Cinta Di Langit Alhambra

Cinta Di Langit Alhambra
Kiss


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Mendengar ucapan pengunjung sang fotografer segera menoleh ke arah sumber suara, terlihat empat orang pria. Dua pria berusia cukup tua dan dua berusia muda, melihat ketampanan Bara membuat sang fotografer memiliki ide gila di mana semua terjadi.


Segera sang fotografer berjalan menghampiri Bara dan rombongannya dengan terburu-buru karena waktu akan malam. Stevani dan crew lain hanya memandang punggung sang fotografer dengan penuh tanda tanya.


"Maaf, apakah anda ingin menjadi model di majalah perusahaan saya?" Tanya sang fotografer yang tidak tahu latar belakang Bara.


Bara yang mendengarnya mendelik kesal, "Ti...."


"Tentu saja mau, apakah anda tahu dia adalah pengusaha muda. Dia pemilik BS Company," ucap Jundi memotong ucapan Bara.


Mendengar hal tersebut semakin membuat sang fotografer berbinar senang, mendapatkan dua ikan besar dan di satukan dalam satu frame. Benar-benar super combo komplit.


Stevani seorang selebram yang cantik dan anak konglomerat bersanding dengan pria muda karismatik pemilik BS Company. Siapa yang tidak tahu perusahaan BS Company yang berpusat di Eropa, mendengar namanya saja banyak yang ingin mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut. Memang pemimpin perusahaan BS Company jarang bahkan tidak di ketahui secara pasti siapa orangnya.


"Apa anda tidak bisa melihat, saya sedang bersama rekan bisnis saya saat ini." Timpat Bara dengan dingin.


Mendengar suara dan ucapan Bara membuat sang fotografer menciut nyalinya, Jundi berbisik kepada rekan kerja mereka. Karena kedua perusahaan sudah mencapai kesepakatan dengan hasil yang baik dan saat ini mereka hanya berjalan-jalan saja untuk menghabiskan waktu.


Klien dari Dubai terlihat mengangguk paham bahkan senyum terbit, "Oh, Tuan Bara tidak masalah kita sudahi saja jalan-jalannya hari ini. Next time kita bisa bertemu dan mengunjungi tempat wisata lainnya di Eropa atau saat anda berkunjung ke Dubai. Terima kasih untuk waktunya," Ucap klien dengan ramah dan menyalami tangan Bara.


Bara tentu merubah mimik wajahnya, bagaimanapun klien nya orang yang murah senyum dan sopan "Terima kasih, Tuan. Maaf jika belum bisa menemani anda sampai akhir perjalanan anda di Granada, secepatnya saya akan berkunjung ke Dubai." Jawab Bara tersenyum tulus.


"Tampan juga pria magpie itu saat tersenyum." Gumam Stevani dari kejauhan memandang Bara yang tengah bersalaman dengan pria keturunan Arab.


Yona memandang wajah Stevani yang terseyum bingung dan mengarahkan pandangannya ke arah di mana Stevani sejak tadi memandang pria yang Yona juga ketahui namanya.

__ADS_1


Melihat rekan bisnis pimpinan BS Company undur diri, sang fotografer kembali memberanikan diri memulai obrolan dengan Bara. "Bagaimana Tuan, apakah anda bersedia berfoto bersama model kami Nona Stevani. Karena hari sebentar lagi akan petang ini adalah sesi pemotretan terakhir hari ini." Ucap sang fotografer yang masih bersikukuh.


"Tentu ... tentu, ayo Bara kamu harus muncul di majalah karena kamu belum pernah muncul di majalah bisnis, tidak masalah masuk ke dalam majalah model untuk ibu-ibu." Bukan Bara yang menjawab melainkan Jundi dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Apa sih." Bara melepas tangan Jundi yang berada di lengannya.


Sang fotografer menatap Jundi dengan penuh harap, Jundi memutar otak hingga otak liciknya bekerja. Dengan berkacak pinggang Jundi menatap Bara penuh kekesalan, "Tuan, bagaimana anda menolak berfoto dengan kekasih anda. Sunggu pria jahat, bagaimana bisa aku bekerja dengan pria kejam dan tidak hati sepertimu!" Jundi berkata dengan seru sehingga semua orang yang berada di bangunan ketiga istana Alhambra mendengarnya.


Semua crew termasuk Stevani, dan Bara membelalakkan kedua matanya lebar. Stevani berkedip cepat seakan dirinya tengah berada di dimensi lain, hingga dia tersadar "WHAT! Kau..."


