Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Apa yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Nata terdiam memikirkan hal-hal yang kini sedang terjadi di dalam hidupnya. Dia memilih duduk di meja kerja tanpa mengejar sosok yang kemungkinan besar adalah orang yang telah menulis surat itu (lihat bab sebelum nya) karena wanita tadi mencurigakan, baik dari penampilan bahkan gerak gerik nya.


"Kenapa masih terus seperti ini?" ujar Nata berbicara di dalam hati, dirinya juga banyak berpikir tentang misteri kematian sang mantan yang kini malah menjadi tanda tanya besar.


Apa yang sebenarnya terjadi.


Memang semuanya berjalan dengan semestinya perlahan-lahan terselesaikan, akan terapi setelah satu per satu terungkap, kini ada hal lain yang membuat dirinya tidak bisa merasa lebih tenang. "Siapa sebenarnya Lisa?"


"Apakah dia ada keterkaitan nya dengan perempuan yang tadi?"


"Kenapa jika dia benar-benar Liana, wajah nya harus berubah? Ah dan kenapa dia harus mengirimkan surat ini sedangkan dia sudah memiliki kekasih yaitu Kim!"


"Apa dia sengaja melakukan semua ini hanya karena ingin balas dendam, tapi kenapa? Bukan kah selama ini dia ingin putus lalu dia juga berkata bahwa keputusan nya itu karena dia sayang kepada gue?"


Tuk Tuk Tuk... (suara pintu)


"Ah siapa lagi?" Lanjut Nata berbicara di dalam hatinya, lalu dia menyuruhnya masuk, dan mengatakan kepada Aldi bahwa dirinya ingin pergi ke luar.


"Masuk... ok Di ada apa? Saya mau keluar ni." Ujar Nata setelah Aldi duduk.


"Pak... maaf mengganggu, begini saya ingin membicarakan soal proyek yang tadi dibahas dengan pak Kim."


Mendengar nama Kim dirinya teringat dengan hal tadi, dan memikirkan apa semua tadi ada kaitannya dengan Kim! Apa kah semua ini rencana nya, apakah mereka ingin menghancurkan PT Cahaya Winata? Ah pikiran Nata sangat buruk, dia tidak bisa berpikir jernih.


Karena Nata tidak merespon bahkan terlihat sedang memikirkan hal lain akhirnya Aldi memanggil. "Pak Putra? "


Nata pun tersadar dari lamunanya. "Ya, bagaimana tadi?" Nata kembali bertanya.


"... ya pak jadi saya ingin membahas proyek tadi. "


"Ok Aldi proyek badi saya serahkan ke kamu, karena setelah proyek tahun kemarin itu berjalan dengan lancar hingga sekarang saya serahkan kembali ke kamu ya?"


"Good luck...." lanjut Nata sambil beranjak dari kursi lalu menepuk bahub Aldi, dan pergi keluar. Aldi nampak terkejut karena lagi-lagi dirinya harus meng handle proyek yang bukan ecek-ecek.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan pak Putra?" ujar Aldi melirik bos nya yang sudah keluar.


......................


Dapur


Rumah Eliza Bunga Berlian, dirinya sedang memasak makanan kesukaan Nata, walaupun belum berbicara kembali dengan Nata setelah kejadian itu (lihat Bab Aku Baik-baik Saja Nat) akan tetapi Lian selalu bersikap baik, dan terus mencoba percaya bahwa Nata akan kembali seperti biasa seperti yang telah dikatakan Nata sebelumnya.


"Mungkin dengan aku mengantarkan makan siang kepada Nata, dia bisa berbicara dengan ku lagi." Liana sudah merasa rindu, Lian selalu punya cara-cara baru untuk memperbaiki hubungannya.


Message.


Nata : Sayang kamu dimana?


Nata 2 pangila tak terjawab, (gadget Lian ada di dalam tas).


......................

__ADS_1


Nata kini tahu kemana dia harus pergi, agar semua pikiran nya kembali lebih baik (tenang) dan dia tahu siapa orang yang bisa membantu dirinya untuk mengungkap dibalik kematian Liana, juga orang yang bisa diajak diskusi santai.


