Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Beraksi Kembali


__ADS_3

Rumah Pohon, Anggara meminta Lian dan Putra (Nata) untuk menemui dirinya di sebuah rumah pohon yang merupakan salah satu tepat favorite mereka berdua sejak kecil (Lian dan Anggara). Begitu takjub bagi Nata ketia melihat kedekatan, dan kebersamaan antara kekasihnya dengan Anggara. Hal itu terbukti di banyak foto yang terpanjang, bahkan banyak tulisan- tulisan 'sahabat sejati selamanya' di rumah pohon, serta batang pohon.


"Wah gue akui persahabatan kalian memang luar biasa." dirinya pun sangat heran dengan komitmen antara Lian dan Anggara hanya dengan menjadi sahabat sejati. Karena yang dia tahu jika dalam persahabatan itu hanya ada satu laki-laki dan satu perempuan itu kemungkinan besar salah satu diantara mereka pasti mencintai sahabatnya dan ingin memiliki selamanya.


"Hebat ya...." lanjut Nata sambil merangkul Lian dari samping. Lian pun menoleh Nata sambil tersenyum.


OK... mereka pun berkumpul duduk membuat lingkaran, Anggara meminta mereka berdua datang ke rumah pohon karena dia ingin menceritakan bahwa ada hal-hal yang mencurigakan dari tingkah Kim pada saat hari jadi, dan perayaan ulang tahun Lian.


Alur cerita mundur, dia muali menceritakan ketika bertemu Kim di sebuah parkiran mobil yang mana Kim sedang berbicara dengan seseorang (wanita) muda dan diakui oleh Kim sebagai kekasihnya bernama Lisa, namun Anggara merasa tidak yakin jika wanita itu adalah Lisa karena dari jauh tampak seseorang yang dia kenal serta tingkah Kim terlihat aneh.


Pertama Kim terlihat gugup, gelisah dan merasa khawatir ketika Anggaran menemui dirinya, begitu tingkah wanita itu juga sangat mencerurigakan karena terburu-buru untuk pergi dari tempat pesta, begitu Kim tidak menjelaskan apa pun... lagi, bahkan seketika dia terlihat diam.


Selanjutnya... Ketika Anggara hendak pergi ke ruang CCTV tiba-tiba saja dirinya di panggil oleh Aldi karena Dewi mencarinya. Hal itu membuat Anggara gagal untuk mendapatkan sebuah bukti, karena ketika dia pergi kembali ke ruangan CCTV beberapa video hilang.


Anggara memang kecewa dengan semuanya, tapi dia tidak bisa menyalahkan siap pun. Namun di balik semua itu dirinya pun merasa srnang karena bisa memastikan jika yang mengambil data itu adalah Kim, dan Kim memang terbukti sedang menyembunyikan sesuatu yang mencurigakan serta harus di usut.


Jadi ketika sebelum Anggara kembali ke ruangan cctv, dia bertemu dengn Kim tepat di jalur yang menuju ruangan tersebut. "Kim?" tanya Anggara, dan pada saat itu Kim terlihat gugup.


"Lo dari mana Kim?"


Kim mencoba menyembunyikan ketakutan nya dengan tersenyum dan menepuk pundak kanan Anggara. "Ah gue abis dari luar, oiya gue tadi cek beberapa ruangan tidak di kunci ya? Huh lo harus ekstra hati-hati karena hal tersebut bisa saja berdampak buruk!"


"Mari...." lanjut Kim pergi meninggalkannya.


Lian yang juga mencurigai Kim dirinya ikut menceritakan kejadian ketika melihat Kim melangkah ke sebuah ruangan serta matanya terus melirik ke ruangan tersebut, namun Lian menghentikan Kim dan mengajak Kim ke mbali ke pesta.


......................


Alur cerita maju.


"Jadi gue ingin mengusut tuntas apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh Kim, tapi sayang ni gue gak bisa full time mencari tahu kebenaran itu."


"Kalian tahu lah...." lanjut Anggara sambil tersenyum.


Nata yang mendengar semua itu ikut penasaran, dirinya ingin mengetahui siapa sebenarnya Lisa, dan setahu dia tidak ada nama Lisa dalam undangan pesta. Begitu ketika dia mendengar bahwa Anggara merasa bahwa Lisa mirip dengan seseorang yang dia kenal.


"Apa mungkin Lisa itu adalah Liana, ah itu tidak mungkin karena jasad Liana ada walupun wajah nya hancur." pikir Nata.

__ADS_1


"Lisa... memang nya yang lo pikir Lisa itu siapa? Dia mirip siapa Ga?" tanya Nata penasaran.


"... sorry, gue tidak bermaksud membuat lo terpikirkan dengan almarhumah Liana. Tapi gue merasa Lisa sangat mirip dengan nya." jawab Anggara terpaksa jujur mengatakan semuanya.


Nata pun tersenyum, namun dirinya merasa kahwatir jika benar Liana masih hidup makan bagaiman perasaan di hatinya? Begitu dengan perasaan Lian. Ini sangat menyiksa bagi Nata. "Tuhan cobaan apa lagi semua ini, bagimana hati Lian jika suatu saat nanati gue malah kembali menginginkan sosok Liana untuk bersama?" bisik di dalam hati Nata.


"Nat kok bengong?" tanya Anggara.


