
Akhirnya Nata dan Lian memutuskan untuk ikut joging bersama dengan Kim dan Lisa, mereka akan memanfaatkan kebersamaan ini untuk mencari tahu identitas Lisa dilihat dari kebiasaan dan kemiripan lainya yang bisa di identifikasi. Mereka berdua sangat senang karena bisa di permudahkan, pertemuan ini bukan tanpa tujuan melainkan ini adalah petunjuk dari semesta untuk mereka berdua.
"Kenapa Li... apa penampilan gue ini aneh ya?" tanya Lisa merasa heran karena Lian terus memperhatikan secara terang-terangan melihatnya seperti ada hal yang aneh.
"... Ah tidak, maaf ya kamu jadi gak nyaman." Jawab Lian sambil tersenyum dan menggaruk bagian kepala yang sama sekali tidak gatal.
"Jelas-jelas lo memperhatikan gue dari bawah samapi atas, begitu sebaliknya mata lo juga melihat terus menerus seperti sedang meneliti!" pikir Lisa berbicara dalam hati sambil tersenyum kepada Lian.
"Hadeuh lo gimana sih Li, hampir saja si Lisa curiga hmmm mungkin sudah merasa curiga kali." bisik dalam hati Nata sambil meraih lengan Lian.
"Ya sudah mending kita lanjut joging!" ajak Nata sambil berpegangan tangan dengan Liana.
Ketika mereka berpegangan tangan, Liana langsung melihat ke arah tangan mereka bedua dia pun tersenyum tipis.
"Sayang..." Tanya Kim sambil memberikan tangan nya kepada Lisa, dia tidak mau kalah dengan kemesraan antara Lian dan Nata.
Awalnya Lisa ragu, dia hanya diam melihat Kim yang memberikan tangan nya yang pada akhir nya Kim langsung mererai dan menggenggam tangan Lisa. "Gue tahu lo pasti merasa cemburu melihat kedekatan mereka berdua." ucap di dalam hati Kim sambil menatap Lisa yang terus memandang Lian bersama Nata.
"Tunggu..." ujar Lisa menghentikan langkah Kim juga Nata dan Lian. Mereka tiba-tiba berhenti dan menoleh ke pada Lisa.
"Kita mau joging kan? Bukan ingin tebar kemesraan!"
"Jadi lepaskan tangan gue Kim." pinta Lisa sambil tersenyum miring.
"Iya sayang iya, kita joging sambil kencan ganda." jawab Kim.
"Nah kan lo jealous, tapi pinter juga nyari alasan nya." ucap di dalam hati Kim sambil tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Lisa, apa lo benar-benar Liana? Tapi cara dia berbicara sekarang berbeda tidak selembut dulu." pikir Nata berbicara di dalam hatinya.
Secara tidak disadari Nata pun mengikuti apa yang di katakan oleh Lisa, dia melepas genggaman secara paksa. "Kita joging...." ucap Nata melirik kepada Lian.
Lian tidak merasa sakit hati atau membawa perasaannya atas keputusan Nata, yang tiba-tiba saja melepas genggaman dengan kasar. Dia berpikir baik, memang tujuan utama nya itu bukan lah kencan atau tebar tebar keromantisan.
__ADS_1
Nata dan Lian pun menungu Lisa dan Kim berlari lebih dahulu. "Kita ikuti dan perhatikan mereka bedua, kesempatan ini bisa kita manfaatkan dengan mencari kesamaan kepribadian antar ba Liana dengan Lisa... aku yakin kamu lebih tahu siapa ba Liana!" ujar Lian sambil berbisik-bisik agar tidak terdengar oleh mereka berdua.
Apa yang lo pikirkan ternyata sama dengan gue Li, benar-benar... Lian ini cerdik. " Ya sayang.... " jawab Nata sambil tersenyum gemas kepada pacarnya.
Misi sudah dimuali, mereka berdua sedang memperhatikan Lisa diam-diam bgitu agar tidak di curigai oleh Lisa seperti tadi Nata dan Lian memutuskan untuk tetap menebarkan keromantisan.
"Sayang tunggu... pelan-pelan saja!" teriak Lian kepada Nata yang sengaja lari dengan gesit sehingga Lian tertinggal.
Nata tertawa, sambil menunggu Lian juga memperhatikan Lisa. "Ayo sayang... jangan seperti siput." jawab Nata berteriak, lalu dia memberikan cinta dengan jari tangan yang menyerupai bentuk love.
Lisa secara tidak sadar mulai memperhatikan kedekatan antar Lian dan Nata, mereka sangat romantis bahkan Nata tidak pernah melakukan hal-hal kecil yang cute seperti hari ini. "Nata ternyata sudah berubah, Lian membuat Nata menjadi laki-laki yang lebih baik." pikir Lisa, dia juga merasa senang seperti terlihat dari senyuman nya.
