Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Konflik Sehat


__ADS_3

Depan/pintu masuk samping parkiran Cafe Delicio.


Nata sekarang masih terdiam, dirinya merasa bingung akan jawaban yang harus di berikan kepada Lian. "Apa mungkin lebih baik gue berbohong kembali?" Nata bertanya kepada hati kecil nya, sebuah perasaan hati yang sebenarnya bertolak belakang dengan pikiran.


Nata melangkah dan mengarahkan bahu Lian untuk menempatkan posisi berhadapan. Saat ini mata Nata menatap sorot indah mata Lian yang penuh harapan, sehingga membuatnya tidak bisa berbohong kembali.


"Lian gue akan jujur, kita... bahas ini di rumah." Nata menjawab.


Lian pun mengangguk kan kepala seraya meiyakan. Kini Lian melihat sekelilingnya yang terasa sunyi sambil berjalan menuju mobil. Memang,malam ini cafe Delicio tidak begitu ramai seperti biasanya.


"Syukur lah, karena jika malam ini ramai... kemungkinan besar akan banyak media atau netizen yang membahas hal ini."


"Sorry Nat, aku terlanjur emosi, dan masih marah pada mu." Lanjut Lian berbicara di dalam hatinya yang sedikit menyesal.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Nata membawa Lian masuk ke dalam mobil. Suasana itu sangat dingin, Lian sama sekali tidak mengatakan hal apa pun bahkan senyum nya juga tak kunjung datang. Walaupun dirinya akan mendapatkan jawaban dari Nata, namun karena kemungkinan besar Lian terlanjur terbawa api, juga tidak bisa mengeluarkan semua emosi nya Lian pun memilih diam.


Di dalam mobil, Nata pun play beberapa musik atau lagu-lagu lawas kesukaan Lian. Hal itu sengaja di putar agar memberikan sedikit suasana yang lebih nyaman tidak begitu mencengkram. "Gue harap lo bisa percaya saat mendengar semuanya." Ucap Nata sambil meraih tangan kanan Lian dan di genggam oleh nya.


Walaupun Lian tetap diam tidak merespon, Nata tetap berisi keras membuat konflik yang sehat dirinya menahan emosi dari perkataan dan tindakan fisik. Mungkin dengan memberikan waktu kepada Lian untuk terdiam sejenak, itu lebih baik saat ini.


Timing akan berfungsi dengan lebih baik, Nata tahu kapan waktunya untuk diam, berbicara, atau memberi masukan. Jadi, dia tidak perlu takut berkonflik walaupun problame ini sangat besar.


"Ok, sekarang sudah sampai sayang.... " ucap Nata kepada Lian.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Pukul 21.25 WIB.

__ADS_1


Rumah Putra Cahya Winata.


Lian yang juga sudah mulai mereda dengan amarahnya, kini dia tersadar akan sikap Nata yang sudah berubah lebih baik dimana dia tumbuh menjadi lelaki yang bisa menjaga ego nya. "... rumah ini sekarang sepi ya Nat." kini Lian mencoba berbicara dan merasakan sunyinya rumah tanpa nyonya dan bubu, suasana rumah itu seketika membuat Lian berpikir betapa kesepian nya Nata saat malam.


"Benar semenjak hari itu rumah ini menjadi sepi, rasanya tidak ada penghuni. Ya! walaupun banyak asisten tetapi tetap saja sunyi." jawab Nata.


Lian mengikuti langkah kaki Nata dari belakang, dan ketika Nata sadar akan Lian yang berjalan di belakang nya ia pun langsung menggandeng Lian untuk tetap berada di samping nya. "Mari kita selesai kan masalah ini." Tatap Nata.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Ruang Rahasia Putra Cahya Winata.


Ini untuk pertama kali Lian menginjakkan kakinya di ruang rahasia. "Ini ruang arsip.... " ucap Lian sambil menoleh ke pada Nata.


"Ya, ternyata kamu sangat pintar... padahal gue belum cerita,bahkan tidak memberi tahu info apa-apa." jawab Nata yang terkejut dengan tbakan Lian yang tepat, alis nya langsung mengangkat satu dengan pupil mata yang melebar. Tidak menungu lama dia pun meyeringai.


"Aku hanya menebaknya."


Ternyata Nata membuat rangkaian pemecahan masalah, yang lengkap dengan foto juga beberapa file pendukung lainya. Sebelum Lian bertanya dirinya memilih untuk diam dan memberi waktu kepada Nata agar lebih dahulu menjelaskan semua ini. Lian tersenyum hangat membuat semuanya lebih baik.


