Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Wanita Tangguh


__ADS_3

Hari ini Lian dijemput oleh Gala Sentosa, kedekatan Lian dan Gala hanya sebatas teman atau lebih sering disebut rekan kerja. Lian selalu menganggap apa yang Gala lakukan untuk diri nya semata-mata hanya peduli sebagai rekan kerja. Lian juga sering menganggap bahwa Gala tidaklah serius dengan apa yang sering di katakan kepada nya, melainkan candaan. 


Seperti halnya waktu tadi, Lian menganggap pujian Gala hanya sekedar menghibur atau membuat dirinya merasa senang. Padahal apa yang dikatakan Gala adalah kejujuran dari hatinya. 


"Li …" 


Terdengar sebuah lagu dari mobil itu, Angga Chandra.


Sampai Tutup Usia


Sampai aku tutup usia


Kan ku jaga hatimu sampai aku tua


Walau keriput di pipimu terlihat


Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat


Lian pun melirik Gala, kini dia terpikirkan akan pernyataan Anggara tentang Gala yang memang cinta kepadanya. Begitu ketika dia melihat tatapan yang diberikan oleh Gala membuat suasana menjadi canggung bagi dirinya, entah harus bagaimana Lian mencairkan suasana itu agar tidak membuatnya tegang. 


"Apa yang harus aku lakukan, dia menatap ku tidak biasa." bisikan hati Lian.


"... Li, apa kah kamu."


"Ah sialan mobil malah mogok." dalam hati Gala.


Mobil yang tiba-tiba saja mogok, membuat Gala tidak sempat untuk mengungkapkan perasaan nya. Kejadian itu juga membuat Lian lebih tenang walaupun Lian tahu bahwa dirinya saat ini  sedang ditaksir seseorang, dia juga mulai membatasi diri dengan Gala, kedekatan yang biasanya kini mulai berubah perlahan-lahan. 


Walaupun Lian tetap tampak biasa si ceria, dan baik hati akan tetapi kini  tidak lagi lebih dekat dengan Gala, bahkan membatasi pembicaraan yang bisa membuat Gala terbawa perasaan. Lian tidak seperti biasanya yang memberi perhatian kecil. 


"Gimana, udah bisa?" Lian berkeringat, namun dia langsung mengusap sampai tak ada yang basa di wajah dan lehernya. Dia pun masuk kedalam mobil dengan wajah ceria.


"Makasih Li, udah bantu...." ujar Gala sambil memberikan air minum.


"Sorry ya." lanjut Gala meminta maaf, wajahnya penuh dengan keringat tapi Lian tidak memberikan perhatian sekecil apa pun bahkan dia cuek ketika Gala mengambil tissue.


......................


Setelah perjalanan tadi kini mereka berdua sampai di Cafe pukul 07.10 suasana pagi itu menjadi kurang baik bagi mereka berdua. Gala merasa malu akan kejadian mobil tuanya yang harus mogok, dan bukan hanya itu saja Lian terpaksa harus mendorong mobil itu kurang lebih lima ratus meter. Kejadian itu membuat diri Gala merasa bersalah, dia yang menawarkan tumpangan namun Lian harus merasakan apes akibat si mobil tua, karena hal itu juga dirinya tidak bisa mengungkapkan perasaan kepada Lian. 


Sedangkan Lian sebenarnya merasa baik-baik saja dengan kejadian tadi, yang membuat dirinya merasa canggung adalah perasaan Gala yang sudah diketahui oleh dirinya. 

__ADS_1


Ketika Lian hendak masuk ke Café Gala menarik lengan Lian, dirinya pun meminta maaf akan kejadian tadi. Raut Gala sangat cemas dan merasa malu hingga seperti adonan donat, "Li, maafin gue ya." 


"Sumpah gue malu, gue ngerasa gak enak sama lo … Li …." lanjut Gala dan sebelum dirinya menjelaskan, Lian langsung tersenyum layaknya kejadian mendorong mobil bukan lah masalah, Lian juga mengerti akan situasi itu. 