"Apa kamu marah kepadaku Lian? aku benar-benar menyesal sudah memperlakukan kamu kasar." ucap Nata ketika panggilan nya tidak di angkat dan begitu pesan nya juga belum di balas.


Sebelum Nata sampai di rumah Lian, dia pun membeli bunga mawar dari anak-anak yang sedang berjualan di lampu merah, tak lupa Nata juga mampir ke sekolahan dimana dulu Lian SMP untuk membeli jajanan favorit. Nata berharap dengan semua itu bisa memperbaiki hubungannya.


"Gue harap semua akan baik-baik saja."


......................


Lian pun selesai menyiapkan bekal untuk Nata, dengan penuh semangatnya dia pun segera mengambil tas nya di kamar. Selanjutnya Lian pergi untuk memanaskan si Emblu (motor abu-abu kesayangannya) dan ketika Lian hendak berjalan tante Sani memanggilnya untuk memberikan surat miliki nya yang tertinggal di meja makan.


"Surat cinta tertinggal ni." ledek sang tante.


"Ah tante jangan begitu dong, hehe tapi thank tante sudah menyelamatkan ku... surat ini sangat penting jika Nata tidak sempat bertemu dengan ku maka surat ini lah yang mewakili. " jawab Lian sambil tersenyum malu.


Tantenya menganggukan kepala, "Ya... hati-hati ya sayang, semoga berhasil!" pesan dan doa dari tente Sani. Lian pun tersenyum dan mengamini nya, dia juga tidak lupa bersalaman untuk pamit.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Sebelum akhirnya Lian keluar dari gerbang rumah dia dikejutkan dengan mobil yang sedang parkir di depan rumah nya, sangat beruntung sekali karena dirinya belum sampai di kantor. "Wah untungnya aku masih di rumah. " ucap Lian sambil memperhatikan mobil itu.


"Hai sayang...." Nata turun dari mobil dan melambaikan tangan.


Ini adalah bentuk dari rasa ikhlas dan sabar nya Lian, kini dia mendapatkan balasan yang indah dimana Nata kembali kepadanya bahkan datang ke rumah dengan sapaan yang hangat, tak kuasa menahan rindu dan kekhawatiran Lian pun memeluk nya.


"Nata ku.... " sambil memeluk.


"Terima kasih sayang, kamu masih menyayangi aku." ucap Nata dia juga memeluk Lian dengan kehangatan.


......................


Mereka pun pergi ke dalam rumah, dan tentunya mereka makan siang bersama juga dengan tante Sani. Moment itu tidak akan pernah bisa dilupakan oleh Nata dan Lian, walaupun Nata masih sering mengingat kejadian-kejadian bersama Liana tapi hal itu hanya lah ilusi, dan itu membuat dirinya belajar agar senantiasa tidak mengulangi kesalahan yang telah terjadi.


"Gue gak akan pernah membuat lo terluka, tidak akan gue berlaku kasar. " ujar Natan di dalam hati sambil menikmati makanan, dia juga menatap Lian dengan lembut.


"Lihatlah semesta menyatukan kalain kembali." tante Sani tersenyum bahagian melihat keponakan nya, tidak lama setelah sarapan tante Sani pun berpamitan untuk pergi ke butik.


......................


Di rumah kini tungal mereka berdua, Nata dan Lian pun tak lama juga dirumah setelah membereskan makan siang mereka juga pergi untuk menguak dibalik kasus kematian Liana yang sebenrnya. Begitu di perjalanan menuju pemakaman Nata juga menceritakan tentang kejadian pagi di kantor.


Lian merasa ada hal yang aneh di balik semua ini, yang pertama dan harus diselesaikan adalah memeriksa kembali identitas seseorang yang ada di dalam kuburan atas nama Liana itu, tapi Lian berpikir bahwa tidak mungkin jika ba Liana melakukan hal ini untuk balas dendam, pasti ada hal lain yang akhirnya terjadi!


"Yang pasti... setelah kita tahu siapa yang di makamkan itu, kita juga akan mudah mengetahui siapa Lisa!" ujar Lian sambil menikmati jajanan yang tadi dibelikan Nata.


"Oiya kita juga harus membuat pertemuan yang sering bersama Kim dan Lisa!" Lanjut Lian.


