
Sudut pandang Eliza Bunga Berlian (Lian) ketika perubahan itu datang kepada Nata, kini hatiku bertanya-tanya jika Nata sudah menerima tentang ba Liana dan dia juga belajar dari semua yang telah terjadi selama ini, Apakah mungkin saat ini Nata sudah bisa menerima aku di hatinya?
"Nat, apa kamu sudah bisa mencintai aku?" aku bertanya-tanya, ketika aku melihat cermin di kamar ku enatah kenapa aku merasa berkecil hati. Walaupun aku tahu bahwa Nata akan menikah dengan ku, tapi apakah Nata bisa mencintai aku?
"Ba Lian?" terdengar suara anak kecil di balik pintu kamar dan membuat aku tersadar dari semua pikiran ku, ya! Hampir saja aku lupa bahwa hari ini di rumah ku akan ada acara makan malam dengan keluarga sahabat ku Anggara, walaupun dia sudah berkeluarga tapi makan malam ini sangat terjaga sampai samapi sudah seperti kebudayaan antara keluarga ku dan keluarga Anggara.
Di acara makan malam itu aku juga mengundang Nata, bagaimana dia pasti sangat kesepian walaupun disana tidak sendirian tapi yang namanya para asisten rumah tangga kebanyakan sungkan dan tidak begitu mengurus keadaan majikannya.
Message.
Nata : Li, lo lagi senang tidak mmm gue butuh tmn ni.
Nah kan benar kata ku, Nata malam ini sedang kesepian dan butuh hiduran atau teman.
......................
Makan malam, suasana di rumah ini sudah ramai apalagi ada baby Kania anak nya Dewi dan Anggara yang super pinter mengoceh dan ocehan nya itu membuat kita seakan mengerti apa yang di maksud. Tidak pernah aku sangka bahwa Nata sangat menyukai anak-anak bahkan anak-anak itu sangat suka bersama dengan Nata, mereka terlihat akrab Bubu dan Kania tidak mau jauh dari Nata.
"Wah sudah cocok ni jadi ayah." ujar Dewi yang melirik ku hingga aku hanya bisa tertawa.
"Kenapa kamu melirik ku?" aku bertanya. Nata memang akan menjadi suami ku tapi aku tidak akan secepatnya apalagi memeinta Nata menikahi aku, dia harus bisa menerima aku sepenuh hatinya jika tidak bukan hanya Nata yang tidak bahagia aku juga merasa bersalah.
"Tapi aku percaya kamu akan mencintai aku." ucap di dalam hati. Aku melihat reaksi Nata ketika Dewi mengompori dirinya di sana terlihat jelas bahwa Nata mungkin belum mencintai aku sebab dia hanya diam dan tersenyum kecil, hanya itu respon dari Nata.
......................
Setelah makan malam selesai, Nata mengajak aku untuk pergi keluar mencari udara sejuk dan dia mengajak aku ke dataran tinggi di jalan Bukit Tulis yang mana jalan itu melewati tol km 75 bekas kecelakaan ba Liana, aku melihat Nata balik baik saja, dia mengendarai dengan santai bahkan mengajak aku untuk mengirimkan doa yang di tujukan kepada ba Liana.
__ADS_1
"Li, kita akan melewati tol km 75 (menoleh) kita berdoa ya untuk Liana."
"Iya Nat." jawab aku sambil menengadahkan kedua tangan, meminta kepada seng pencipta agar ba Liana bisa merasakan doa yang telah kami panjatkan.
......................
Sesampai di Bukit Tulis aku pun di tuntun oleh Nata dan kita duduk di sebuah tebing batu yang menghadap ke pemandangan malam yang indah, bahkan sangat romantis. Nata juga menghela napas lega, dirinya berteriak "AAAA AAAA." setelah berteriak dia tertawa sambil melirik ku dan berdiri melentangakan tangan.
"LIAN! TERIMA KASIH." teriak Nata membuat aku tersipu malau, aku pun tersenyum kepadanya.
Perasaan ini sangat ingin di ungkapkan, tapi aku tidak mungkin mengatakan nya kembali jika aku mencintai Nata. Ya! Aku hanya bisa menunggu dirinya, huh kenapa malma ini aku malah berharap jika Nata mengatakan cinta. Suasana malam ini juga di temani bulan dan bintang bahkan lebih indah dari biasanya karena bulan terlihat terang dan bulat.