"Hey! udah kayak siapa aja sih Ga, santai aja …."


"Makasih ya Li, tapi lo gak akan kapok kan kalau gue ajak lo jalan lagi?" 


"Masa gitu aja kapok." jawab Lian menuju dapur. Kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian apalagi terhadap penampilan yang berbeda dari Lian yang cantik tidak biasanya, juga semua karyawan mengira bahwa Gala dan Lian memang sepasang kekasih. 


"Wah ada yang baru ni?" celetuk salah satu karyawan sambil melirik kepada mereka berdua. 


Lian pun tersenyum dan menghampiri mereka. "Apa tuh yang baru Mi?" tanya Lian sambil memakai 


"Maneh\= kamu jadian kan?" tanya chef Al kepada Gala. Gala hanya melirik lalu menggelengkan kepala seraya menolak pernyataan, dirinya pun pergi ke dapur. 


"Kita lebih dukung lo Ga! Jangan menyerah mendapatkan hati Lian." ucap temannya sambil kembali ke pekerjaan masing-masing. 


Semua orang lebih mendukung Gala dengan Lian, dibandingkan CEO PT Cahya Winata yang kini banyak berita tentang kedekatan dengan Lian. Mereka sudah tahu sejak awal Lian bergabung di Café London Gala memang telah tertarik kepadanya, hal itu karena Gala lebih sering memberikan perhatian kepada Lian serta mencari pendekatan. 


......................


Alur Cerita Mundur, di hari pertama Lian bekerja di Cafe London, dia dikenalkan oleh Anggara yang merupakan sahabat sejak kecilnya. Oleh nya dikenal a great kepada semua rekan, dan salah satu diantara mereka tak lepas mengamati Lian yang sangat unik bagi orang itu. Lian selalu terlihat ceria seperti mentari bersinar di pagi menerangi bumi. 


Ketertarikan itu mungkin cinta pada pandangan pertama. Mata pria yang bernama Gala tak lepas untuk mengikuti kemanapun Lian pergi, Gala juga selalu mencari celah untuk lebih dekat dengan Lian, walaupun Lian tidak mengerti tujuan Gala. 


"Li, lo unik banget… gue senang bisa ketemu dan kenal diri lo." ucap Gala, mereka sedang menikmati bekal bersama di taman belakang. 


Terlihat setiap pagi sebelum jam kerja, Lian mengawali dengan menikmati sinar pagi di taman bunga anggrek cafe london . Dia memejamkan matanya dibawah sinar sambil tersenyum. Senyuman Lian selalu membuat seseorang itu tak lepas memandang, dan ikut tersenyum. 


Kini Gala meningat saat Lain sedang tersenyum mengantarkan pesanan, wajah dan senyumnya begitu indah, Lian terlihat lembut dan sopan. Kata seseorang yang suka mengamatinya dia adalah sosok wanita pembawa kedamaian. 


Serta, Lian adalah wanita pemberani yang tangguh seperti hari itu dimana dia membantu satpam melawan para preman di depan Cafe dengan berbagai jurus bela diri. 


......................


Alur cerita maju, di ruang CEO tepat pukul 14.35 WIB Lian pergi menemui sahabatnya untuk izin keluar, dan tidak bekerja penuh. Didalam ruangan itu Lian tidak henti membujuk sahabatnya agar dapat pergi bersama Nata. Anggara biasanya tidak pernah melarang Lian jika ingin keluar akan tetapi untuk kali pertama dia pun melarang Lian hal itu karena Anggara merasa khawatir akan terjadi sesuatu.


"Gue tau lo wanita tangguh, tapi gue khawatir nanati lo malah di jahatin sama netije atau sama fans nya Della, bahkan bisa aja lo di kejar media terus terjadi sesuatu deh. Gue gak mau dah lo pergi!"


"kalau si Putra kesini it's Ok, tapi kalu lo yang kesana atau janjian di tempat A gue gak ijinkan lo pergi."

__ADS_1


"Ya... aku coba tanya." Lian sambil memeluk sahabatnya.


......................