Kali ini Nata merasa tidak begitu tertarik dengan kasus yang harus di kuak segera, tetapi dirinya malah memperhatikan Lian yang menikmati jajanan telur gulun, sosis bakar, cireng, batagor, dan kue cubit yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang... makanya lahap banget sih, jadi mau...enak gitu lihatnya!" Nata malah tersenyum sambil menatap kekasihnya.


"Hus! kita ini secara tidak langsung sedang dalam konflik besar yang, hmm kamu malah fokus ke yang lain." Ujar Lian sambil menatap sinis.


Nata malah cengengesan melihat Lian menatap dengan sinis, "Sayang kamu tau gak?" tanya Nata.


"Enggak! Orang kamu gak ngasih tahu." Jawab ketus.


"...Kamu itu bisa mengalihkan dunia, hehehe." Nata gombal.


"Apaan sih yang!" Lian muali kesal.


"Hiburan dikit yang, soalnya serius mulu..."


......................


Mereka kini sampai di pemakaman, dan akan melakukan pengecekan ulang terhadap jasad atas nama Liana. tidak menungu lama akhirnya mereka bisa pergi ke ruamh sakit untuk melakukan pemeriksaan ulang.


"Ternyata gak sulit... akhirnya kita hanya menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan hasil yang sebenarnya." ujar Nata berjalan bersama Lian di taman rumah sakit.


"... tunggu itu kan Nata si bajingan!"


"Ngapain mereka ada di sini, apa mereka sedang menjenguk seseorang?" ujar wanita berwajah Liana sambil menggendong bayi.


Tak di sangka Lian melihat wanita berwajah Liana, bahkan mereka berdua saling menatap. Namun ketika Lian ingin memberitahu Nata wanita itu langsung pergi berlari ke bunga-bunga yang rindang sehingga Nata tidak sempat melihat.


"Ba Liana, Nat itu ba Liana.... " Lian pun menujuk ke salah satu buang yang rindang.


"Liana? apa lo yakin di balik bunga itu ada Liana?" tanya Nata, dan dia menghentikan langkah Lian yang hendak pergi menemui orang itu.


"Aku yakin, walaupun postur tubuh nya bukan ba Liana tapi dia memiliki wajah yang sama! Dan kenapa jika dia bukan ba Liana begitu aku memberi tahu mu dia langsung pergi bersembunyi! " Lian menjelaskan.


"... ba Liana, tapi kenapa ba Liana gendong baby." ketika Lian mengatakan hal itu Nata terkejut.


Karena bagaimana bisa dia menggendong anak bayi, sedangkan Liana tidak pernah dia sentuh sedikitpun. Jika itu memang bayi Liana tapi anak dari siapa?


Alur cerita mudur, Nata kini teringat dengan sosok wanita yang mengejarnya di cafe London ketika ada acara fans meet ke-3 dan perayaan CLBK dengan Della, wanita itu berteriak-teriak "Laki-laki bajingan!"


"Kamu harus bertanggung jawab!" Namun tidak lama security dan bodyguard nya Della datang dan membawa wanita itu pergi dari acara.


Alur cerita maju, Nata tiba-tiba saja secara random mengingat kejadian itu dan kejadian dimana wanita itu pernah tidur dengan dirinya."Lisa, perempuan tadi di kantor, dan wanita itu!"


"Ah... ini terlalu sulit di ungkap!" lanjut Nata sambil mengucap dan menatap kekasihnya.


"Sayang, apa yang sebenarnya sedang terjadi?"


"Tenang, kita pasti bisa mengungkap ini. "


Merka pun pergi ke tempat administrasi untuk menanyakan pasien bernama Liana, yang kemungkinan saja memang ada Liana di sana, tapi sayang disana tidak ada pasien bernama Liana begitu seseorang yang melakukan persalinan. Memang tidak mudah bagi mereka,tapi Nata sangat bersyukur karena Lian selalu ada di sampingnya.


"Kita mungkin harus memata matai rumah sakit ini."

__ADS_1


"Sekarang kita harus cek CCTV karena hanya itu yang bisa kita manfaatkan untuk saat ini." Lian pun mengajak Nata pergi.


"Lian love you..." ucap di dalam hati Nata.


__ADS_2