Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Bukti Nyata


__ADS_3

Sesampai di Ruamh, Lian diantar hingga ke kamar nya oleh Gala. Melihat ketulusan Gala kepada dirinya membuat Lian menjadi berpikir "apa kah seseorang sebaik Gala bisa sejahat itu?" Ya! Kini Dia memikirkan tentang kecurigaan nya akan Gala yang ikut dalam pembunuhan ba Liana. 


"Li, jika demam itu wajar ya… ini obat dari dokter tolong di minum biar luka nya sembuh." Ujar Gala menjelaskan kepada Lian dengan lembut, tak lupa dirinya juga membelikan obat untuk tantenya. 


"Li ini obat untuk tante kamu, karena tante kamu sudah tidur dan kamu juga tidak ingin dia kahwatir aku tidak akan membangun kan nya apalagi mengatakan hal ini, ya! Aku pulang…." lanjut Gala sambil berpamitan. 


Ketika Gala hendak pergi Lian memanggil dan mengucapkan terima kasih kembali. "Gala, terima kasih ya." 


Setelah Gala pergi berpamitan, Lian pun terdiam sambil duduk di kursi, malam yang sudah sunyi. "Aku masih tidak tahu mana yang harus aku percaya!" 


"Gala, laki-laki yang baik yang selalu peduli namun aku selalu cuek kepadanya bahkan masih berani mencurigai." lanjut Lian sambil membuka catatannya. Di catatan itu terdapat beberapa foto salah satunya adalah Gala, dalam buku itu juga ada tulisan-tulisan yang dimana beberapa bukti yang masih ngambang. 


"Jika memang Gala berkerja sama dengan mereka, untuk apa? Uang! Kenapa Gala membutuhkan uang sangat besar? Bukan kah Gala hanya sebatang kara." 


"Lalu… kenapa dia bisa mengenal dekat Della juga Abian, apa.. Ada yang tidak masuk akal di sini." 


"dan aku yakin Gala tidak melakukan itu, Gala hanya kena fitnah." 


Di malam itu setelah Lian menutup semua catatan dan backlis Gala dari kecurigaan nya, datang lah sebuah pesan dari Anggara yang ternyata mengetahui Lian yang pergi dengan Gala, bagaiman dalam pesan itu Anggara terlihat marah.


Message. 


^^^Anggara : Lo, ngapain jalan malam malam dengan^^^


^^^GALA!^^^


^^^Anggaran: Lo, pergi kemana! Gue lihat mobil^^^


^^^Gala dan gue juga lihat lo di bolong di Gala!^^^


Setelah pesan itu, tak lama Anggaran pun menelpon Lian namun Lian tidak menjawab akan tetapi dirinya tidak lupa memberikan pesan srbalum akhirnya mematikan handphone nya. "aku jelaskan nanti di cafe, aku lelah." ucap Lian sambil tertidur.


Message.


Lian : sorry, aku jelasin besok di cafe.


......................

__ADS_1


Pagi hari, Lian harus dikejutkan dengan kedatangan Gala juga Anggara yang sudah standby di depan rumah nya. Gala dengan berani tetap menunggu Lian, ia tidak takut jika harus mendapat ancaman dari Anggara. "Hey! Pergi sana gue yang akan jalan bareng. Cepet!"


"Tidak ada yang bisa melarang, dan Saya adalah pacar Lian."


"Saya adalah bos lo!" tegas Anggara sambil mendekati Gala, akan tetapi Gala hanya melirik dengan tajam lalu tersenyum malas. "Saya tidak takut! Anda pecat saya OK, masih banyak Cafe yang akan menerima saya!"Gala dengan berani menjawab.


Katika Anggara hendak menjawab tiba-tiba Lian membuak gerbang, dan membuat pertikaian diantara mereka terhenti. "Li, Lo..." ucap Gala terheran-heran karena melihat Lian yang tiba-tiba saja kakai ya di perban.


"Hai kalian, sudah menunggu ya..."Lian melirik sahabatnya lalu tersenyum kepada Gala." Ayo Gala. "Lian memilih ajakan dari Gala dibandingkan sahabat nya, semua itu karena Lian mulai menerima Gala yang selalau ada untuk nya.


Melihat keputusan itu Anggaran muali mengepal tangan nya dan berubah menjadi amarah." Huft! Apa-apan dia, bukan kah kemarin gue sudah menjelaskan! Apa dia lupa untuk tidak lagi dekat dengan laki-laki itu!."


"Seandainya lo tahu siapa Gala sebenaranya, lo pasti benci!" ujar Anggaran sambil membuka pintu mobilnya.


......................


Cafe London, siang ini Nata sengaja pergi ke Cafe untuk membuat Lian menjadi kembali peduli. Dimana Nata datang ke kursi 'Legend.' untuk memberi bunga serta memperlihatkan ekspresi kesedihan.


"Liana, apa kau tahu gue sekarang sedang merindukan sosok lo yang hidup di dalam jiwa wanita itu." ucap Nata sambil menyimpan bunga di kursi.


Lian melihat Nata ada di Cafe London, namun tidak lagi peduli kepada Nata dan mencoba untuk membiarkan Nata, karena Lian tahu bahwa Nata tidak mungkin menerima dirinya, kini Lian mencoba menerima Gala yang menurutnya selalu ada membantu dan menemaninya namun sebelum memutuskan hal itu. Lian tak lupa  melibatkan Anggara untuk memberikan pendapat tentang pilihannya.


