Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Frustasi


__ADS_3

Teras Depan Rumah Lian, setelah Nata menceritakan sosok Aryo kepada Lian yang tak lain kenapa dirinya sangat penasaran dengan hubungan laki-laki tua itu dengan tante nya Lian dikarenakan ada sebuah pertikaian yang sangat mencurigai. 


Sebelumnya Nata menceritakan tentang kelicikan pak Aryo, yang dimana pernah menipu perusahaannya dengan menggunakan penyamaran, walaupun Aryo gagal akan tetapi dia tidak pernah menyerah, bahkan Aryo bisa dibilang sangat pintar dalam memanipulasi keadaan, dan semua jejak kejahatan hilang dengan waktu yang tidak lama sehingga Nata tidak memiliki bukti nyata. 


Sekarang Aryo sedang berusaha mengambil hati Nyonya, dimana Aryo kini menjalin hubungan asmara untuk merayu nyonya agar dirinya bisa bekerja sama dengan perusahaan PT Cahya Winata, dan saat ini pak Aryo mendapatkan posisi yang sangat baik dihati nyonya sebagai kepercayaannya. 


Setelah Lian mendengar cerita itu … betapa dirinya sangat terkejut, dan wajar saja jika pak Aryo meninggalkan tantenya, karena pak Aryo hanya ingin kekayaan dan saham keluarga Berlian yang di pegang dan di besarkan oleh tantenya. 


Kini giliran Lian yang menceritakan latar belakang pak Aryo dengan tantenya. Bahwa dulu mereka adalah sepasang kekasih yang sangat romantis, bahkan tidak di percaya jika sosok Aryo adalah pria bejat, dan licik. Di saat satu bulan lagi mereka akan menikah, musibah datang kepada keluarga Berlian yang menghabiskan segala aset kekayaan untuk menolong perusahaan Aryo juga nyawa Kakek Lian, walaupun pada akhirnya tidak bisa tertolong. 


Disaat aset Berlian bisa menolong perusahaan Aryo disitulah pengkhianatan Aryo kepada tante juga keluarganya. Pernikahan dibatalkan dan yang paling menyakitkan adalah Aryo mengambil anak nya serta mengancam akan membunuh Brama Aryo Nathan dalam usia 0 bulan, jika tantenya membawa hal ini kepada hukum. 


Setelah tiga tahun berlalu Aryo menghilang dan tidak tahu dimana, tante ku bertemu kembali dalam pertemuan itu tante minta untuk di pertemukan dengan anaknya, namun sangat disayangkan karena Aryo mengatakan "Tidak lagi dengan dirinya, anak itu sudah hilang." dan Aryo tidak pernah terlihat dimana pun. 


Setelah mendengar semua itu, kini Nata kembali teringat kejadian semalam diantar Bubu dengan Aryo yang sepertinya memiliki hubungan spesial. 


"Li gue mau tanya anak tante lo itu terlahir kali menggunakan apa atau selimut dengan motif apa? Bajunya?" tanya Nata dengan penasaran. 


Lian pun pergi mengambil foto yang pernah dia miliki sebelum Brama Aryo Nathan di culik. Betapa terkejutnya Nata dengan foto yang dikerahkan oleh Lian, ternyata saat Bubu ditemukan menggunakan selimut yang sama. "OK kita harus tes DNA Aryo dengan Bubu." 


Mereka berdua pun merencanakan strategi untuk membongkar kelicikan Aryo, juga menyelamatkan PT Cahya Winata dari tangan Aryo. 


Lian kini terlihat diam setelah diskusi mengenai rencana mereka, bukan lagi memikirkan hal itu, tapi dirinya harus bisa waspada dengan Nata yang sedang menatap dengan tatapan tajam. Karena Lian sangat percaya kepada apa yang dikatakan sahabatnya maka dia mencoba berhati-hati dan menjauh dahulu dari Nata.


......................

__ADS_1


Sudut Pandang Nata. 


Sungguh hari ini sangat melelahkan, akan tetapi semua terasa terobati hanya dengan memandang Lian. Mata ini tidak bisa jauh jauh dari dirinya, saat lo menjelaskan … pikiran ini tidak terpaku kepada opsi-opsi penyelesaian itu namun hanya pada ekspresinya. 


"Jadi gitu Nat." ucap Lian sambil meletakkan pulpen di meja, dan gue hanya mengangguk seraya mengerti, namun sebaliknya ia tidak sama sekali memperhatikan apa yang dikatakannya. 