"... entah kenapa tiba-tiba ada rasa cemburu melihat mereka! Ah tidak-tidak ini tidak boleh terjadi, bahkan ini adalah yang aku mau... Nata bisa berubah. " pikirnya kembali ucap di dalam hati.
Karena Lisa terus-menerus melamun dia pun tersandung dan jatuh hingga lutut nya berdarah. "Aaw... aduh." Lisa meringis menahan rasa perih.
Nata yang melihat Lisa tiba-tiba saja langsung menghampiri tanpa dia sadari dan membawanya duduk di kursi dekat taman.
"Hah, kenapa kamu peduli Nat? Bukan kah kamu mencintai Lian, bahkan kalian sangat serasi tapi kenapa Nata jadi peduli dengan ku?" ucap di dalam hati Lisa, dia juga merasa heran! Dengan perlakuan Nata yang sangat peduli, bahkan dari jauh Nata berlari menemuinya hanya untuk menolong.
"Terima kasih Nat." ucap Lisa ketika Nata membantunya duduk di kursi, Nata yang barus sadar dia pun terkejut kenapa bisa dirinya sepeduli ini kepada orang yang baru dia kenal.
"Nat?" ucap Nata yang juga terheran-heran kenapa Lisa memanggil dirinya dengan sebutan Nata, ketika itu juga mereka berdua saling pandang memandang.
"Kenapa mata lo seperti mata Liana?" berbicara di dalam hati Nata.
Dak dik duk (suara jantung berdebar-debar)
"Jantung gue... kenapa seperti ini, kenapa tiba-tiba gue tertarik dengan Lisa! Ah ngaco-ngaco ini gak jelas." lanjut Nata berbicara di dalam hati, seketika dia pun berdiri dan mengusap wajah nya.
"Li lo baik-baik saja kan?" tanya Kim kepada Lisa, dia pun duduk di sampingnya.
Lisa pun menganggukan kepala. "Iya sayang... ini hanya tergores dikit saja." jawab Lisa, dia muali terdiam dan kini memperhatikan Nata.
__ADS_1
"Oiya bro thanks ya udah bantu pacar gue." ucap Kim berterimakasih.
Lian yang melihat kejadian itu kini berpikir apa kah Nata dulu sepeduli ini kepada orang, bahkan orang asing! Lian memperhatikan Nata yang tiba-tiba saja terdiam, kenapa dia menjadi diam dan terlihat bingung.
" Ternyata Nata bisa se khawatir itu dengan Lisa, tapi... seperti ada hal yang aneh dibalik kejadian ini." berbicara di dalam hati Lian.
"... Na Nat?" pangil Lian sambil mendekat dan merangkul dari samping. Nata pun tersenyum sambil menyembunyikan sesuatu hal yang dia juga masih tidak mengerti kenapa semua ini terjadi.
"Lebih baik segera di obatin Kim, oiya ini bersihkan dulu dengan air darahnya." ujar Lian sambil memberikan air dalam kemasan botol.
"Terima kasih ya Lian, Nat! Kalian sudah bantu gue, (tersenyum tipis) jadi merepotkan kalian kan." ucap Lisa sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Tidak." jawab Nata dan Lian berbarengan. Kim dan Lisa yang melihat kekompakan mereka berdua pun tersenyum.
"Yaudah sayang sini obatin dulu, sorry kalau sakit ya...." Kim muali mengobati luka Lisa, cara Lisa meniup dan menahan rasa sakit itu persis dengan Liana. Jika Liana terluka dia meniup lalu tersenyum dan mengusap pelan pelan di samping yang luaka.
Kini Nata memberikan kode kepada Lian secara nonverbal, Nata menatap Lian dengan tajam lalu melirik dan menatap ke arah Lisa. Lian sudah mengerti dia pun menganggukan kepala.
"Kalian lanjut joging dulu aja, nanati gue sama Lisa nyusul." ucap Kim merasa tidak enak jika harus di tunggu oleh mereka.
......................
Hari ini tidak sia-sia, ada berbagi kejadian yang aneh sekaligus seperti petunjuk tentang kebenaran Lisa. Nata dan Lian pun pergi lebih dulu tapi bukan untuk joging melainkan untuk mengkomunikasikan tentang apa yang di dapat mengenai Lisa.
Mereka berdua duduk di kursi taman, tapi Lian melihat Nata terlihat sedang menyembunyikan sesuatu yang lain. "Nat are you okay?" tanya Lian memperhatikan Nata yang malah sering bengong.
"Nat!" senggol pelan.
Nata masih melamun, dia berpiki apa hal yang dia rasakan tadi itu tidak perlu di ceritakan kepada Lian. Nata merasa takut jika Lian akan kecewa.
"Kamu kenapa!" Lian melambaikan tangan di depan mata Nata.
"Ah iya sayang... gimana tadi?"
__ADS_1
Kebohongan itu terletak dari perkataan juga diam nya seseorang tanpa berbicara. (Lian)