
Happy Reading 🌹🌹
Menyongsong hari yang baru, sejak pukul lima pagi Stevani sudah bangun terlebih dahulu dan di susul oleh Yona.
Hari ini adalah jadwal pemotretan dengan salah satu majalah internasional yang berpusat di Eropa.
"Sepertinya semalam aku terlaku banyak makan, wajahku bengkak terlalu banyak makan tepung." Ucap Stevani dari dalam kamar mandi yang tengah berdiri di depan cermin.
"Maaf, aku lupa untuk mencegahmu." Jawab Yona merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, masih bisa diakali dengan shadding di beberapa bagian wajah dan tubuhku." Kata Stevani dengan santai.
"Baiklah, kamu akan make up di hotel atau di tempat pemotretan?" Tanya Yona dengan menyiapkan barang-barang Stevani.
"Kira-kira berapa lama kita ke lokasi pemotretan? Apakah sangat cukup waktunya untuk make up di sana?" Ucap Stevani meminta pendapat Yona.
"Jaraknya cukup dekat dato hotel hanya sepuluh menit saja, aku rasa sangat lebih dari cukup Stev." Jawab Yona yang sebelumnya sudah mengecek melalui GPS.
"Baiklah, di lokasi saja make up-nya. Kamu mandilah, aku akan bersiap-siap." Kata Stevani yang keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan pakaian handuk.
Yona mengangguk dan meninggalkan barang yang sudah dia packing di atas kasur untuk mandi.
Beruntung, kedua wanita cantik itu tidak pergi ke klub malam. Karena merasa kekenyangan keduanya memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Sialnya, Stevani lah yang harus membayar semua pesanan tadi malam. Bara mauoun Jundi berlaku bergitu saja tanpa pergi ke bagian kasir untuk membayar. Benar-benar pria kikir, begitulah pikiran Stevani kepada Bara.
Stevani dan Yona kini sudah berjalan kekuar dari apartemen, dengan mengenakan pakaian panjang dan kacamata hitam keduanya begitu menawan.
Tidak membutuhkan waktu lama, lift letah sampai membawa keduanya menuju lantai satu. Keduanya berjalan dengan satu koper berukuran sedang yang tengah di tarik oleh Yona.
"Aku ingin minum kopi." Ucap Stevani pelan dengan berjalan.
"Akan aku sampaikan kepada tim agar menyediakan kopi untukmu." Jawab Yona yang merogoh saku untuk mengambil ponselnya.
"Aku ingin ice americano." Kata Stevani yang kini menghentikan langkahnya di depan pintu hotel.
Yona mengangguk anggukkan kepalanya sebagai tanda paham, kebiasaan orang Korea tidak bisa jauh dari kopi sudah mendarah daging. Di setiap sudut kota Korea banyak penjual kopi.
__ADS_1
Mobil SUV berwarna hitam berhenti di depan Stevani dan Yona, "Ini mobil kita, ayo Stev." Ajak Yona yang tengah menyerahkan koper kepada sang sopir.
Stevani masuk dan di susul Yona ke dalam mobil, Yona sibuk dengan ponselnya sedangkan Stevani kembali memejamkan kedua matanya dengan menyandarkan punggungnya.
Mobil SUV hitam perlahan bergerak meninggalkan area hotel menuju lokasi pemotretan yaitu Istana Alhambra.
Istana Alhambra terletak di titik paling strategis kota Granada. Berada pada ketinggian kurang lebih 150 meter, dari tempat ini kita bisa terlihat pemandangan seluruh kota hingga sejauh mata memandang. Luas komplek Istana Alhambra sekitar 14 hektar, dikelilingi oleh benteng-benteng dengan pola tidak beraturan.
Menempuh perjalanan kurang lebuh sepuluh menit, keduanya telah sampai di area istana alhambra. Segera Yona keluar terlebih dahulu dan di susul Stevani.
Sedangkan sopir hotel hanya membantu mengeluarkan koper saja, "Nanti akan saya hubungi jika sudah selesai." Ucap Yona kepada sopir hotel.
