Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Selesai.


__ADS_3

Hari selanjutnya. Setelah Nana menerima kesalahan paham an atas Nata yang selama ini diakui sebagai laki-laki bajingan, ternyata tidaklah seperti yang dikatakan Della kepada nya. Nata adalah laki-laki yang bertanggung jawab, begitu seperti hari ini dia datang kerumah Kim untuk permohonan maaf kembali kepada Nana, dan mengambil alih hak asuh anak sesuai keinginan Nana. 


Karena bagaimanapun Nata harus bertanggung jawab atas anak yang kini bersama Nana, juga sesuai keinginan Nana kepada Nata untuk merawat dan membesarkan bayi dengan penuh kasih sayang Nata pun akan memenuhi keinginan Nana bagaimana dirinya harus memberikan fasilitas terbaik. 


Saat ini Nata sedang duduk bersama Lian kekasih nya juga Kim, Nana dan Lisa. Mereka sedang berdiskusi kembali dengan cara baik-baik. 


"Bayi ini sangat tampan." Ucap Lian sambil menggendongnya yang tengah tertidur di pangkuan nya. 


"Wah… udah cocok ni jadi ibu." Celetuk Nana sambil tersenyum. 


Kini Nana beranjak dari sofa dan menghampiri Lian. "Aku yakin anak ini akan tumbuh dengan habits yang bagus bersama dengan kalian… ." Nana menatap Lian dan Nata dengan penuh harapan dan kepercayaan nya sambil mengusap lengan Lian. 


"Tentunya dong kita akan menjadi ayah dan ibu yang baik" tiba-tiba saja Kim menyahut sambil berjalan menuju Lian, dan dia berada tepat di samping Lian juga si bayi. 


Nata yang mendengar hal itu menjadi sinis kepada Kim, dia pun langsung merangkul Lian dari samping. "Hey ngomong lo ngawur?" Sahutnya sambil menatap tajam Kim. 


Lian hanya tersenyum. "Bisa-bisanya si Kim berbicara begitu!" Ucap Lian di dalam hati nya, yang kini terpikirkan atas apa yang dikatakan Kim tentang keinginan untuk bersama dengan nya sebelum janur kuning melengkung. 


Lian pun seketika menoleh Kim, dan kini beralih posisi di samping Nana. Sedangkan Liana (Lisa) dan Nana hanya cengengesan melihat tingkah Kim, Nata dan Lian. 


"Sudah kalian ini, kamu lagi Kim! Bercanda nya membuat Nata tidak nyaman." Ucap Liana (Lisa). 


"Gue serius gue emang cinta sama Lian!"


"Lian juga tahu kok jika gue mencintainya, ya kan?" Lanjut Kim, apa yang diucapkan Kim membuat semuanya saling menatap satu sama lain. Sedangkan Lian hanya membisu, dan pada akhirnya dia hanya bisa mengalihkan kepada si bayi. 


Nata memandang tajam Kim. "Jangan coba lo ganggu hubungan gue!" Ucap Nata memperingati Kim sambil menepuk bahu kanan Kim. 


"Ayo kita bersaing sehat!" tiba-tiba Kim memberikan tantangan, ya! Dia masih merasa tidak terima jika cinta pandangan pertamanya harus bersama orang lain. 


"Hey! Kim, kamu serius?" Tanya Liana sambil memandang dengan tajam. 


"Ya! Gue serius. Lian adalah cinta pandangan pertama gue… dan bukankah Nata juga cinta pandangan lo? Yang saat ini sebenarnya lo gak bisa melupakan cinta lo ke pada Nata!" Kim menjelaskan sambil tersenyum sengit kepada Liana. 

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kim membuat Liana sadar. "Aku memang masih mencintai Nata, hanya saja tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat bahwa Nata kini lebih baik saat bersama dengan Lian." Ucap Liana di dalam hatinya sambil tersenyum. 


"Hahaha apa yang kamu katakan itu salah Kim!" Jawab Liana sambil menoleh dan menatap Nata. 


"Sudahlah Kim, kamu jangan jadi parasit untuk hubungan mereka… cinta nya Lian jelas untuk Nata, dan mereka sebentar lagi akan menikah!" Lanjut Liana memperjelas apa yang akan terjadi selanjutnya. 


Saat ini Nata terdiam sejenak, dia sadar mengenai apa yang harus saja dikatakan oleh Liana. "Bagaimana Liana bisa tahu bahwa sebentar lagi gue dan Lian akan menikah?" Pikir Nata berbicara di dalam hati. 