Lian yang melihat Nata seperti sedang memikirkan sesuatu hal dia pun mendekat. "... kamu mengkhawatirkan sesuatu?"


Nata melirik Lian, dirinya mulai menatap dengan lembut. "Tidak apa-apa, gue hanya penasaran apa motif dari semua ini, jika benar Liana masih hidup... kenapa dia melakukan hal ini dan tujuan mereka apa?"


"Kenapa merka harus berbohong? Merahasiakan semua ini?" Nata muali emosi, dirinya perlahan merasa kecewa jika benar Liana melakukan semua ini.


"Tenang dulu Nat, ni minum sedikit demi sedikit." Lian mengusap punggung Nata dan memberikan air.


"Terima kasih Li, lo bener-bener peduli."


Lian pun tersenyum. "Sama-sama... ya tentu aku harus peduli, masa pacar sendiri di cuekin."


Mendengar pernyataan itu baik Nata dan Lian, ternyata Anggara pun tertawa mendengar mereka berdua.


"Awas saja gue habisi lo!" ancam Anggara kepada Nata sambil melangkah pergi dari rumah pohon.


"Kamu mau kemana?" tanya Lian.


"Ke anak dan istri gue." jawab Anggara sudah di depan pintu.


Kini di rumah pohon itu hanya ada Lian dan Nata, namun Nata terlihat diam dan seperti murung, jelas terlihat ada kesedihan dari raut wajah nya begitu ketika Lian melihat mata yang berkaca-kaca.


" Nat, aku akan mengajak mu menaiki perahu... Ayo?" Ajak Lian ingin menghibur kekasihnya itu.


......................


Tepat di depan rumah pohon terdapat danau yang berdekatan dengan danau hati di Jalan Bukit Tulis. Hari ini sedikit berbeda bagi Lian yang menyandang status sebagi pacar Nata, dengan begitu muali hari ini dirinya harus mencintai Nata seperti permintaan nyonya di hari terakhir bersama.


Dirinya pun harus bisa membuat Nata bahagia, dan membuat Nata jatuh cinta kepada nya. Karena sebelumnya Nata sudah menaruh hati untuk dirinya walaupun semua itu seperti kata "distribusi" seseorang yang hadir dengan sosok yang berbeda namun memiliki kemiripan yang membuat Nata jatuh cinta.

__ADS_1


"Cinta karena satu alasan, bahwa aku adalah sosok yang mirip dengan ba Lian... yang membuat dia jatuh cinta, tapi apa aku bisa membuat Nata mencintai aku sedangkan sekarang ada kemungkinan ba Liana masih hidup!"


Kini merka berjalan menuju perahu. Nata merasa tidak enak jika dirinya harus terus memikirkan tentang perasaan nya tanpa peduli perasaan Lian yang baik hati. "Gue tidak mungkin terus memikirkan perasaan ini tanpa peduli dengan perasaan nya, dia... hari ini berusaha menghibur gue." bisik dalam hati Nata.


"Lian, lo bisa berenang?"


"Jelas bisa dong, hahaha." jawab Lian sambil tertawa.


"Li lo wanita yang hebat, gue... Beruntung sekali." ucap Nata, di sini Nata mulai terlihat lebih baik, dia merasa lebih lega ketika Lian terus mendayung hingga pertengahan danau, Susana yang sejuk masih terasa dan mata di manja kan oleh indahnya pohon-pohon pinus.


"Ah bisa aja, hehe mungkin benar lo beruntung."


"Iya gue benaran beruntung banget!" Nata menegaskan kembali, mendengar hal itu membuat Lian merasa senang. Karena dengan pernyataan itu kemungkinan pasti Lian bisa membuat Nata mencintai dirinya karena satu alasan yaitu "ketulusan"


"Kok bisa ya... Kalian bersahabat dan memiliki tempat ini? Tempat ini sangat indah." Ucap Nata tiba-tiba saja mengatakan hal lain, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hal tadi.


Lian hanya tertawa mendengarnya.


"Hey kok lo ngetawain gue sih?"


"Iya abisnya pertanyaan mu lucu... lagian setiap orang itu bisa memiliki sahabat dan untuk tempat ini hanya tempat main yang kebetulan sangat indah"


Mereka pun tertawan. "Li, beruntung sekali ya persahabatan kalian tidak seperti di film-film yang tiba-tiba kandas tapi ada juga yang bahagia bersama."


"Iya karena aku sudah berkomitmen... dan kita juga mungkin di takdirkan untuk menjadi sahabat sejati, untuk yang lain."


"Ya sih Li, benar... Tapi lo pernah gak cemburu ke sahabat lo?"


Lian pun tertawa. "Pernah kok, cemburu nya lebih kek takut aja sahabat kita jadi tidak peduli."


......................


Setelah mereka menikamati semua, kini Nata dan Lian pun kembali ke rumah dimana Nata membawa Lian ke rumahnya.


"Li, mari kita beraksi kembali untuk mengungkap misteri ini!" Nata membuka pintu mobil untuk Lian.


"Akhirnya, ternyata apa yang aku lakukan tidak sia-sia... Nata bisa kembali seperti biasa dia tampak lebih baik." bisik di hati Lian, dia juga terlihat bahagia.

__ADS_1


Merka pun berjalan menuju pintu rumah, "Bi Yen tolong bawa Lian ke ruang makan." perintah Nata kepada salah satu asisten rumahnya.


"Baik tuan muda."


__ADS_2