
Saat menyadari waktu semakin berjalan..
Fahri segera mengajak sahabatnya untuk bersiap siap berangkat pulang.
"Dii ayo siap siap . mumpung belum terlalu malam. sebaiknya kita berangkat sekarang." ajak fahri seraya menguyup teh uyupan terakhir nya.
"Siap 86" jawab fahri menirukan acara di televisi yang menjadi tontonan favorit nya.
fahri pun bangkit dari duduk nya kemudian dia meraih tas ransel yang dia bawa.
"Pak sepertinya kami harus segera berangkat." kata fahri pada pak burhan.
"yasudah nak. sebentar bapak panggilkan ibu dan bunga terlebih dahulu." kemudian pak burhan melangkahkan kakinya menuju tempat dimana istri dan anaknya berada.
"Bu.. nak, itu fahri akan berangkat sekarang. ayo temui mereka dulu." ajak pak burhan pada istri dan anaknya
"mereka akan pulang sekarang pak?" tanya bu desi yang langsung melangkahkan kakinya menyusul suaminya.
"iya. ayok nak temui fahri terlebih dahulu." ajak pak burhan lagi
"iya pak" jawab bunga mengiyakan seraya melangkahkan kakinya menyusul ibu dap bapaknya.
dalam hatinya berkata..
__ADS_1
ya Allah kuatkan aku untuk melepas kepergiannya . entah kapan lagi aku akan menikmati kebersamaan yang seperti ini.. hanya engkau yang tahu..
sesampainya di luar. .
"nak fahri sama nak andi akan pulang sekarang?" tanya bu desi.
"iya bu. nanti mah keburu malam." jawab fahri.
"yasudah hati hati ya nak. maaf ibu tidak bisa memberikan pelayanan yang mewah untuk nak fahri dan nak andi." ucap bu desi merendahkan diri.
"masyaAllah bu.. malah kami sangat berterima kasih karena sudah diperlakukan dengan baik. kami yang harusnya meminta maaf karena sudah merepotkan kalian semua." jawab fahri panjang lebar.
"tidak nak. kami sama sekali tidak merasa di repotkan atas kedatangan nak fahri kemari." kata pak burhan sambil menepuk pundak fahri.
"nak.. jangan sungkan sungkan untuk silaturahmi kemari ya. anggap saja kita berkeluarga. lain waktu ajak kedua orang tua mu untuk silaturahmi ke tempat kami yang sederhana ini." kata pak burhan kemudian.
"oiya ada amanat dari abah. salam katanya untuk bapak dan ibu. beliau sangat meminta maaf dan harap di maklum atas ketidak hadiran beliau di tempat ini. beliau sedang udzur.." kata fahri menyampaikan amanat dari abahnya yang baru dia ingat saat ini.
"wa'alaikasalam.. sampaikan juga salam bapak untuknya ya nak." ucap pak burhan.
fahri mengiyakan dan dia pun segera berpamitan kepada pak burhan dan bu desi. fahri dan andi menyalami kedua orang tua bunga . tapi dengan bunga?? apa yang terjadi dengan bunga??
tanpa ada yang melihatnya, bunga sesekali mengusap air mata nya yang mengalir tanpa diperintah nya.
__ADS_1
Bunga menundukan wajah nya sedari tadi. tak rela menyaksikan kepergian kekasih nya itu.
fahri mendekati bunga lalu dia memanggil dengan panggilan indah yang biasa dia gunakan untuk memanggil kekasihnya itu.
"Hubby..." panggil fahri lembut.
bunga sedikit mengangkat wajah nya perlahan.
ditatap nya wajah lelaki yang sangat ia cintai itu. namun dia tak berani menatapnya lama lama. kemudian dia membuang pandagannya ke samping.
"Hubby.. mas berangkat pulang ya." pamit fahri pada bunga.
bunga kembali menundukan kepalanya seraya mengucapkan kata "iya mas.. hati hati dijalan. semoga selamat sampai tujuan." ucap bunga lirih .
"aamiin insyaAllah.. ohya soal jawaban atas 2 pilihan itu. nanti mas kabarin lagi ya." kata fahri lembut.
bunga hanya mengangguk mengiyakan.
kemudian fahri dan andi pun kembali berpamitan pada kedua orang tua bunga. sebelum berangkat bu desi memberikan beberapa bungkus teh asli yang di petik dan di panen di kebun nya sendiri.
akhirnya fahri dan andi pun bergegas pergi meninggalkan keluarga yang pernah menjadi impian nya untuk bisa masuk kedalam kehidupannya.
mereka melambaikan tangan nya..
__ADS_1
say good bye!!!
****