"Hari ini tidak pernah aku duga, ternyata … permasalahan kita ada keterkaitanya, Tuhan tidak pernah salah mempertemukan aku dengan kamu jika tidak ada tujuannya." lanjut Lian. 


"Ya, gue aja masih terheran-heran." jawab gue sambil meraih pulpen di meja. Hari ini memang tidak terduga! Semua permasalahan ini terasa mudah, Tuhan memberikan jawabanya. 


Tapi kenapa sekarang Lian malah terdiam dan sangat misterius, apakah dia masih marah? Seharusnya sih tidak, karena sudah dimaafkan. "Li?" tanya sambil tersenyum, namun sayang Lian tiba-tiba saja berdiri dan mengatakan. "Sudah cukup, kita bicarakan besok." sambil pergi begitu saja. 


Sungguh sangat misterius sekali. Tangan ini tidak bisa membiarkan Lian pergi dan gue meraih lengan nya menghentikan dirinya melangkah. Gue berharap dia mau berbicara kembali. 


"Ya betul sekali, tapi gue mau tanya?" sebelum gue bertanya kepada Lian, ia dengan berani memotong pembicaraan gue.


"Lihat lah waktu di jam mu! Bukan kah kamu sangat menghargai waktu mu, dan aku bukan robot, aku butuh istirahat." ucap Lian sambil pergi dan menutup pintu rumah tanpa mengucapkan kata apa pun. 


Bagaimana rasanya? Ketika seseorang yang biasanya sangat perhatian kepada lo kini tiba-tiba berubah menjadi dingin! Bahkan dia malah seperti menjauh, kini gue berpikir apakah Lian masih marah, kecewa dengan apa yang telah di katakan pagi hari.


Lalu bagaimana dengan rasanya saat lo melihat dirinya malah mengangkat telepon dari seseorang lelaki.


"Ya halo Gala, ada apa?" kata Lian sambil memegang ponselnya.


"Hah? Rindu...." jawab Lian.

__ADS_1


Ketika gue mendengar itu betapa sangat marah diri ini namun tidak dapat menghentikan Lian. Entah lah kenapa gue merasa tidak suka jika Lian dekat dengan Gala. Gala orang yang gue curigai ada kaitannya dengan kematian Liana kini malah menggoda wanita yang gue suka! Betapa bertubi-tubi diri ini ingin menghajar Gala.


Sekarang gue tahu kenapa Lian tidak terima dengan tuduhan gue kepada Gala, karena Gala merupakan cowok yang sedang dekat dengan Lian, kemungkinan Lian juga menyukai Gala, karena itu dia memilih berbicara dengan Gala dibandingkan gue!


Tidak bisa dibiarkan, gue harus segera mengatakan bahwa gue menyukainya ... akan tetapi, jika gue mengakui diri ini menyukai nya sangat tidak mungkin. Tidak tidak dia kan seorang pelayan jika media tahu maka eputasi gue bisa hancur.


"Aaah!" teriak gue dengan reflek membuat Lian melirik dan terkejut karena melihat gue kesakitan sambil meniup tangan kanan. Namun Lian tanpa acuh melihat gue merintih kesakitan dia malah menutup pintu dan pergi kedalam tanpa bertanya?


......................


Pukul 02.00 WIB Nata pun sampai di rumah, dan dia pergi kekamarnya dengan wajah yang penuh amarah.


"Aaah kenapa sih! Gue jadi begini." ucap Nata sambil membuka dasi, wajah nya nampak sengit kini dirinya merasa frustasi sambil mengacak acak rambut dengan kedua tangan nya.


"Liana ... Gue kangen sama lo." Nata sambil meneteskan air matanya.


"tapi lo tahu saat ini gue merasa khawatir, jika Lian menyukai Gala, dan jika Gala benar ada kaitannya dengan kematian lo, gue pasti sangat hancur! Dan Lian pun sangat hancur!"


"dan gue gak akan pernah biarkan Lian jatuh cinta kepada Gala"


Message, Nata pun mengirimkan sebuah pesan kepada Lian.


Nata : Lian jangan lupa besok kita bertemu di tempat yang sama.


Namun pesan yang dikirimkan oleh Nata hanya di baca oleh Lian, dan hal itu membuat dirinya merasa kesal, tapi apa daya ia sangat gengsi untuk mengirimkan pesan kembali agar Lian membalas, dan dirinya juga tidak ingin jika nanati malah terjadi pertikaian diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2