
Tiga hari kemudian, Nata dan Lian sudah tidak pernah bertemu atau pun membahas tentang misi mereka untuk mengungkap kasus kematian Liana serta mengungkap kejahatan pak Aryo. Bukan Lian tidak menanyakan hal itu akan tetapi Nata yang tidak pernah lagi membalas pesan Lian, dia juga menyampaikan pesan untuk tidak lagi menanyakan misi itu karena dirinya sendiri yang akan mengungkap serta dirinya dengan sombong mengatakan
“ Tanpa ada lo, gue bisa menyelesaikannya.”Nata menampar dengan kata-kata nya.
Ketika itu Lian bertemu tidak sengaja di Cafe London, di mana Nata sedang melakukan meet great yang diadakan oleh para fans Della juga Nata, pertemuan itu dinamakan dengan sebutan ‘Meet great Pudell (Putra & Della)’ acara itu merupakan acara CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) dan Lian hanya bisa melihat acara itu dari kejauhan, sebab dirinya tidak di izinkan mengikuti acara itu oleh Anggara.
......................
Taman Bunga Anggrek Cafe London, sore itu memperlihatkan Lian sedang menyiram bunga-bunga, bersama Anggara dan kejadian itu terlihat oleh Nata hingga dirinya merasa kesal. Walaupun Nata berusaha tidak peduli tetap saja pikirannya hanya tertuju kepada Lian hal itu membuat dirinya diam-diam memerintahkan tugas kepada tangan kanan nya untuk memata-matai Lian.
“Si bos ada-ada saja, masa gue harus melakukan mata-mata.” ucap Aldi sambil melihat Lian dari kejauhan. Dirinya mulai meliaht kedekatan diantara mereka. “Loh! bukan kah itu Angga ?” lanjut Aldi terkejut melihat Anggara.
“Tapi apa benar dia Angga, ya! Internet gue harus nyari siapa laki-laki itu, nampak dekat sekali dengan Lian.” Aldi sambil mencari tau siapa CEO Cafe London. Namun dia belum sempat mendapatkan data-data nya karena harus kembali memantau Lian yang pergi entah kemana.
......................
Dapur Cafe London, “Ternyata Lian ada di sini, sekarang bertemu dengan Gala.” ucap di dalam hati Aldi sambil mengintip di celah-celah kaca. Bangunan dapur itu tampak transparan menggunakan kaca yang memiliki celah motif bunga.
In sting Lian sangat kuat, dirinya merasa ada seseorang yang secara diam-diam sedang memantau. Mata Lian pun melirik dengan tajam ke setiap sudut ruangan dan hal itu membuat Gala ter heran-heran. “Kenapa Li?” tanya Gala penasaran.
Dengan segera jari telunjuk Lian menghampiri bibir Gala. “Sut! Diam.” dan tak lama terdengar ada suara seseorang dibalik kaca. “Maaf Maaf saya tidak sengaja.” suara laki-laki itu tak lain adalah Aldi yang tidak sengaja bertabrakan dengan pelayan, dan dengan segera Lian keluar untuk melihat siap suara laki-laki itu, Lian sangat berharap laki-laki itu masih ada di tempat.
......................
Ternyata sangat di sayang kan orang itu sudah tidak ada ditempat itu, akan tetapi Lian berhasil mengetahui pelayan yang mungkin saja tadi bertabrakan. “Le, Le tunggu ....” Lian menghentikan langkah kakinya. “Naon tah?” tanya Le pelayan laki-laki. “Tadi menabrak seseorang?” ujar Lian sambil matnya melirik dengan cepat kesegala arah.
“Ya, tadi ada cowok yang tidak tau tuh mau ngapain dia, seperti sedang ....” jawab Le sambil berpikir karena dia lupa tentang bahasa apa yang pas untuk di artikan dengan kejadian tadi.
“Sedang apa Le?”
“Aduh kue kue.... "
" Kue apa?" Lian kembali tanya
"Heleh lupa aku poho ... kata-katanya itu loh” Le kesulitan untuk menjawab, dan akhirnya Lian pun mengangguk seraya mengerti, dan sebenarnya dirinya sama sekali tidak mengerti apa maksud Le.
__ADS_1
Ketika Lian hendak pergi mencari laki-laki itu Gala pun memanggil. “Li, mau ke mana kita jadi kan pulang bareng?” tanya Gala dan menghentikan langkah kaki Lian, Lian pun melirik Gala. “Ya ayo kita pulang.”
......................
Disudut dinding, terlihat Aldi sedang menghembuskan napas lega. “Untung aja gak ketahuan.”ucap sambil kembali melakukan aksinya untuk mengikuti Lian dan Gala.
......................
Parkir Mobil, Anggara melihat Lian sedang berjalan bersama. “Itu kan si Lian! Apa dia mau pulang bareng sama Gala?” ucap Anggara sambil berjalan menemui mereka berdua.
