Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Please Jangan Marah


__ADS_3

...Hotel dengan view pantai....



......................


Mereka tertidur lelap di ranjang yang empuk, rasanya sangat nyaman apalagi ketika sepoy-sepoy angin laut di pagi hari datang perlahan-lahan dari pintu yang terbuka, dan hordeng pun bergoyang-goyang. Mereka merasa kan dingin yang segara suasananya yang asri dan sunyi membuat nya tak ingin beranjak.


"... hoam." Lian menguap namun dia belum sadar, hingga akhirnya tertidur kembali sambil memeluk Nata di sampingnya. Setelah satu menit dirinya tertidur kembali barulah sadar begitu wajah nya sangat terkaget-kaget melihat siapa yang sedang di peluk.


"Hah! apa-apaan ini, kenapa bisa aku dan Nata tidur bersama?" pikir Lian sambil melihat tubunya berbalut selimut berwarna tosca. Dia socks melihat Nata yang hanya menggunakan celana pendek (boxer) tertidur pulas menghadap kepadanya.


"Nata... dia melakukan apa semalam pada ku?" Lian bertanya-tanya sebab dia tidak ingat bahkan kepalanya terasa sangat pusing.


"Aw...." meringis sambil memegang kepalanya, syukur nya tidak ada sehelai bajunya yang lepas dari tuhuh walupun beberapa kancing bajunya terbuka.


Ketika Lian hendak beranjak dari kasur Nata pun terbangun namun masih terlentang sambil meraih lengan Lian dirinya pun menguap. "... yang tidur lagi sini." ucap Nata santai sambil memejamkan matanya kembali.


Lian merasa tidak terima akan sikap Nata semalam, yang seharusnya mereka itu hanya menikmati malam di pantai melainkan ada adegan yang tidak ingin dia lakukan. Walaupun mereka adalah sepasang kekasih, walupun dirinya akan di nikahi tuan muda tapi hal itu adalah pantangan bagi Lian.


Lian melepaskan tangan Nata yang tidak ada tenaga, mungkin Nata saat itu masih lemas dan mengantuk sehingga nyawa nya belum terkumpul. "Mmmm." Nata sambil membuka mata dan mencoba meraih lengan Lian kembali, akan tetapi Lian sudah berjalan menuju balkon.


Nata yang belum tersadar, dan masih berpikir jika Lian baik-baik saja dia pun melanjutkan tidurnya. "... Li, gue masih kantuk ni." ujar Nata sambil melanjutkan tidur nya, dia pun membenahi dengan menyelimuti tubuhnya.


......................


Pemandangannya sangat indah, begitu matahari juga mulai bersinar dengan kehangatan. "Ya Allah aku lupa shalat subuh." dirinya pun segera pergi ke bawah untuk melakukan shalat di masjid yang tidak jauh dari hotel.


06 : 34 WIB hampir pukul 7 dirinya baru sadar bahwa semalam hanya mimpi shalat. "Bisa-bisanya aku mimpi." ujar Lian yang sudah ada di depan Masjid yang begitu indah, dia pun memasukinya tak lupa berdo'a. "Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu" Lian pun masuk ke masjid.


......................


Nata baru sadar bahwa Lian tidak ada di kamar langsung memangil. "Yang?" Nata sambil terbangun dan beranjak dari kasurnya.


"Sayang... Li lo dimana?" tanya Nata sambil mengucek mata nya mencoba bangun sambil berjalan ke kamar mandi.


Tuk Tuk Tuk (Nata mengetuk pintu kamar mandi) "Lo ada di dalam Li?" tanya Nata berdiri lalu bersandar di dinding masih lemas, dan mengumpulkan nyawa.


Namun setelah Nata memangil Lian tak kunjung menjawab, dan begitu ketika Nata membukakan pintu, Lian tidak ada di kamar mandi. Nata tidak panik karena Lian pasti hanya di sekitar kamar. "Yang ayo lah! gak lucu keluar ih." pintar Nata sambil cek ke balkon, tapi Lian tidak ada di mana-mana.

__ADS_1


"Gak mungkin kan Lian pergi begitu saja, nah kan gadget nya aja gak dibawa !" Nata sambil melihat tas nya yang ternyata tidak ada di mana-mana, kemungkinan memang Lian sedang pergi keluar untuk membeli sesuatu, itu lah yang dipikir kan Nata.


"Ya sudah biar gue tungu saja... lagian nih anak kagak bawa gadget nya." ujar Nata sambil duduk menikmati pantai di pagi hari, begitu Nata melihat sekeliling view pantai ia teringat bahwa kekasihnya sering melakukan seperti mediasi di bawah sinar pagi yang banyak manfaat nya.


