
Happy Reading 🌹🌹
Stevani berjalan memasuki cafe dengan pura-pura tidak menyadari keberadaan Bara, bibirnya tersenyum tipis saat ekor matanya menangkap Bara yang tengah menatap ke arahnya.
"Heh, benarkan dugaanku. Tidak ada pria yang bisa menolak pesonaku." Monolog Stevani dalam hati.
"Apa yang ingin anda pesan, Nona?" Tanya seorang kasir sopan.
"Pesan ice chocolate dua dan juga dua slice cake tiramisu." Jawab Stevani yang masih sesekali melirik ke arah meja Bara.
"Totalnya 120 euro." Ucap sang kasir.
Stevani segera memberikan black card milikya, tidak membutuhkan waktu lama pesanan Stevani sudah selesai. Saat dia berbalik tidak sengaja membentur sesuatu. Sesuatu yang berbau harum maskulin, hingga suara deheman menyadarkannya.
"Bisa menyingkir dari jalanku." Ucap Bara dengan wajah datar dan dingin.
Stevani hanya memutar bolanya malas, "Bilang saja kamu memang fansku, Tuan Bara. Lihatlah kamu sampai menyusulku ke lokasi pemotretan." Jawab Stevani tersenyum miring.
Bara hanya menatapnya datar dan tangan kekar itu berada di pundak kanan Stevani, wanita itu sudah akan senang karena tebakannya benar. Namun, apa yang berada di dalam pikirannya harus terhempas ke dasar bumi karena Bara mendorongnya ke samping tanpa berkata apapun.
Stevani terperangah kaget atas perlakuan Bara, dengan wajah kesal Stevani akan memukul kepala nagian belakang pria magpie tapi di urungkan saat dua wanita asing mendekatinya.
"Kamu selebram terkenal Stevani bukan?" Tanya wanita A dengan ramah dan gembira.
"Iya benar, salam kenal." Jawab Stevani dengan tersenyum ramah dan lebar seperti biasanya.
"Bolehkah kami meminta foto bersama dan tanda tangan?" Tanya penggemar B.
"Tentu saja." Jawab Selena tidak keberatan.
Stevani mecolek lengan Bara dan sekonyongnya memberikan belanjaan dari cafe ke tangan Bara tanpa persetujuan pria tersebut.
Bukan menolak, Bara sendiri tidak tahu kenapa dengan sendirinya menerima apa yang di berikan Stevani kepadanya.
Kedua mata Bara melihat ke arah Stevani bagaimana wana itu melayani penggemarnya, di mana semakin lama banyak para pengunjung cafe yang ikut meminta foto dan tanda tangan sang artis.
Yona yang melihat kerumunan di salah satu cafe langsung keluar dari mobil dengan cepat, dia berlari secepat mungkin mengingat jika Stevani keluar untuk membeli camilan.
__ADS_1
Suasana yang tidak kondusif membuat Stevani berjalan mundur hingga punggungnya membentur tubuh kekar Bara.
Dia mendongakkan kepalanya ke arah Bara dengan wajah memohon untuk di keluarkan dari kondisi tersebut, "Tolong bantu aku." Ucapnya pelan agar tidak terdengar para fans.
"Aku pikir wanita sepertimu tidak akan meminta bantuan kepada orang lain." Jawab Bara berbisik di telingan Stevani.
Stevani yang mendengar ucapan Bara tiba-tiba cemberut, adegan itu tidak luput dari jepretan dan video ponsel.
"Aw ... So sweet!" Beberapa penggemar merasa iri dengan ke uwuan di depan mereka.
Stevani dan Bara lantas langsung bersikap canggung dan kaku, hingga Yona berhasil menerobos kerumunan penggemar.
"Maaf ya maaf, Stevani sedang ada pekerjaan di sini. Mohon untuk memberinya waktu istirahat sebentar." Ucap Yona dengan sopan di depan para penggemar.
"Tapi aku belum mendapatkan foto bersamanya!" Seru penggemar yang berada di belakang.
"Iya, saya juga!"
Banyak penggemar yang protes karena belum mendapatkan foto bersama Stevani, mereka tidak akan menyiakan kesempatan yang mungkin jarang mereka temukan.