Nata mengajak ku berdiri, dirinya meraih kedua tangan ku dan kita saling berhadapan. Lagi-lagi harapan itu terus mengatakan "Seandainya malam ini Nata mengungkapkan isi hatinya kepada ku, aku pasti akan bahagia." ucap ku di dalam hati.
"Lian?"
"Ya Nat?"
"Ya Nat."
"Gue sangat bersyukur, ketika bisa menikmati semuanya dengan lepas." Nata terlihat sangat bahagia dan hari ini untuk pertama kalinya aku melihat Nata riang dengan lepas selepas lepasnya.
Malam ini angin menggoyangkan semua, udara sejuk! Tapi ini adalah angin malam, yang mungkin tidak begitu baik namun memang tidak bisa di pungkiri keindahan nya, juga susanan di sini sangat nyaman bahkan bisa membuat kita fresh! Aku tidak tahu bahwa Nata memiliki tempat sederhana namun jika di jika di nikmati tiada tara keindahan juga suasananya.
"Lo tahu Li, tempat ini adalah tempat kesukaan Liana!" Lanjut Nata dirinya mengingat momen bersama Liana. Ok ternyata dugaan ku salah, aku pikir ini adalah tempat yang biasa dia kunjungi dan dia menemukan tempat ini. Emm ternyata tempat ini dari ba Liana, aku baru sadar bahwa ba Liana memang penikmat semesta sama seperti ku.
Mungkin saja ba Liana juga menyukai hujan, dan menyukai apa yang juga aku sukai. Jika ku pikir kembali memang banyak kemiripan antara aku dan Ba Liana, Emm kenapa tiba tiba aku jadi badmood. Ah! Lian kamu tidak perlu merasa cemburu atau bt karena memang nyatanya benar jika Nata mencintai aku karena satu alasan.
__ADS_1
Begitu jika menikah, kemungkinan besar Nata menikahi aku Karen permintaan terakhir dari Nonya. Emm Tuhan kenapa ini harus terjadi kepadaku, Tuhan engkau yang maha kuasa atas segala sesuatu dan engkau pemilik hati yang bisa membolak-balikan tolong hamba mu ini, kuatkan aku dalam menghadapi perasaan ini, dan ijinkan aku untuk mendapatkan posisi di hati Nata.
"Li?"
"Ah... iya Nat, kenapa?" aku kaget ketika Nata memanggil ku dan membuat aku kembali sadar dari semua yang telah aku pikirkan.
"Gue yang harusnya bertanya lo kenapa?"
"Hah enggak kok aku gak papa Nat."
"Gak papa apa nya, tadi kamu terdiam seperti memikirkan sesuatu. Terus wajah mu tiba-tiba saja cemberut, ada apa Li?"
Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya Nat. "Engak papa kok."
"OK, gue minta maaf ya karena dari tadi mengatakan tentang Liana. Seharusnya gue gak perlu lagi mengingatnya atau mengatakan tentang dia kepada lo."
Aku tidak berpikir jika Nata ternyata peduli dengan perasaan ku, ah! Tuhan apa Nata sudah mencintai aku?
" Enggak papa kok Nat, wajar lah memang di suatu kondisi kita bisa mengingat hal hal yang sudah di lewatkan dengan seseorang yang memiliki kenangan indah, hehe bahkan sekalipun dengan hal jelek pun kita sering teringat." disini aku mencoba memahami.
"Gue gak salah bertemu dengan sosok lo, lo selalu memahami kondisi gue."
"Sama...." ketika Nata hendak melanjutkan apa yang akan dia katakan tiba-tiba saja dia terhenti, enatah apa yang akan dia katakan sebenarnya mungkin dia akan mengatakan aku sama dengan ba Liana, tapi di sini Nata tidak jadi dan malah mengatakan hal lain.
" Oiya Lian, ini sudah cukup... kita pulang saja ya." Nata pun menuntun ku kembali, dan ketika sampai di depan mobil Nata menatap ku dengan lembut dia juga mengatakan bahwa dia sangat bahagia bisa bertemu aku.
"Gue bahagia bisa bertemu lo, yang mungkin kedatangan Lo menggantikan posisi seseorang."
__ADS_1
Ketika aku mendengar Nata mengatakan "Lo menggantikan posisi seseorang" aku berpikir jika Nata memang sudah mencintai aku. Ya! Bisa saja kan Nata memang sudah memberikan hatinya untuk ku?
Tapi tunggu, aku gak boleh berlebihan berharap! Karena bisa saja dia mengangap aku sebagai pengganti seseorang yang mana diartikan nya dengan teman, sahabat, keluarga.