"Baik Nona." Ucapnya.
Seorang crew yang melihat kedatangan Stevani dan Yona segera berlari mendekat, "Selamat datang Nona, kami sudah menunggu anda." Ucapnya.
Stevani hanya mengangguk dan berjalan terlebih dahulu menuju kerumunan tim majalah tersebut, di susul oleh Yona dan satu crew di belakangnya.
"Selamat pagi, maaf datang terlambat." Sapa Stevani sopan kepada semua tim majalah.
Stevani hanya tersenyum, "Terima kasih, mohon kerjasamanya." Kata Stevani lagi.
Yona langsung menyiapkan semua peralatan make up dan juga beberapa gaun yang akan di kenakan oleh Stevani. Pihak majalan juga membawa gaun yang sudah di siapkan, karena Stevani terkadang sedikit antik dia hanya ingin mengenakan pakaian yang di inginkan saja.
Stevani segera duduk di kursi lipat, membuka kacamata hitamnya, dan siap di make up. Dengan cekatan Yona memoleskan warna warni di wajah Stevani, tangannya bergerak lincah memoles wajah cantik Stevani.
"Sudah selesai, kamu dapat berganti pakaian di kamar ganti di sebelah sana." Tunjuk Yona kepada Stevani.
"Huh, kenapa jauh sekali sih." Up Stevani dengan rasa malasnya.
Yona hanya tertawa pelan, "Apa perlu aku menyuruh crew untuk memindahkan kamar gabti itu ke sebelah sini." Usul Yona kepada sahabatnya.
"Tidak apa-apa, aku hanya malas saja rasanya hari ini." Kata Stevani dengan wajah yang memang kelelahan.
"Semangat Stev, kamu harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat jika ingin bersenang-senang di Granada." Ucap Yona menyemangati Stevani.
__ADS_1
"Apa kita tidak bisa pergi ke club malam ini?" Tanya Stevani dengan wajah memelas.
Yona menggeleng dengan tegas, "No, Stev! Wajahmu akan tampak kelelahan jika sampai begadang dan minum alkohol." Jawab Yona tegas.
Stevani bangkit dari kursinya dan berjalan menuju kamar ganti, Yona mengikuti Stevani dan menguncinya dari dalam Stevani tidak dapat berganti gaun sendiri karena out door sehingga gaun yang di gunakan cukup menyulitkan dirinya.
Pemotretan sesi pertama, Stevani harus mengenakan gaun merah terang dengan bagian leher bententuk V sampai dada.
Tidak lupa di beri aksesoris seperti sabuk untuk memberikan kesan ramping bagian pinggangnya, tidak banyak perhiasan yang dia kenakan hanya anting dan gelang.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu kamar ganti di ketuk seseorang dari luar, "Nona apakah masih lama?" Tanya seorang crew.
"Tidak, sudah selesai." Jawab Yona dengan suara agak keras.
"Baiklah." Jawabnya.
Yona merapikan kembali tatanan rambut dan juga gaun yang di kenakan Stevani, dia harus stand by agar penampilan sahabatnya selalu bagus.
"Sudah selesai, semangat!" Ujar Yona dengan mengepalkan tangan kanannya di depan.
Stevani hanya menghela nafas panjang, keduanya akhirnya keluar dengan Yona memegangi bagian ujung gaun agar tidak kotor.
"Nona kita akan pindah lokasi di bagian Mexuar, mari ikuti saya." Ajak crew yang telah menunggu Stevani dan Yona selesai bersiap.
"Apakah jauh?" Tanya Stevani yang sudah berjalan mengikuti crew.
"Tidak, kita malah berada di bagian paling dekat. Karena istana alhambra di bagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah bangunan Mexuar." Jawab crew yang ikut mebantu memegangi ujung gaun Stevani.
"Tiga? Daebak! Berarti sangat luas sekali istana ini." Ucap Stevani kagum sampai menutup mulutnya dengan tangan dan matanya membulat sempurna.
__ADS_1