Nata pun mulai mempraktekkan kebiasaan Lian, dia kini memejamkan matanya sambil tersenyum dibawah sinar matahari. "Ini yang di rasakan nya.... " ucap Nata menikmati setiap kehangatan.


07 : 52 WIB Sudah satu jam lebih Nata menungu Lian, tapi dia tak kunjung datang dan akhirnya memutuskan untuk keluar juga. Begitu ketika dirinya sudah selesai mandi dan sudah rapi untuk keluar mencari Lian, eh~ baru saja membuka pintu Nata sudah melihat sosok kekasihnya.


"... ah~ sayang akhirnya udah sampai juga, gue nungu darintadi loh." wajah Nata begitu senang melihat Lian sudah ada di hadapan nya dengan segera memeluk, tapi ketika tangan nya hendak menyentuh badan Lian pun segera mendorong Nata.


Tanpa kata-kata begitu wajah nya terlihat masam, padahal Lian selalu ekspresif tapi hari ini dia melihat kekasihnya seperti sedang badmood. Lian masuk ke kamar hotel, dan duduk disofa dengan beberapa jajanan kesukaannya begitu dengan bubur yang dia belin hanya satu.


Nata duduk di samping Lian. "Lo beli bubur buat gue?" tanya Nata sambil melihat Lian membuak bubur dan kerupuknya.


Lian tidak menjawab dengan verbal, dia hanya menggelengkan kepala setelah menoleh, dia pun mulai menyendok bubur dengan kerupuk. Buburnya sangat menggugah selera walaupun ada dalam cup tapi tampilan tampaknya enak begitu ketika Lian menyantap suara dari kerupuk yang renyah bisa memanggil cacing-cacaing diperut. Sayang! Nata hanya bisa menelan kekosongan dan menahan godaan.


"Tega banget Lian bisa bersikap acuh bahkan cuek kek bebek! Apa salah gue ya?" pikir Nata sambil mengingat apa yang telah terjadi.


Sudut pandang Lian, kenapa aku tidak bisa membiarkan dan terus acuh kepada Nata si pendusta! Yang seharusnya tidak pernah melakukan adegan semalam, tidak hanya itu seharusnya Nata menghentikan aku minum, menghentikan hal-hal itu.


Kenapa aku harus menikmati sentuhannya, aku tahu itu adalah bahasa cinta ... memang dengan sentuhan membuat ku merasa nyaman dan lebih tenang tapi, kenapa Nata harus mencium aku setelah memeluk. "Seharusnya aku tak ikut andil... keadaan yang romantis membutakan diri ini, walaupun Nata hanya berani mencium ku saja." pikir Lian, makan nya sambil melamun.


"Makan jangan melamun." ujar Nata sambil mengacak-acak rambut ku, hal itu yang menyadarkan aku tapi sayang makan ku tidak jadi enak.


"Makan lah jika kamu mau, aku pikir kamu tidak akan mau sebab sudah ada sarapan pagi yang spesial. " uacap Lian tersenyum tipis menyembunyikan kekesalan sambil pergi berjalan menuju balkon.


Sudut pandang campuran, ketika Nata mendengar bahwa Lian sudah tahu akan ada sarapan pagi yang sepsail dan sudah dia siapkan, hal itu untuk memperkuat hubungannya... tapi pagi ini malah ada bencana dimana Lian bersikap acuh bahkan wajahnya sangat terlihat badmood.


"Sayang..." pangil Nata menghampiri Lian, dan tidak jadi makan bubur yang mengugah selera itu bahkan semuanya berubah tidak ada lagi selera.


Nata berdiri disamping kekasihnya sambil memikirkan apa yang sedang terjadi kepada Lian. Apa kesalahan yang telah dia perbuat sehingg harus mendapatkan hukuman ini? "Ah~ gue baru ingat, apa jangan-jangan Lian marah karena tidurnya bareng gue lagi, sebelumnya..." ketika Nata berbicara dengan dirinya sendiri yang penuh dugaan, tiba-tiba saja Lian mengatakan bahwa dirinya sedang kesal.


"Aku sedang kesal!" tatapn Lian sangat tajam.


"Lo kesal kenapa?" Tanyanya Nata sambil menoleh Lian, begitu ketika dirinya melihat tatapan yang tajam dari Lian membuatnya gugup dan merasa takut jika Lian sedang kesal kepadanya.


"KENAPA KAMU TIDAK HENTIKAN AKU MINUM! KENAPA KAMU BIARKAN AKU SAMPAI MABUK TAKNSADAR DIRI! TERUS KENAPA KAMU MRNCIUK KU! KENAPA TIDUR DENGAN AKU! KENAPA !?"