"Sudahlah Nona Stevani, kalian sedang bertengkar itu hal biasa bukankan beegitu Tuan?" Jundi kembali menyela ucapan Stevani dan meminta pendapat kepada sang fotografer.


"Jangan seperti anak kecil ya kalian, sudah cepat kalian berbaikan dengan berfoto satu frame untuk kenang-kenangan jika bisa untuk foto prewedding sekalian." Jundi memegang lengan Bara dan menyeretnya ke arah Stevani yang masih shock dengan kebohongan yang Jundi buat.


Para pegunjung dan crew bertepuk tangan dengan meriah bahkan wajah mereka sangat bahagia dengan kabar yang di buat-buat oleh asisten pribadi petinggi BS Company. Sang fotografer segera menyuruh penata rias untuk sedikit memberikan sentuhan di wajah Bara.


Jundi menelan ludahnya susah payah, baiklah dia sudah merencanakan langkah selanjutnya agar tidak tinggal nama setelah kembali dari Granada.


Stevani yang berada di samping Bara saat ini merasakan telapak tangannya sedingin es, entah kenapa dia merasa sangat gugup berbeda saat pertemuan terakir mereka. Bara hanya melirik Stevani dengan wajah datarnya, jika bukan karena mulut lemes Jundi dia tidak akan berakir dengan wanita gila yang dia temui di Granada.


Para crew dan fotografer tampak lebih semangat, bagaimana tidak memandang sepasang kekasih yang baru saja di proklamirkan oleh Jundi. Fotografer mengarahkan gaya untuk Bara dan Stevani agar terlihat intim dan mesra.


Baik Stevani maupun Bara nampak kikuk dan kaku, baru kali ini Stevani merasa mati kutu dengan patner fotonya sedangkan Bara jangan di tanya. Dia tidak suka berfoto maupun di foto kecuali saat foto keluarga yang sudah beberapa tahun lalu dia lakukan bersama sang kakek.


"Tolong lebih dekat lagi ... ya begitu! Senyum semuanya, tolong tersenyum!" Sang fotografer memberikan pengarahan gaya dengan suara yang sangat semangat.


__ADS_1


Suara kamera dan lampu blitz menyala beberapa kali, "Masih sama, tolong Stevani rangkul leher Tuan Bara. Tuan Bara lingkarkan tangan kanan di pinggang Stevani. Nah, lebih dekat tahan .... bagus!"



Tampak wajah sang fotografer sangat senang dan puas, dia bahkan berjalan ke arah pasangan korban fitnah itu dan memberikan contoh di mana Bara harus menyentuh rambut panjang Stevani dan tersenyum, tidak lupa bucket bunga putih untuk Stevani.



Kembali suara jepretan kameran dan lampu blitz mengarah kepada dua insan yang tengah menahan debaran tak menentu di dalam hati masing-masing, "Si*al kenapa dengan jantungku, jangan bilang jatuh cinta dengan wanita gila ini." Monolog Bara dalam hati.


Sama halnya dengan Bara, Stevani tengah menahan mati-matian jantungnya yang berdegup dengan kecang "Jangan jatuh cinta dengan pria magpie ini, Stev!" Ucapnya dalam hati.


Tanpa keduanya sadari, mereka menikmati sesi foto couple dadakan, Bara yang memeluk Stevani dari belakang dengan sedikit mencium leher jenjang dan putih itu, bahkan foto saat golden sunset juga ikut mempercantik foto keduanya.




"Aromanya sungguh harum." Monolog keduanya bersamaan dari dalam hati.


Entah hal apa yang membuat keduanya tidak sadar, mereka berfoto dengan saling menci*um bibir. Benda kenyal dan manis saling menyentuh dengan lembut, keduanya hanyut dalam perasaan dan suasana masing-masing, Jundi sampai melotot karena dia tidak pernah menyangka jika sahabat sekaligus atasannya berciuman dengan seorang wanita.



Bagaikan seorang netizen julid, Jundi mengabadikan moment langka itu dan saking semangatnya dia mengirimkan kepada Kakek Santosa agar dapat melihat jika Bara adalah pria normal. Yona yang melihatnya juga kaget karena dia tahu Stevani sangat sulit di sentuh oleh pria kecuali saat pemotretan yang di lakukan mengharuskannya.


__ADS_1


__ADS_2