"Ah mungkin karena memang gue dan Lian sudah bertunangan." Nata mengalihkan pertanyaan nya sambil tersenyum miring kepada Kim. 


"Ya benar yang dikatakan Liana… ." Ucap Nata sambil menepuk bahu Kim. 


Kim memutarkan bola matanya tanda malas. "Yaudah lah gue kalah di sini sebelum berperang!" 


"Hahaha" Liana dan Nana tertawa kepada sahabat nya itu.


"Nice bagus sekali keputusan nya Kim… kamu sudah menang dalam hal cinta, saat ini akan ada orang yang juga saling mencintai antara kamu dan kekasihmu." Liana sambil memeluk sahabat nya dari samping. 


"Ah persahabatan kalian membuat aku iri." ucap Lian sambil mendekati mereka.


"Hey tak perlu iri dengan kita, sini kamu juga kan sahabat gue!" ucap Kim yang kini mengajak Lian berpelukan.


"Hus! jangan peluk peluk calon istri gue." Mat merasa tidak suka melihat Kim yang hendak memeluk Lian.


"Sorry! Lian gak bisa peluk lo deh si doi marah banget tuh...." ucap Kim sambil cengengesan.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Sore hari di rumah Lian.


Akhirnya Lian bisa tersenyum lebar bersama dengan Nata, Kini mereka pun pergi pulang ke rumah untuk sekaligus berbicara mengenai hal yang sudah terjadi kepada tante Sani, begitu Nata juga akan meminta restu untuk menikahi keponakannya itu (Lian).


"Assalamu'alaikum?" salam dari Nata untuk pertama kalinya terdengar oleh Sani.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Balas Sani sambil membuka pintu, dirinya sangat tersanjung dengan salam yang di ucapkan Nata.


Tante Sani tersenyum lebar dia pun memeluk Nata sejenak, sedikit tidak percaya tapi memang ini lah sebuah ke ajaiban yang datang dari sosok Putra Cahya Winata yang kini tumbuh semakin baik.


!!! Tiba-tiba tante Sani terkejut melihat Keponakan nya sedang memangku bayi.


"Sayang, itu bayi siapa?" tanya penuh rasa penasaran.


Di ruang trngah, mereka duduk bersama untuk bercerita.


Saat Lian dan Nata pulang membawa bayi, jelas tante Sani terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh mereka. Tantenya sangat kaget lagi ketika mendengarkan bagaimana kesalahan paham an itu bisa terjadi! Sungguh masalah yang di hadapi mereka bukanlah masalah yang kecil.


"Ini lah jawaban dari Tuhan untuk kalian... selama kita bersabar untuk berusaha itu pasti akan membuahkan hasil!" Ucap tante Sani sambil memeluk keponakan nya dengan bangga.


"Hallo sayang.... Kini aku sudah menjadi nenek" ucap nya sambil menggendong bayi. Mereka semua sangat menyambut bayi dengan hangat.


Tuk tuk tuk. (suara pintu depan)


Mereka semua menoleh dengan rasa penasaran tentang siapa yang kini datang. "Biar Lian saja yang buka pintu nya tan." Lian kini memegang gagang pintu dan membukanya.


"Assalamu'alaikum?" Salam itu terdengar oleh semua yang ada di dalam, begitu mendengar semua nya menjawab salam itu.


Lian masih tidak percaya dengan seseorang yang kini sedang berdiri di hadapan nya, matanya berkaca-kaca melihat senyum diwajahnya. "Hey! kenapa bengong?" tanya Anggara sambil mengacak-acak rambut Lian, seperti anak kecil.


"Angga." panggil dengan suara pelan.


"Yes gue Angga, dan ini Dewi bersama si bagian kita baby Boy's" tegas Anggara membuat dirinya tidak percaya.


"Hay Lian, kita maueminta maaf dan kembali menjalin silaturahmi." ucap Dewi sambil tersenyum.


...╔═══════ ೋღ 🌺 ღೋ ═══════╗...


...AKU MAU UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENDUKUNG, MEMBACA CERITA "CINTA KARENA SATU ALASAN" SAMPAI SELESAI, DAN SEMOGA CERITA INI BISA MENGHIBUR JUGA MEMBERIKAN KESANA, PESAN BAIK UNTUK KALIAN. 🙏...

__ADS_1


...SELESAI. ...


...╚═══════ ೋღ 🌺 ღೋ ═══════╝...


__ADS_2