Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Penantian


__ADS_3

Enam bulan kemudian, Lian masih di rawat di rumah sakit bahkan keadaan nya masih kritis. Hal itu membuat Nata sangat khawatir dan takut jika dirinya harus ditinggalkan oleh Lian, Nata selalau ada di samping Lian untuk menemani dan menjaga nya. Dia hanya bisa berharap keajaiban datang kepada nya, di setiap waktu dia berdoa agar tuhan memberikan kesempatan ke dua.


"Lian... Bangun lah" Nata memandang Lian dengan penuh perhatian, dia sangat mengharapkan keajaiban.


"... Kenapa ini harus terjadi sih Li?" lanjut Nata sambil menggenggam tangan Lian.


Di sana Nata juga menceritakan kepada Lian yang masih tak sadarkan diri, bercerita bahwa dia sudah mengungkapkan dibalik kematian Liana, dan membawa orang-orang jahat (Abian, Gala, dan Della) ke sel penjara begitu dengan kekasih Gala yang ternyata memberikan racun kepada Lian, hal itu di lakukan oleh kekasihnya Gala karena terpaksa. Meracuni Lian sebab di ancam oleh Abian yang sudah mengetahui bahwa mereka berkhianat.


"Li, gue sudah menceritakan semua ini... bangun lah." lanjut Nata sambil menatap, tak lama datang sahabat Lian dengan kekasihnya untuk melihat kondisi Lian.


"Lo yang sabar ya, gue yakin sahabat gue akan sadar." ucap Anggara sambil merangkul Nata dari samping.


"Kita harus bersabar." ucap Dewi.


Nata melirik dan tersenyum. "Terima kasih ya, gue gak tahu sampai kapan harus menanti." jawab Nata sambil memperhatikan Lian yang terbaring.


"Kunci hidup adalah bersabar dan ikhlas! dengan begitu kamu bisa melanjutkan nya lebih baik...." ujar Dewi sambil meyakinkan Nata dengan menegang bahunya.


......................


Sudut pandang Nata


Melihat lo seperti ini, gue tidak tega bahkan sempat gue merasa bahwa mungkin lo cape harus bertahan mengunakan alat-alat bantu itu Lian, tapi apa daya gue gak bisa, bahkan gue... sangat berharap lo bisa sadar walaupun dokter berkata "kita hanya bisa berharap ada keajaiban." Lian apa lo masih sanggup?


Menyentuh tangan ini yang perlahan berubah menjadi sangat hati-hati, melihat wajah kulit tanpa warna membuat gue merasa takut kehilangan. "Jantung lo masih berdetak, tapi sangat lemah." di setiap waktu gue selalu menengadahkan kedua tangan kepada semesta agar lo sadarkan diri, bahkan gue berani memberikan semua kemegahan di dalam kehidupan gue untuk orang-orang yang membutuhkan.

__ADS_1


Setiap malam gue melakukan doa bersama untuk kesembuhan lo, bahkan sudah setrngah tahun. Tapi apa hasilnya Li? Lo semakin hari semakin tidak baik, keadaan lo semakin lemah, dokter pernah menyerah tapi gue memaksa nya! Lian gue kembali egois, gue ingin menang! Gue tidak ingin takdir lain yang mengatakan bahwa ada "kematian"


Maaf Lian, mungkin saja lo sudah cape... tapi selama ini gue memaksa lo untuk tetap bertahan. "Apa yang harus gue lakukan Li!" disini gue datang menamani dan menanti kehadiran lo, gue menjadi lemah tanpa lo tapi gue sangat jahat kan jika harus terus membiarkan semua lebih lama.


Ketika tante lo datang dan memberikan selembar kertas yang bertuliskan dengan tulis tangan lo itu membuat gue sedih, gue gak bisa bahagia jika harus di tinggal lo. Di dalam tulisan itu tersirat harapan lo untuk gue yang seakan-akan semua kondisi ini akan benar-benar terjadi!


......................


