
Lian sambil bercermin. Aku adalah wanita dengan nama lengkap Eliza Bunga Berlian atau sering disapa Lian.
Kini aku baru sadar bahwa aku sedang dipuja puji oleh Gala Sentosa dan Putra Cahya Winata atau sering ku sapa Nata, mereka adalah dua lelaki yang hebat. Nata merupakan CEO 'arogan' seperti yang ba Liana katakan, akan tetapi Nata terkenal dalam bisnis yang sukses sejak empat tahun terakhir, dan kini dia juga memiliki banyak penggemar, walaupun begitu Nata memikat diri ku … karena dia terlihat berkelas namun sederhana?
Mmm maksudnya aku dia sederhana dengan segala penampilan, tapi masih terlihat berkelas.
Apa lagi ya tentang Nata? Mmm ... nyatanya dia adalah pria yang masih memiliki sikap lemah lembut, juga peduli.
Lalu … dengan Gala, dia adalah rekan kerjaku. Dia salah satu juru masak di Café London yang hebat dan, terkenal dengan makanan penutup super mewah. Citra rasa yang diberikan Gala selalu menyimpan moment bagi para penikmatnya.
Setelah lima menit, Lian pun turun untuk membuat sarapan pagi juga bekal, dia sangat bersemangat hari ini bangun lebih awal dari biasanya. Setelah 15 menit berlalu akhirnya dia selesai memasak beberapa sayuran dan daging, tak lupa dia selalu membuat salad buah untuk bekal.
Setelah selesai masak Lian langsung kembali bergegas ke kamarnya untuk bersiap-siap. Tak biasa dirinya sangat berbeda dengan penampilan sebelumnya, Lian terlihat ber makeup walaupun masih terlihat natural dan itulah yang dia mau walaupun natural dia tetap cantik dan sekarang lebih terlihat fresh.
Kini tangan nya menyemprotkan parfum pemberian sahabatnya yaitu Anggara. Sahabat sejak kecil yang paling baik sampai sekarang mereka bersama-sama. Bahkan kedekatan mereka sudah seperti saudara jika diluar jam kerja.
......................
Di sebuah dapur kini terlihat wanita yang sedang melihat meja makan dan memperhatikannya. Wanita itu terlihat heran-heran karena sepagi ini sarapan sudah tertata di meja makan, ia pun duduk sambil meminum air yang sudah disiapkan Lian.
Lian berdiri sejenak di pintu dapur sambil memperhatikan wanita yang tengah duduk lalu ia pun tersenyum sambil menemuinya.
"Hai! Teh, good morning" Lian memeluk dari samping lalu duduk berhadapan.
"Biasanya kamu baru turun, tapi beberapa hari ini kamu … bangun lebih awal (melirik jam) bahkan sepagi ini sudah siap?" ucap tante ya terheran-heran.
Teh Sani adalah tante ku, dia wanita hebat yang bersedia merawat aku sejak kecil muali dari usia enam tahun aku ikut dengan keluarga dari adik ibuku. Teh Sani sangat baik penuh kasih sayang dia selalu berusaha membuat aku bahagia. Teh Sani sudah seperti orang tua ku, dia memperlakukan aku seperti anaknya … mmm teh Sani juga teman curhat ku.
"Betul sekali, teteh tau kan jika aku ingin ikut andil dalam mengungkap Kejanggalan misteri rem blong, terus … aku dan Nata punya jadwal untuk bertemu."
"Bertemu? (menatap Lian) sepagi ini sayang?"
Lian tersenyum dan mengangguk.
"Tapi rasanya ada yang tidak biasa dengan penampilan kamu … biasanya gak serapi, se…."
"Mmm …" lanjut Tantenya mencium aroma yang manis akan tetapi terkesan elegan, parfum berkelas.
__ADS_1
......................
Namun hari ini Lian menghindari perbincangan dengan tantenya karena dia merasa tidak nyaman, juga merasa malu akan dirinya yang mungkin sedang tertarik dengan seseorang, Lian belum merasa siap untuk bercerita. "Aku pergi, yuk ah salam teh." ucap Lian sambil meminta salam untuk berpamitan, namun ketika Lian hendak mencium tangan Tantenya menghentikan dan kembali berkata.
"Li, walaupun kamu gak cerita saat ini teteh tahu bahwa kamu sedang jatuh cinta. Atau kamu sedang tertarik dengan seseorang (senyum miring) ya kan?" Lian tidak menjawab pertanyaan tantenya itu, dan dia bersalaman lalu pergi.
......................
Memperlihatkan suasana rumah Putra Cahya Winata yang kembali ramai. Hidup ini kembali lebih baik, saat gue bertemu dengan nya.