"Li, apa kamu masih berhubungan dengan pak Putra?" tanya Gala yang hendak ke dapur lalu melihat Lian sedang berdiri di dekat meja.


Lian pun melirik Gala dan tersenyum. "sepertinya sudah tidak, mm...kamu mau ke dapur juga, ayo!" ajak Lian sambil membawa beberapa piring hidangan.


Lian terdiam memperhatikan Gala, dirinya juga berpikir apakah ini saatnya untuk menerima Gala, dia pun pergi menemui Anggara untuk membahas hal ini juga mengenai tadi semalam.


......................


Lian pun datang ke ruangan Anggara untuk menjelaskan keputusan nya, namun setelah Lian menjelaskan semuanya lagi-lagi Anggara tidak setuju dengan keputiusan Lian mau itu dengan Gala atau Nata. 


"Baru saja kemarin gue jelasin ke lo, gue gak setuju lo sama Gala!"


"Kenapa lo gak setuju, karena apa! Gala terbukti melakukan pembunuhan? Tidak hentikan ada bukti!" Lian dengan tegas menolak tuduhan kepada Gala, kini Lian sudah tidak percaya dengan tuduhan itu.


"Nah seketika Lian menjadi beru ah karena cinta, gue baru saja wanti-wanti lo eh sekarang lo makan tuh cinta memang ketulusan Gala akan membuat lo nyaman dan jatuh hati. Buktinya sekarang benar kan!"

__ADS_1


"Aku barus saja ingin menerima dia, tapi bukan berarti aku sudah menerima Gala." Lian menjelaskan sambil berdiri di depan sahabatnya.


"OK tapi lo kesini mau lobi gue kan, biar gue setuju...dengan apa pilihan lo? Intinya gue gak setuju balik lagi ya! Mau itu Nata atau pun Gala. Lihat juga noh si playboy datang dengan siapa lagi dia kemari."


"Mungkin sekarang saat nya gue jelasin kenapa gue tidak setuju lo dengan Gala."


Anggara pun menceritakan dimana dia secara diam-diam juga mencari bukti untuk mengungkap kematian Liana, dalam cctv yang dia dapatkan dari beberapa sumber dia menemukan tiga hari sebelum kejadian pembunuhan Gala bertemu dengan Della, dan Abian hal itu terjadi selama tiga hari berturut-turut dan setelah tiga hari kematian Lian a mereka juga kembali bertemu di Cafe London ini dimana cctv itu memperlihatkan Gala yang hendak di pukul oleh Abian namun di hentikan oleh Della.


"Mereka sepertinya sedang ada pertikaian, tapi kenapa? Itu yang belum terungkap." ujar Anggara menjelaskan kepada Lian.


"... lo harus tahu juga, cctv yang beberapa scene hilang, dan cctv di depan mati begitu saja! Itu yang membuat gue gak percaya dengan Gala. "


" OK aku akan percaya, tapi mana hasil dari data data yg kamu kumpulkan."


"Tentu saja ada." Anggara dengan cepat mencari flashdisk yang ada di tas nya, namun sayang flashdisk nya hilang entah dimana. Wah dengan khawatir Anggara langsung meminta tolong Lian untuk juga mencari flashdisk itu.


"... ayo! Bantuin Li." ajak Anggara penuh wajah memelas.


Anggara mencari buti-bukti itu karena ternyata Liana masih saudaranya. Yang pasti Anggara mencurigai Gala dan teman-temanya (Abian dan Della), diapun menceritakan kecurigaan itu kepada Lian, dan hal itu lah yang membuat Anggara tidak setuju jika sahabatnya harus jadian dengan Gala.


"Lo juga harus tahu jika Liana adalah saudara gue, ya! Gue juga baru tahu sih seminggu yang lalau itu juga aku tahu dari pa de." lanjut Anggara menjelaskan kepada Lian.


Namun seketika Lian terdiam, entah kenapa dirinya menjadi berpikir negatif kepada sahabatnya. Lian kini malah mencurigai bahwa kematian Liana bisa jadi ada hubungan nya dengan keluarga Anggara yang mana satu bulan yang lalau Cafe London itu hendak melakukan iklan dengan influence yaitu ba Liana. Ya! Hari ini Lian mengingat moment itu.


"Kok lo bengong sih! Ayo cari...."


......................


Di luar cafe mereka berdua mencari flashdisk, dan saat itu juga Lian harus melihat Nata dengan seseorang wanita yang lain. Hal itu enatah kenapa membuat dirinya marah, kesal tidak menentu. "kenapa hati ini merasa tidak terima, Nata dekat dengn wanita itu?" ujar nya dalam hati.


"Nah, lihat tuh! Dia... sudah berani dekat dengan wanita lain, hahahaha lucu ya! Baru saja seminggu yang lalu dia mengadakan acara CLBK dengan si Della sekarang dekat dengan wanita lain...."ujar Anggara sambil melihat Nata tidak suka.


" Hai, kamu CEO cafe ini kan? "wanita yang bersama Nata mendekati mereka berdua dan menyapa Anggara dengan senyuman hangat.


Anggara pun mengangguk kan kepala." Kamu dengan siapa ke mari Bintang? "


Bintang pun melirik Nata dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2