Satu pengawal membubarkan kerumunan hingga kembali kondusif, Yona berterima kasih kepada Bara karena menjaga Stevani.
"Terima kasih sudah menjaga Stevani, Tuan." Ucap Yona sopan.
Bara hanya menatap Yona dengan datar, "Ini milik wanita itu." Ucapnya yang kemudian berbalik badan untuk memesan minuman dan camilan.
Beruntung klien nya terlambat datang karena sesuatu di luar rencama, sedangkan Jundi hanya jadi penonton, dan pengabadi moment.
"Ya ampun, Stev. Untung ada pengawal dari ayahmu." Ucap Yona dengan memberikan tisu kepada Stevani.
"Aku tidak tahu jika akam seperti itu, karena awalnya hanya dua orang saja." Jelas Stevani jujur.
"Kedepannya biarkan aku saja yang keluar, Stev. Jangan membahayakan dirimu." Ucap Yona dengan khawatir.
Stevani tersenyum hangat ke arah Yona, "Terima kasih, karena kamu sahabat terbaik yang aku miliki." Stevani memeluk tubuh Yona dengan lembut.
__ADS_1
Yona hanya tersenyum simpul dengan membalas pelukan sang sahabat, "Cepat makan dan minum jajananmu. Aku akan mengambil kostum untuk pemotretan selanjutnya." Kata Yona yang menyodorkan dua kotak kue.
"Aku akan hubungi salah satu crew untuk mengundur sesi pemotretan, kamu beristirahatlah denganku, dan makan semua yang sudah aku beli dari cafe." Cegah Stevani dengan memegang pergelangan Yona.
"Apa tidak masalah, baru kali ini kamu memundurkan jadwal Stev." Ucap Yona khawatir.
"Tidak masalah, sekali-sekali malas bekerja." Jawab Stevani dengan di akhiri tawa.
Setelah memundurkan jadwal satu jam lamanya, kini Stevani dan Yona sudah berada di lokasi kedua bernama Istana Comares (The Comares Palace). Ini merupakan bagian terpenting dari keseluruhan situs di komplek Alhambra. Karena di aula istana inilah singgasana sultan berada.
Dari segi interior, terdapat dua ikon khas istana tersebut, yaitu kolam besar yang terletak di tengah-tengah istana, bernama Arrayan (Patio de Los Arrayanes), dan Menara Comares, yang merupakan menara terbesar dari keseluruhan menara yang ada di komplek Alhambra.
Stevani bekerja dengan keras, karena sudah memundurkan jadwal dia ingin segera sesi pemotretan cepat selesai agar para crew juga bisa pulang dengan cepat.
"Bagus! Kita akan pindah ke tiga untuk sesi pemotretan terakir hari ini." Ucap sang fotografer memberikan jari jempol ke arah Stevani.
Bagian ketiga dari Istana Alhambra yang akan menjadi lokasi terakir pemotretan yaitu Istana Singa atau Palacio de los Leones. Istana Singa ini merupakan mahkota dari keseluruhan keindahan yang ada di Alhambra.
Dinding Istana Singa dipenuhi dengan dekorasi kaligrafi bercorak Kufi. Kaligrafi tersebut berisi puisi-puisi karya tiga penyair terkenal Alhambra.
Stevani bekerja dengan profesional, sedangkan Bara dan klien tengah berjalan-jalan di istana Alhambra. Mereka saat ini berada di kolam air mancur atau Patio de los Leones. Air mancur tersebut dihiasi dengan 12 patung singa yang melingkar. Dari mulut patung-patung singa tersebut akan keluar air yang memancur.
Jarak antara tempat Stevani dan Bara hanya 100 meter saja, karena lokasi mereka masih satu istana Alhambra bangunan ketiga.
Stevani yang merasa di perhatikan mengedarkan pandangannya ke suatu arah, pandangan keduanya saling terkunci hingga sang fotografer memberi teguran.
"Maaf." Ucap Stevani.
Bara yang melihat Stevani sedikit membungkuk menatap datar dan dingin ke arah pria yang memegang kamera, hingga suara seseorang yang dia kenal bersuara.
"Sunset yang indah harus di manfaatkan sebaik mungkin, misalnya foto pasangan."
__ADS_1