Terlihat Nata sehabis mandi sambil melangkah menuju lemari pakaian yang begitu rapi dan besar. Terlihat juga beberapa koleksi jam tangan mewah.
"Lian adalah wanita yang sangat mirip dengan Liana, walaupun dia beda status! Anak kampung namun dia bisa membuat aku jatuh." ucap Nata sambil mengenakan sepatu.
Tiba-tiba saja jantung ini berdegup kencang, Lian yang sudah mengembalikan semuanya lebih baik, dan bersinar. Gue bisa kembali bangun di pagi hari, gue bisa kembali ceria, fokus, bahkan sangat ajaib.
Nata pun mengingat kejadian di Cafe London saat Lian mengajaknya menghilangkan beban dengan berteriak bersama-sama, serta menangis sejadi-jadinya. Kini Lian di mata Nata adalah wanita spesial yang diberikan Tuhan untuk menghidupkan Liana dibalik sosok Lian.
"Gue harus mendapatkan cinta Lian!"
......................
Semua makanan sudah dihidangkan tidak ada satupun yang terlewat, disana terlihat Nyonya Sonia, dan anak bungsunya bernama Arya Putra Bungsu yang kini beranjak empat tahun, yang sering disapa Bubu.
Ketika mereka berdua sedang menikmati sarapan, Bubu melihat sang kakak sudah rapi dengan wajah ceria berjalan menuju meja makan. Nata yang kini telah kembali seperti biasanya membuat semua orang yang ada di rumah tersenyum bahagia.
"Nonya Nonya! Lihat kak Putra."
"Halo tuan muda." sapa Nyonya sambil menemui anaknya. Terlihat semua orang di rumah berdiri layaknya kehidupan di kerjaan.
"Tuan, alangkah bahagianya kami melihat Anda sudah kembali seperti biasa bahkan sangat terlihat ceria." ucap salah satu pelayan di rumah.
Nata yang mendengar pernyataan itu hanya tersenyum lalu memeluk Nonya yang sudah ada di hadapannya. Melihat itu semua orang dirumah tersentuh dan terharu melihat kedekatan itu.
"Oh sayang, aku senang melihatmu kembali seperti ini." ungkap nyonya dengan lembut.
"Semua pasti berkat seseorang?" tanya adiknya, Bubu.
__ADS_1
Nata melirik sang adik tercinta, dia berpikir bagaimana anak kecil seperti Bubu bisa mengetahui bahwa dirinya bisa kembali ceria berkat seseorang, Nata juga sempat heran karena feeling Bubu sangat kuat dengan orang itu. Kini Nata tersenyum dan mengelus Bubu.
"Aaah anak pintar, ayo! Habiskan makanan nya." ajak Nata kepada adik, dia pun duduk di kursi makan.
Nyonya tak henti memandang anak-anaknya itu, terutama Nata. Ia sangat bersyukur karena tuan mudanya kini bisa kembali bersinar seperti dulu.
"Nyonya ingin bertanya."
Sejenak Nata menatap Nyonya lalu dia menganggukan.
"Siapa orang yang bisa membuat kamu kembali ceria?" pertanyaan itu membuat Nata tersedak.
Ohok Ohok Ohok!
Bubu mengangguk seraya memang benar ada jasa seseorang yang membuat Nata kembali ceria. Sambil tersenyum Bubu si kecil segera memberikan segelas air kepada kakaknya.
Melihat kepedulian Bubu kepada Nata membuat Nyonya ingin mengapresiasikan, walaupun Bubu bukan saudara sekandung akan tetapi dia anak kecil yang tidak hanya cerdas dan pintar, Bubu merupakan anak yang sangat peduli kepada keluarga.
"Terimakasih sayang." ucap Nyonya lalu ia mencium kening Bubu.
Karena kejadian itu Nyonya tidak memaksa agar tuan muda bercerita atau menjawab pertanyaannya.
......................
Sudah terlihat mobil di depan gerbang rumah untuk menjemput Lian. Kemudian seseorang keluar dari mobil itu dan membukakan pintu.Saat itu pria yang tadi membuka pintu untuk Lian tak henti memandang, hal itu karena Lian tampil berbeda dari biasanya.
Lian yang di perhatiin dan ditatap tajam merasa tidak nyaman ia pun berbicara terang-terangan. " Jaga pandangan."
"Oh iya Li, sorry ya soalnya lo keliatan beda banget."
"Ada yang salah memang, enggak kan? (tertawa) haha aku cantik ya."
"Ya beautiful haha (tertawa) gue suka."
Mendengar pernyataan itu Lian pun langsung masuk ke mobil dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih ya Ga."
"Ya"
__ADS_1
"Jalan kerja berasa kencan" Bisik Gala lalu masuk ke mobil.