Waw... Lian tampaknya sangat marah besar dengan kejadian semalam, ya memang seharusnya Nata tidak mengoda kekasihnya itu. Namun dirinya sudah terlanjur terbawa nafsu cinta apalagi suasana sangat mendukung.

__ADS_1


"... gue tahu salah, jadi bisa kan lo maafin gue (tangannya memohon) ya Li?"


"Malam itu sangat romantis, entah kenapa gue tidak bisa mengendalikan diri gue begitu ketika gue juga mabuk... tapi percaya lah gue tidak melakukan apa-apa."


Lian masih terdiam, dirinya masih ingin mendengar apa lagi yang akan di katakan oleh Nata. Yang pastinya hari ini Nata sudah berbeda dia laki-laki baik tak seperti dulu.


"... kenapa masih diam Li, gue bener-bener menyesalinya dan janji tidak akan membiarkan lo ikut minum, tidak akan mengoda ... maaf ya?"


"Oiya soal kancing baju lo itu, gue sama sekali tidak bermaksud macam-macam dan sepertinya lo gak ingat." Lanjut Nata menjelaskan tentang kejadian semalam seperti apa sebenarnya.


Alur Cerita Mundur


Jadi setelah mereka melakukan kissing di pantai, Nata pun mengajak Lian untuk pergi ke hotel dan di sana Nata tiba-tiba saja teringat tentang Liana, perempuan bayaran dan segala hal masalah yang bertubi-tubi. Walaupun bersama Lian dirinya bisa lebih baik tapi ada satu hal yang begitu mengganjal.


"Gue tidak ingin menyakiti Lian dengan kehadiran wanita bayaran itu yang bisa saja menghancurkan hubungan ini, tidak... Lian tidak boleh tersakiti !? jiwa yang lembut dan pastinya 1000 : 1 tidak ada pengganti nya. "


"SUDAH CUKUP LIANA YANG GUE SAKITI, TIDAK LAGI KENDUA KALI NYA GUE KEHILANGAN LO. MM 100%KEKASIH IDEAL." pikir Nata sudah emosi dan pada akhirnya jalan satu satu bagi nya adalah minum, yang dirinya sadari itu bukan jalan baik.


Nata meminta Aldi untuk membawa beberapa minuman alkohol yang memiliki bintang lima juga limited edition di rumah nya yang terdapat bar. Begitu ketika Nata meminum sudah banyak di kamar hotel datanglah Lian dari kamar mandi sehabis buang air besar.


Lian terkejut melihat kekasihnya, dan ketika Lian hendak menghentikan Nata minum dirinya malah digoda berkali-kali hingga akhirnya mencicipi dan begitu Lian meminun lagi lagi dan lagi hingga muntah dan dia kuntah ke baju Nata.


Lian tidak muntah sekali melainkan dua kali yang akhirnya terkena baju nya sendiri. "Sayang...." ucap Lian, dengan segera Nata membantu membersihkan muntahan nya yang terkena baju.


"mmm...." Nata datang setelah membersihkan muntahan dari baju dan celana, yang terpaksa akhirnya dia harus membukan nya.


Alur cerita maju, akhirnya Lian mengingat kejadian yang sebenarnya tadi malam dan akhirnya memaafkan Nata karena sepenuhnya bukan salah kekasihnya. Begitu Nata tertidur bersema karena dirinya menarik lengan Nata hingga akhirnya jatuh di kasur.


"Ya aku sudah memaafkan kamu, maaf juga karena aku yang meminta kamu tidur bersama." Ujar Lian sambil menatap Nata lembut.


"Ya gak papa, lagian seharusnya gue nolak, tapi karena gue sudah tidak sanggup terbangun akhirnya tidur saman lo." jawab Nata.


"Ok... kita makan yuk, gue punyan kejutan untuk lo hehe walupun lo udah tahu spesial nya seperti apa." Nata mengajak Lian, dan mereka berpegangan tangan.


......................


Sarapan pagi, Lian mendapat kejutan baru yang tidak dia duga ketika selesai sarapan pagi dirinya di pasangkan cincin. Wajah Lian sangat bahagia ketika melihat cincin yang sudah melingkar di jari manisnya. "Sayang ini...." tapi dia ingat jika ada hal yang sulit menyatukan cintanya begitu ketika Lian melihat kalung yang dipakai Nata.


"Apa aku bisa membuat dirinya memilih?" pikir Lian sambil tersenyum kepada Nata.

__ADS_1


Nata tersenyum sambil menganggukan kepala, dan dirinya pun mencium Lian. "Kita akan segera..."


Ninena~ (Nada dering telpon masuk) Nata pun langsung mematikan telpon nya namun dirinya tidak bisa menghindari pangilan dari Aldi yang mungkin sangat urgent. "Angkat dulu yang.... " seru Lian.


__ADS_2