Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Membuka Topeng


__ADS_3

Walaupun hubungannya saat ini baik-baik saja, tapi itu tidak menutup khawatir di lain waktu. Bisa saja jika Lian memilih diam tak lagi peduli, semua itu akan menghancurkan dirinya, juga orang-orang yang dia cinta lebih dari yang dia bayangkan."Dan bukan kah lebih cepat lebih baik bertindak daripada terus memikirkan bagimana aku bisa membuka topeng!" mata Lian sangat fokus terhadap Nata.


Tidak di sangka ternyata wanita berwajah Liana itu ada di depan mata, "Tuhan selalu memberikan jalan ini." lanjut ucap Lian di dalam hati nya, begitu dirinya juga bertanya kenapa wanita itu ada di cafe ini sendirian saja.


Melihat gerak-gerik nya seperti mencurigakan, Lian tersadar akan bodoh nya wanita itu... terlalu ceroboh untuk menipu dirinya. Sambil menggelengkan kepala Lian merasa tidak habis berpikir. "Bagaimana bisa,dia melihat menu terbalik!" ucap Lian.


Ternyata apa yang tadi di ucapkan Lian membuat Nata berpikir, apa yang sebenarnya sedang di bicara kan oleh kekasihnya sendiri! dan begitu mata Nata pun langsung melihat dengan lincah ke segala arah.


"Pasti ada seseorang di sini... yang sedang menguntit, tapi siapa?" Nata mencoba menebak siapa orang yang sedang di bicara kan oleh Lian, begitu matanya juga tak henti mencari sampai-sampai tidak bisa melihat dengan jelas karena saking cepat dan penasaran nya membuat sudut terasa buram.


"Li,lo melihat siapa?" tanya Nata kepada Lian. Lian pun menatap kekasih nya dan baru sadar bahwa dirinya refleks mengatakan hal tadi.


Kini Lian tersenyum mencoba mengalihkan pertanyaan, kegelisahan itu membuat Nata diam-diam mencari tahu sendiri apa yang sedang di sembunyikan Lian, ya! Ketika Lian melihat ke samping kanan atau kiri, mata Nata juga mengikuti kemana arah nya.


"Li?" pangil dengan nada lebih tinggi.


Lagi-lagi Lian hanya tersenyum, dan tidak mengatakan apa pun seolah-olah mulutnya terkunci. "Nat jika aku jujur pasti kamu akan menghentikan semua ini, ya kan?" hati Lian berbicara sendiri.


"Siapa siah orang yang ada di sini, kenapa gue gak bisa fokus...." mereka berdua kini hanya saling menatap, namun hati dan pikiran nya berbicara sendiri.


Selanjutnya....


"Tadi aku melihat seseorang, seperti... Tika, orang yang memitnah ku!" Lian terpaksa menjual nama Tika (EO Cafe London).


"Dimana ?" Tanya Nata yang penasaran. Dia tersenyum memikirkan apakah kekasih nya itu jujur atau sedang beralibi. "Mungkin memang ada Tika di sini, tapi kenapa Lian seperti tidak ingin gue ikut campur! aah udah lah...." pikir Nata di dalam hati nya mencoba percaya sambil mengambil gelas minum nya.


"Sayang aku mau ke toilet dulu ya, aduh sakit banget perut ku...." Lian berpura-pura meringis kesakitan, dirinya menahan rasa sakit dengan menekan perut oleh tangan nya. Hal itu untuk meyakinkan Nata, tapi dirinya juga harus merasa curiga, dan waspada sebab Nata bisa saja mengikuti dirinya secara diam-diam.

__ADS_1


Nata pun menganggukan kepala, namun dirinya mencurigai Lian. "Kenapa tiba-tiba dia sakit perut? Hah untuk memastikan semuanya gue harus mengikuti Lian." Setelah Lian pergi beberapa menit dari meja makan Nata pun langsung berlari mengikuti dengan cepat.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Depan Cafe Delicio, Wanita bernama Liana pun kini sedang menggendong baby yang di bawa oleh Lisa, disana juga terlihat ada sosok laki-laki yang tidak asing bagi Lian. Namun sayang laki-laki itu terhalang oleh Lisa dan wanita berwajah Liana. "Apa apa an ini? jangan bilang bahwa laki-laki itu adalah Kim!" Lian semakin penasaran, dan dia sangat ingin menemui mereka lalu membongkar rahasia mereka.


"Sekarang sudah jelas!" lanjut Lian berbicara.


"Itu kan Lian, ngapain dia berdiri seperti mengintip di balik tiang?" Ucap Nata di dalam hati yang penasaran.


"Hah!" Nata terkejut ketika melihat yang kebenarannya, dimana Lian ternyata sedang mengintip Lisa, Kim dan wanita berwajah Liana.