"Aku akan mendengar kamu." Ucap Lian sambil duduk dan bersandar di pundak Nata, lalu matanya menatap dengan lembut.


"Sebelumnya terima kasih atas pengertian kamu. " Nata pun membalas senyuman Lian sambil mencium keningnya.


Lian mendengarkan cerita Nata dengan seksama, begitu dirinya mencoba menerima apa yang telah terjadi.


Pertama Nata menceritakan tentang hasil otopsi mayat Liana yang dimana dia berbohong mengenai hasil yang belum kelar. Ia mengaku telah berbohong, semua itu karena takut jika Lian salah paham tentang apa yang sedang terjadi, ia pun menceritakan bahwa hasil otipsi ternyata menunjukkan identitas itu bukan milik Liana tetapi milik Lisa.


Lisa yang telah meninggal, dan entah siapa dibalik wanita yang mengaku dia adalah Lisa namun, berdasarkan data yang belum pasti Nata menduga bahwa Lisa itu adalah Liana. Untuk saat ini Nata juga mengaku sedang menunggu hasil tes DNA apakah Lisa itu adalah Liana atau sebaliknya, Liana adalah wanita yang sekarang memiliki anak!

__ADS_1


Ini masih menjadi tanda tanya?


Selanjutnya....


Nata juga menceritakan tentang masa lalunya, bahwa dirinya pernah tidur dengan seorang perempuan bayaran yang sudah di bayar oleh Della. Namun, ada suatu kejadian ketika dirinya diundang oleh Della ke acara party sekaligus merayakan hari jadi antara dirinya dengan Della, yang di rayakan di cafe London.


Sebelum acara itu selesai datanglah perempuan sambil berteriak menghadap panggung, perempuan itu meminta pertanggung jawban kepda Nata. Tapi sayang, ketika Nata ingin menemui perempuan itu sudah tidak ada! Kejadian itu terjadi dua kali, dan untuk kedua kalinya perempuan itu datang ke kantor dengan perut yang membesar namun, lagi-lagi setiap Nata ingin menemuinya perempuan itu menghilang.


"Mungkin semua itu ulah Della, dan gue rasa perempuan berwajah Liana ingin balas dendam dengan gue?" ucap Nata sambil menatap Lian.


"Sayang, tolong maafkan diri ini ya... jujur gue takut, takut lo tidak bisa menerima lagi, dan pergi meninggalkan gue." lanjut Nata.


"Ya, aku paham ketakutan kamu." jawab Lian menghampiri Nata dari arah depan sambil menyilangkan tangan nya di leher Nata, dan tersenyum.


Wajah Lian terlihat baik-baik saja, tidak ada rasa benci sedikit pun dengan apa yang telah di buat Nata, sebab itu dia bisa menerima apa pun yang telah dilakukan Nata sebelum bersama dirinya. "Aku akan selalu bersama mu sampai kapanpun hanya kamu lah pemilik hati ini. " apa yang dikatakan Lian membuat Nata terharu.


Ketakutan nya ternyata tidak seperti yang ada di pikiran dan ia juga sadar tentang kejujuran yang ternyata lebih baik, Nata pun memeluk Lian tanda kasih sayang. "Lian, jika ternyata wanita berwajah Liana itu adalah perempuan yang pernah tidur dengan gue... apa lo bisa menerima anak itu? " tanya Nata pandangan nya kabur.


Lian pun terdiam sejenak, dia menghela napas. "Aku akan menerima anak itu seperti anak aku, karena dia adalah anak mu!" Lagi-lagi jawaban Lian membuat Nata terharu.


"Gue sangat mencintai lo" Ucap Nata dengan tulus, ya! Berjalannya waktu Nata bisa melupakan sosok Liana dan sepenuhnya bisa mencintai Lian.


Lian pun mencium pipi Nata. "Aku juga mencintai kamu." Lian tersenyum lebar, rasanya sangat bahagia.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Keesokan Harinya.


Di dalam mobil.

__ADS_1


Setelah semalam mendengarkan cerita dari Nata, Lian pun lebih merasa tenang dan begitu dengan Nata yang juga merasa lebih baik. Akhirnya hati ini mereka pun pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA wanita berwajah Lisa dengan tes DNA Liana.


"Sebentar lagi semuanya akan terungkapkan." ucap Lian sambil menggenggam tangan kiri Nata.


__ADS_2