Terlihat Della sedang menunggu Putra meeting, dia tidak sabar ingin bertemu sehingga dirinya pergi ke ruangan Putra. Sambil melihat sekeliling ruangan dia menemukan sebuah foto yang terpajang tak lain adalah 'Liana' hal itu membuat dirinya sangat kesal, dan dia pun membuang foto itu ke tempat sampah.


"Gue harus ganti semua foto yang terpajang menjadi foto gue."


Setelah beberapa menit akhirnya pesanan foto yang Della tunggu datang dengan cepat, tidak menungu lama dia mengganti foto Liana. "Nah ... kalau seperti ini Putra hanya mengingat aku." ucap sambil duduk di sofa.


Saat Putra Cahya Winata masuk kedalam ruang kerjanya dia nampak terkejut melihat Della yang sudah ada di ruangan nya. "Della?" ucapnya sambil berpikir kenapa Della berani masuk, dan betapa marahnya ketika melihat foto yang terpajang adalah foto Della bukan Liana.


"BERANI BANGET YA LO! GANTI FOTO LIANA."


"NGAPAIN LO GANTI!"


Della pun mencoba menenangkan Putra, dia membujuk untuk tenang dan duduk terlebih dahulu. "Hey tenang dulu please! Sekarang lo duduk dulu ya ayo."


Della berhasil membujuk dan menenangkan Putra Cahya Winata, dia akhirnya membiarkan foto Della yang terpajang. Hal itu karena Della membuat perumpamaan jika foto yang terpajang adalah Liana itu akan membuat dirinya sulit move on dan tersakiti.


"Terimakasih ya Pu." ucap Della sambil memeluk Putra, karena Putra tidak nyaman dengan Della dia pun melepaskan pelukan itu.


"Kenapa sih Putra gitu banget." bisikan hati Della, dia terlihat kesal wajahnya jelek sekali cemberut-cemberut manja.


......................


Della dan Putra kini pergi keluar bersama namun keberadaan Della tidak dia hiraukan oleh Putra. Perlakuan itu membuat Della marah, kesal, emosi, tapi penasaran tentang Putra, maka dia perintahkan anak buah nya untuk mengikut kemana Putra pergi, dan ketika Della mengetahui bahwa Putra pergi ke Cafe London untuk menjemput pelayan wanita yang bernama Lian membuat nya marah besar seperti nenek lampir.


Karena marah besar Della pun memerintahkan anak buahnya untuk menculik Lian, itu adalah salah satu cara menurut dirinya yang paling baik.


Mobil yang dikendarai oleh Nata pun dihadang geng motor yang tidak lain adalah anak buah Della.


"keluar lo" perintah para preman itu.


Nata merasa heran bagiaman bisa dia dihadang oleh para preman, dan kenapa harus dirinya yang dihadang. Saat ini Nata tidak tahu harus melakukan apa dia pun keluar dengan Lian.


"Kalian mau duit kan? Ambil ni." seru Nata kepada preman sambil memberikan cek sebesar sepuluh juta. Namun mereka malah menarik Lian sehontak Nata langsung menyerahkan jam tangan dan kunci mobil nya sayang mereka tetap menolak. Ketika Lian hendak di bawa oleh preman dengan berani ia pun melawan.


Lian mengunakan bela diri tradisional yang tidak lain adalah pencak sila, kini Lian melakukan kuda kuda dan teknik arah mata angin saat itu juga Lian melakukan pukulan kepada preman, tidak mau kalah preman preman itu pun menyerang Lian juga Nata.


Betapa panik nya Nata, akan tetapi Lian terlihat santai dan tetap fokus melawan dia pun melakukan tendangan melingkar serta tangikisan, sangat luar biasa Lian berhasil melawan para preman itu dengan jurus kuanto. Akhirnya mereka pergi dan tidak berhasil membawa Lian.

__ADS_1


Nata sangat terkagum-kagum, namun dia juga harus kembali mengingat sosok Liana yang juga si wanita tangguh dengan bela dirinya. Liana memiliki keahlian di taekwondo.


__ADS_2