafah, lalu melempar jumrah dan semacam nya. Semuanya mereka jalani dengan niat bersungguh-sungguh beribadah karena Allah..
Waktu yang tersisa mereka lalui dengan berbulan madu dengan suka cita.
Berjalan-jalan menaiki unta.
Mendaki bukit shafa dan marwah, berselfie ria dan sebagainya.
"Mas.. Apa sudah cukup oleh-oleh yang kita beli?" Tanya Bunga pada suaminya.
"Sudah hubby.. Ini sudah sangat banyak. Apa kau masih mau nambah lagi? Jangan sampai pas mau naik pesawat barang-barang kita di turunkan." Ucap Fahri seraya memasukan sebungkus kurma kedalam travel bag nya.
"Hehehhe.. iya mas aku lupa." Ucap Bunga sambil menyengir kuda.
"Sayang, mas sangat berharap saat kita telah kembali ke tanah air, benih yang mas tebarkan di rahim mu sudah menjadi bibit-bibit Fahri Junior." Ucap Fahri seraya mengusap lembut perut istrinya.
__ADS_1
Bunga tersenyum dan menyentuh tangan suaminya.
"Aamiin.. Aku pun berharap demikian mas. Makanya aku tak pernah lupa untuk meminta itu pada Allah saat aku berada di depan ka'bah." Ucap Bunga.
"Betul sayang, Mas pun demikian." Ucap Fahri.
"Hubby..Apa kau bahagia?" Tanya Fahri kemudian.
"Alhamdulillah aku sangat bahagia mas." Ucap Bunga seraya memeluk mesra suaminya.
Fahri mengusap lalu mencium puncak kepala istrinya.
"Sayang apa kau ingin melakukan nya sekali lagi sebelum kita pulang ke tanah air?" Goda Fahri.
"Hm tidak mas. Aku rasa itu tidak akan bisa kita lakukan karena sebentar lagi kita akan berangkat." Ucap Bunga.
"Yeah! Aku tidak ingin kita melakukan nya hanya setengah perjalanan. Itu sangat menyebalkan." Ucap Bunga.
Fahri terkekeh mendengar ucapan istri nya.
"Hehehehe.. Kau sekarang sudah pintar sayang. Apa sekarang kau ketagihan dengan permainan ku?" Tanya Fahri seraya memeluk Bunga dari belakang.
"Ck! Dasar kau si duda otak mesum!" Ucap Bunga sekenanya.
"Hahahhahaaa" Seketika Fahri tertawa saat mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
"Kau yang membuatku mesum hubby." Ucap Fahri.
"Dasar saja kau memang mesum!" Ucap Bunga kesal.
"Sayang apa sebelum nya kau pernah menduga bahwa kita akan kembali bersama seperti ini ? Hingga kita berjodoh seperti yang kita impikan saat dulu." Ucap Fahri.
"Hm.. Aku tidak pernah menduganya mas. Karena ini semua sudah tertulis di lauhul mahfudz dan sudah menjadi taqdir kita." Ucap Bunga.
"Aku pun sama hubby.. Kau tahu!? Aku selalu berusaha melupakan mu dan selalu berusaha membuka hatiku untuk Anggun. Tapi entah mengapa kau sangat sulit untuk aku lupakan sayang." Ucap Fahri.
"Hm! Begitu." Ucap Bunga seraya memasukan 1 bungkus lagi oleh-oleh yang akan dia bawa pulang.
"Yah mungkin karena Allah akan menyatukan kita kedalam ikatan yang halal dan suci." Ucap Bunga.
"Aku percaya mas. Dibalik semua yang telah kita lalui dan kita alami semua itu ada hikmahnya." Sambung Bunga.
"Yaa mungkin Allah murka melihat kita menjalin hubungan tanpa adanya ikatan pernikahan. Maka untuk itu Allah pisahkan kita untuk sementara dan kemudian Allah satukan kita kembali dalam ikatan yang halal." Ucap Bunga dengan senyum yang mengembang.
Fahri tersenyum mendengar ucapan istrinya.
Pada saat mereka telah masuk jadwal kepulangan mereka ke tanah air.
Dengan senyum dan salam perpisahan yang mereka ucapkan pada tanah suci penuh karomah itu Bunga dan Fahri berdo'a di depan ka'bah.
****
__ADS_1