Sepuluh bulan yang lalu, saat senja datang Lian duduk sendiri di taman bunga anggrek Cafe London di sana dia menuliskan tentang harapan nya untuk Nata. Ketika mereka sudah tidak saling menyapa, ketika mereka harus berpura-pura acuh tentang perasaan yang sebenarnya, dan ketika Nata memutuskan untuk tidak ada hubungan apa pun dengan Lian.


Lian menuliskan, jika memang suatu saat nanati dia tidak pernah lagi bertemu Nata. Harapan pertama yang tertulis adalah "Nata selalu di berikan kebahagiaan, tanpa mengingat moment yang membuat dirinya berduka, aku tidak akan meminta Nata untuk berubah menjadi Nata yang peduli dengan sesama, tapi aku berharap Nata tetap ceria, percaya bahwa semua nya harus di lakukan untuk masa depan yang indah seperti mimpinya yang tinggi, dimana Nata peduli tentang dirinya. Karena aku tidak bisa melihat Nata bersedih seperti waktu itu... ketika aku menemaninya bersama senja di kursi 36° aku hanya ingin melihat dirinya tersenyum seperti setelah dia menangis."


......................


Terlihat wanita yang sedang memeriksa kondisi dengan alat-alat yang terpasang di seluruh tubuh Lian. Dokter itu hanya menggelengkan kepala sambil memeriksa dengn perawat.


Dokter itu menepuk pelan bahu Nata dan mengatakan "Masih sama, dan saya harap bapak bisa mempertimbangkan kembali dengan keluarga seperti yang sudah saya jelaskan kemarin."


"Saya permisi." lanjut dokter itu.


......................


"Kenapa?" Nata merasa prustasi dengan semua ini, cobaan hidup nya terasa bertubi-tubi.


"Tuhan, gue tau cinta ini hanya karena dia mirip Liana... tapi gue tidak ingin kehilangan di seperti Liana yang meninggalkan gue seperti ini!" ucap di dalam hati Nata sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Lian lo harus bangun, Lo harus tahu gue sangat... Gue gak mau kehilangan lo."


"Gue cinta" lanjut Nata sambil mencium tangan Lian.


"Apa gue harus melakukan hal-hal bodoh dan percaya dengan hal ini!" ucap Nata sambil mengambil beberapa lilin untuk di nyalakan dan di simpan di dekat foto Lian yang terpanjang.


......................


6 pangilan tidak terjawab.


Message.


Aldi : Permisi pak, ada klien mendesak untuk pertemuan meeting hari ini.


[status pesan terbaca]


"Lian, gue harus pamit...seperti harapan lo tentang gue." ucap Nata sambil mencium kening Lian, ketika Nata melangkah untuk pertama kalinya meninggalkan Lian setelah lima hari di rumah sakit menjaga sendirian, hal itu merupakan keinginan Nata untuk tetap ada di sampingnya.


" Li, aku akan segera kembali setelah ini." Nata pun menyimpan buket bunga di samping Lian bersama dengan teddy bear.


......................


"Suster jangan lupa kebersihan di ruangan nya ya dan makan sing tolong di siapkan terus buah kesukaan nya jangan lupa di kupas." perintah Nata kepada perawat yang menjaga Lian.


Nata memperlakukan Lian seperti orang yang sadar, dimana dia selalu meminta perawat menyiapkan makan untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam, selain itu Lian sangat terjaga, dia selalu di bersihkan dan giganti pakaian nya sehari dua kali. Perlakuan Nata kepada Lian perlahan muali aneh semenjak satu minggu yang lalu namun dari pihak keluarga, dan sahabat nya belum ada yang mengetahui hal ini. Karena sejak lima hari yang lalau Nata selalu menolak jika ada yang datang atau menjenguk Lian, Ya! hanya baru hari ini dia memperbolehkan orang-orang menjenguk Lian kembali.

__ADS_1


"Cinta memang bisa membuat gila! Demi cinta terkadang seseorang kehilangan akal... itu lah ujian dari cinta." Nata menoleh Lian, dirinya sadar dengan hal-hal bodoh itu akan tetapi demi cintanya dia menghalalkan segala cara.


"Demi dirimu aku akan melakukan apa pun, asal kamu hidup kembali." lanjut Nata tersenyum menakutkan.


__ADS_2