
Happy Reading 🌹🌹
Kakek Santosa dan rombongan kini telah sampai di salah satu mall terbesar di ibu kota Korea Selatan yaitu Starfield Coex Mall.
Mall di Seoul Korea Selatan ini memiliki kurang lebih tiga ratus toko di dalamnya. Masing-masing toko menjual beragam barang mulai dari perhiasaan, pakaian, kosmetik, dan elektronik untuk berbagai kebutuhan. Agar para pengunjungnya semakin nyaman, Starfield Coex Mall memberikan bermacam-macam sarana hiburan dan bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu maupun pengetahuan.
Para pecinta buku akan sangat merasa senang karena Starfield Coex Mall menyediakan perpustakaan sebagai tempat untuk membaca. Di dalamnya, ada puluhan ribu buku untuk bahan bacaan dengan bermacam-macam topik dan genre.
Segera rombongan Kakek Santosa segera berkalan memasuki area mall besar tersebut, "Apa yang harus kita beli?" Tanya Kakek Santosa kepada Paman L.
"Kita membeli kue beras dulu tuan." Jawab Paman L yang mencari tahu berdasarkan pencarian di google.
Kakek Santosa segera mencati gerai yanh menjual kue beras, beruntung tidak susah dalam. Mencari keberadaan makanan khas Korea tersebut.
Pelayan dengan sopan menyambut oelanggan yang baru masuk ke dalam toko, toko dengan banyak etalase berisi beraneka ragam dan macam sirutteok.
Membuat siapa saja yang melihatnya ingin menyantap makanan imut yang lucu dan beraneka warna tersebut.
"Ada yang bisa kami bantu, Tuan?" Tanya pelayan dengan sopan.
"Siapkan kue beras untuk mengunjungi calon besan dan bungkus dengan rapi." Jawab Kakek Santosa yang tidak tahu seperti apa yang cocok.
"Baik, silahkan duduk di kursi yang sudah di sediakan." Jawab pelayan yang langsung mengintruksi rekan kerja lainnya.
Bagi masyarakat Korea makna memakan Kue beras menandakan bertambahnya usia. Terlebih bentuk serta tekstur tteok, atau kue beras, dipercaya oleh masyarakat Korea Selatan dapat membawa umur panjang, keberuntungan, kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan agar senantiasa menempel atau melekat pada setiap orang di tahun yang baru.
Menunggu dengan cukup lama hingga pesanan Kakek Santosa telah selesai dan terbungkus dengan sangat rapi.
"Berapa totalnya?" Tanya Paman L.
__ADS_1
"Lima ratus ribu won, Tuan." Jawab pelauan toko.
Segera Paman L mengeluarkam kartu sakti pemberian dari Bara untuk membeli segala kebutuhan mansion.
Setelah membeli makanan khas Korea, Kakek Santosa dan rombongan segera berjalan meninggalkan gerai kue beras untuk mengunjungi gerai lainnya.
Entah apakah bermodalkan google semuanya valid, karena kebanyakan di google hanya menunjukkan urutan saat menikah dengan orang Korea.
"Apa kamu yakin dengan ini, L?" Tanya Kakek Santosa kepada kepala pelayan yang juga tampak ragu.
"Semoga saja, Tuan. Yang terpenting tujuan kita saja." Jawab Paman L menggaruk pelipis yang tidak gatal.
Kakek Krostoff akirnya membeli beberapa barang dan makanan lagi untuk di bawa berkunjung. Setelah beberapa jam berada di mall rombongan Kakek Santosa kini menyudahi pemburuan hadiah mereka.
"Kita ke hotel, aku sangat lelah." Ucap Kakek Santosa pelan.
Paman L dan pengawal segera meluncur ke Sighniel Seoul, hotel mewah bintang lima di kota Seoul Korea Selatan.
Mobil SUV menembus jalanan ramail kota Seoul menuju hotel, selama di perjalanan hanya ada keheningan. Paman L menatao Kakek Santosa dari spion tengah.