Lian sangat bahagia, karena hari ini dia akan mendapatkan semua jawaban dari rahasia yang mencekam kehidupan nya. Sedangkan Nata kini merasa khawatir jika memang benar wanita berwajah Liana itu adalah wanita yang pernah tidur dengan dirinya, walaupun Nata masih tidak paham dengan apa yang sedang terjadi mengenai Wanita berwajah Liana, Lisa dan Kim? Akan tetapi untuk saat ini yang paling penting adalah Nata harus menghentikan Lian.


Wajah Nata terlihat gelisah, dan akhirnya dia pun memangil "Lian?" Dengan suara yang lantang agar terdengar oleh Lisa dan wanita berwajah Liana.


Mendengar pangilan itu Lian pun menoleh, dia sedikit terkejut... benar saja apa yang dia duga tentang Nata yang akan mengikuti dirinya secara diam-diam telah terbukti. "Sekarang, kemungkinan besar Nata akan menghentikan aku untuk menggungkap semuanya... sebab itu dia memangil aku dengan lantang. Agar mereka mendengar!" Lian berbicara di dalam hati.


"Ini gawat, gue baru saja memulai permainan ini!" Ucap wanita berwajah Liana.


Mereka pun bersembunyi di balik mobil, sebelum akhirnya Lian menoleh ke arah mereka kembali.


Kini Nata menarik lengan Lian, dia berhasil menghentikan langkah kaki Lian untuk menemui mereka. "Lian mau kemana?"


"Apa yang lo sembunyikan? " Lanjut Nata bertanya, yang seolah-olah belum mengetahui kebenarannya. Namun Lian bersikap keras melawan Nata yang semakin erat menahan dirinya.


"Gue tidak akan melepaskan lo, jika lo belum menjawab pertanyaan gue dengan jujur!" Nata menatap Lian dengan tajam.

__ADS_1


Ketika Nata mencoba mengajak Lian untuk membahas tentang apa yang Lian sembunyikan dari dirinya. Kim, wanita berwajah Liana dan Lisa pun mencoba pergi dari cafe Delicio dengan penuh hati-hati merka pun membuka pintu mobil dan satu persatu masuk ke dalam.


"Akhirnya lolos juga.... " Lisa menghela napas lega ketika sudah berada dalam mobil.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Lian dan Nata saling menatap, akan tetapi tatapan Lian bukan lah tatapan yang lembut penuh perhatian. Bahkan Nata bisa melihat sosok Lian tanpa ada sosok atau jiwa Liana yang selalu terlihat baik, Lian menatap dengan tajam seolah ada kemarahan.


Nata merasa tidak nyaman dengan tatapan itu, dia pun mencoba mencairkan suasanan dengan memeluk Lian dan mengajak nya ke dalam, tapi apa yang di balas oleh Lian ? Ia langsung menghempaskan tangan Nata yang merangkul punggung nya.


Sontak hal itu membuat Nata mudah terbawa emosi, Lian yang tidak pernah berbuat kasar kepadanya kini untuk ke dua kali nya dia melihat jiwa yang lain dari biasanya. "Kenapa lo seperti ini!" ucap Nata dengan nada tinggi, dia membentak untuk pertama kalinya kepada Lian.


Namun sebelum berlanjut dengan amarah nya Nata pun sadar akan satu hal yang tidak seharusnya dia ikutan marah, bahkan tidak terima atas sikap kasar Lian.


"Seharusnya gue sadar! Lian marah karena gue... dia mungkin sudah tahu bahwa gue sedang mengikuti dirinya, dan karena gue... dia gagal untuk mengungkapkan rahasia besar dibalik Lisa, Kim dan wanita berwajah Liana, sorry Li." di dalam hati Nata. Ia juga merasa menyesal namun dia belum siap jika semua terbongkar dan dugaan nya itu benar makan hubungan nya bisa di ujung tanduk.


Lian masih menatap dengan sinis, terlihat Lian yang tidak biasanya! dia seperti sudah tidak bisa menahan boom di dalam hatinya. tangan nya mengepal dengan kuat.


"Li, gue... gue tidak mengerti kenapa lo harus bersikap seperti tadi, jujur gue tidak terima seolah-olah gue telah berbuat kesalahan?" Nata pura-pura tidak mengerti.


"Hahaha" Lian tiba-tiba tertawa, dan kini dia mengitari Nata sambil bertepuk tangan.


"Prok prok prok" suara hentakan dari kedua telapak tangan yang bersatu.


"Sungguh hebat! Katakan lah yang sebenarnya... jika selama ini kamu sudah menyimpan rahasia dan berbohong kepadaku tentang semua ini?!"


Kini...Nata di buat bingung, dia juga sangat pucat karena ketakutan akan terbongkar nya rahasia yang masih harus di buktikan kembali! (tentang wanita berwajah Liana dan wanita yang pernah tidur dengan nya). Sebab Nata tidak ingin semua itu menjadi perusak hubungan dan impiannya dengan Lian.

__ADS_1


"Apa Lian sudah tahu yang sebenarnya?" Nata tersadar, sambil mematung di hadapan kekasih nya.


"KATAKAN!" Lian meminta Nata untuk mengatakan semua yang menjadi rahasia.


__ADS_2