“Hey hey hey! Kalian ... tunggu.” lanjut Anggara sambil meraih lengan Lian. Kejadian itu di saksikan oleh Aldi, hingga membuat Aldi meyakini jika laki-laki itu juga menyukai Lian, dengan begitu dia cemburu dan langsung menghentikan Gala.
“Sayang gue gak bisa dengar apa yang mereka bicara kan, dan hanya bisa memotret.” ucap Aldi sambil foto mereka bertiga.
“Pak... tumben, ada apa pak?”tanya Gala kepada Anggara.
“Lian hari ini pulang sama saya, soalnya saya mau mengajak dia makan mala sudah 2 pertemuan dia tidak makan bersama keluarga saya, dan itu bisa merusak persahabatan antara saya dan dia! MENGERTI ?” jawab Anggara menjelaskan dan menegaskan.
Lian mendengar hal itu langsung melirik Anggara, “Tapi, Ga...” sebelum Lian menjawab Anggara langsung menarik Lian dan membawanya ke mobil miliknya.
“Ayo....”
Di dalam mobil Lian tidak hanya diam dia menanyakan tentang sikap yang tidak biasanya. “Kenapa kamu melakukan itu?” Anggara hanya diam dia pun menyalakan mesin mobil.
“Angga, aku bertanya... bukan kah kamu menyuruh aku melakukan pendekatan untuk manfaatkan situasi Gala.”
Anggara pun menganggukkan. “ Ya! Tapi kalau kayak begini caranya, yang ada lo jatuh cinta beneran.”
“Seharusnya kamu percaya sama aku Angga.”
Anggara melirik Lian sambil tersenyum jutek. “Gue gak yakin, karena Gala itu tulus mencintai lo dan lama -lama lo nyaman terus lo cinta deh itu tidak lama lagi perasaan lo seperti itu.” ujar Anggara menjelaskan.
“Tidak seperti biasanya, dulu kamu selalu percaya sama aku.”
“Begini ya Li, hati lo itu sangat lembut dan lo tidak mungkin jika tidak merasa nyaman dengan ketulusan Gala selama ini.” mendengar pernyataan itu Lian pun terdiam.
__ADS_1
“Wajar jika akhir-akhir ini gue possessive.” lanjut Anggara.
Ketika di perjalanan mereka menjadi diam, Lian pun terus melihat ke arah luar dari jendela mobil, dan ketika itu dirinya merasa heran akan mobil merah yang dari tadi seperti sedang mengikuti mereka, Lian pun teringat dengan kejadian di Cafe London dengan segera menyeru Anggara berhenti sejenak.
“Ga, coba lihat mobil itu.”
“Sepertinya mobil itu sedang mengikuti kita, Ga kita berhenti sejenak biarkan pergi jauh dahulu.” pinta Lian. Anggara melihat jam di tangan nya, dan dia tidak menghiraukan apa yang dikatakan sahabatnya itu.
"Jangan mudah mencurigai seseorang!" tegas Anggara.
......................
Cafe Asteroid, pukul 17.26 mereka pun sampai di cafe yang sudah di pesan keluarga Anggara. Lian pun bertanya-tanya sebenarnya ada apa, karena baru kali ini mereka mengajak Lia dan tantenyan makan di luar. Cafe Asteroid merupakan salah satu tempat favorite para andara.
"Oiya Li gue lupa, kita ke mall sebentar." ucap Anggara ketika Lian hendak turun dari mobil.
Di perjalanan Lian masih belum bisa menebak ada apa sebenarnya, bahkan Anggara tidak mengantar pulang terlebih dahulu, yang mana Lian di ajak ke mall sekedar mengganti pakaian." kenapa tadi tidak antar aku pulang saja dulu." tanya Lian sambil memegang dress yang sudah di pilih Anggara.
"Nyokap dan bokap gue mau melihat dirimu itu berbeda, enatah lah gue juga tidak mengerti, apa yang sedang terjadi!."
Hal yang tidak di duga oleh Lian Karen dia bisa mengetahui siapa laki-laki yang sedang mengintai dirinya, dengan segera Lian mengubah perhatian Anggara, dan dirinya pun segera mengejar laki-laki itu.
" Aku ke toilet bentar. "
......................
Lian yang cerdik dengan mudah mengetahui Aldi yang selalu ada membuntuti ke mana dia pergi.
Tangga Darurat. Empat belas menit Lian mengejar pengintai dan akhirnya mendapatkan laki-laki itu dengan mudah. "Sangat mudah! Bahkan wajah mu harus babak belur." ujar Lian sambil menyudutkan laki-laki itu di anak tangga.
"Jadi pak Aldi? Kenapa Nata melakukan ini!"
......................
Jl. Sukasari no 35
__ADS_1
Ketika Lian sudah mengetahui dia pun pergi untuk menemui Nata, tentunya membawa anak buahnya itu untuk menjelaskan semua dan menanyakan apa yang dicari Nata sehingga mengerahkan anak buahnya uantuk memata-matai. "Nih aku serahkan pak Aldi." ucap Lian sambil menatap Nata dengan tajam.
"Kenapa kamu melakukan ini?" lanjut Lian bertanya.