Terlihat pancaran mata bahagia meskipun wajah tua yang kelelahan, dia harus menjaga majikannya selama Bara pergi berbisnis oh bukan membawa menantu untuk Kakek Santosa.
Mobil SUV berhenti di depan hoten setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, Paman L segera keluar dan pengawal bergegas membukakan pintu membantu Kakek Santosa keluar dari dalam mobil.
Saat akan memasuki hotel kita akan di suguhi karpet berwarna abu-abu dengan tulisan hotel dan pintu yang menjulang tinggi dengan dua petugas sebelah kanan kiri untuk menyambut tamu.
Rombongan Kakek Santosa berjalan masuk ke salam hotel, lobby hotel sangat luas memiliki banyak kursi tunggu di sana. Dengan warna yang masih senada saat di temui di luar hotel yaitu di dominasi warna coklat muda dan emas.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju bagian resepsionis untuk meminta kunci yang sebelumnya sudah melakukan reservasi secara online.
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang oetugas resepsionis.
"Saya sudah memesan atas nama Santosa." Jawab Paman L.
"Mohon tunggu sebentar." Dengan cekatan petugas mengoperasikan komputer yang berada di depannya.
"Baik, atas nama Tuan Santosa yang akan menginap selama tujuh hari. Memesan kamar grand deluxe double sebanyak empat kamar." Ucap petugas resepsionis memastikan.
"Benar." Jawab Paman L.
Resepsionis memberikan empat kartu kepada Paman L dan kemudian memanggil petugas hotel laki-laki untuk menunjukkan di mana kamar para tamu agar tidak tersesat. Masuk ke dalam lift untuk menuju lantai di mana kamar tamu berada, tidak membutuhkan waktu lama mereka telah sampai di lantai yang di tuju.
"Terima kasih." Ucap Paman L dan Kakek Santosa kepada petugas hotel.
"Kalian masuk ke kamar masing-masing letakkan kopernya di sini saja." Lanjut Paman L kepada pengawal.
Para pengawal mematuhi ucapan Paman L dan mulai berjalan menuju kamar yang akan mereka tempati, beruntung Paman L dapat memboking kamar hotel yang berdampingan agar mudah dan cepat bertindak jika ada sesuatu.
Menempelkan kartu untuk membuka kunci kamar, Kakek Santosa masuk dan di ikuti Paman L yang membawa koper sang majikan, pemandangan pertama kali yang di lihat adalah ruang tamu yang masih di dominasi warna coklat muda, terdapat satu televisi besar yang menempel di tembok. Kaca besar nan tinggi dengan pemandangan kota Seoul.
Keduanya berjalan ke arah kamar agar Kakek Santosa segera beristirahan, terlihat dua tempat tidur dengan satu lampu tidur yang berada di tengah tidak lupa satu meja kecil dengan vas bunga. Ada beberapa sofa untuk tempat bersantai dengan memandangi Sungai Han yang terkenal di Korea.
Paman L sengaja memesan dengan dua tempat tidur karena mengingat jika majikannya tengah sakit, agar dapat selalu memantaunya dia memutuskan memesannya yang sebelumnya sudah meminta izin kepada Kakek Santosa.
"Silahkan beristirahat, Tuan." Ucap Paman L dengan sopan.
Kakek Santosa mengangguk, "Kamu juga beristirahatlah, nanti sore kita akan mengunjungi kediaman calon menantuku." Jawab Kakek Santosa dengan menepuk pundak kepala pelayan mansion.
Paman L mengangguk sopan dan segera melangkah keluar setelah meletakkan koper Kakek Santosa, dia memutuskan akan menata pakaian majikannya setelah sang majikan sudah beristirahat. Paman L melangkah menuju kamar mandi yang berada di luar kamar agar tidak mengganggu yang tengah beristirahat.
__ADS_1