Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Kim Mencintai Lian


__ADS_3

Selanjutnya....


Setelah Kim ikut makan bersama Lian dirinya pun meminta maaf karena sudah menggangu ketenangan Lian, akibat teman-temannya yang membuat kebisingan dan dirinya yang memaksa datang. "Mungkin lo lagi me time kan? " Kim bertanya dengan tatapan serius sambil duduk di kursi dekat meja makan melihat ke arah jendela dengan gorden terbuka view laut.


"Sorry ya gue gangu lo, seharusnya tidak datang kemari. " Kim menoleh.


"Gak papa mungkin Tuhan sengaja mempertemukan kita, dan mungkin bukan waktunya untuk me time...." Jawab Lian sambil mencuci piring.


"M Li, gue... mau keluar di luar indah banget." Ujar Kim membuka pintu dapur yang langsung menghadap laut.


"Kim? " Lian memangil, tak lama Kim menoleh Lian. Suasana itu sendu tidak ada sisi ceria dari Lian tapi saat dirinya menatap Kim tiba-tiba saja dia merasa iba jika hari ulang tahun Kim harus seperti ini, tidak ada orang di samping nya yang bisa membuat dirinya tersenyum... sorot mata Kim terlihat bersedih.


"Aku ikut." Lian sambil tersenyum, dirinya pun berlari menemui Kim.


......................


Mereka berjalan menelusuri bibir pantai, ombak semakin malam semakin tidak menentu arahnya. Tapi sepertinya mereka tidak merasa khawatir begitu wajah Lian kembali ceria, Kim juga sangat menikmati ... jika melihat mereka bukan seperti teman biasa.


"Kim! " Ketika Lian memangil namanya, Kim tiba-tiba saja mengingat masa lalu yang di mana hari itu adalah hari terakhir mereka bersama "Hari perpisahan kelas 12 IPA 3" mereka memeriahkan hari kelulusan dan perpisahan di sebuah pulau yang indah. Kebetulan ketika kelas 12 Lian dan Kim akhirnya satubkelas bareng.


Hari itu Kim dan Lian semakin dekat bahkan sudah seperti sepasang ke kasih, keduanya sangat romantis dan kompak. Bahkan seringkali menggunakan baju dengan warna yang sama yang sebenarnya mereka tidak membuat janji, tak jarang hal itu membuat teman-temannya berpikir Lian dan Kim adalah sepasang kekasih, pemikiran itu juga sama seperti sahabat nya Anggara.


"Kim!" Pangil Lian dengan wajah gembira melihat Kim turun dari mobil yang di antarkan oleh supirnya.


Kim langsung melambaikan tangan nya sambil menutup pintu. "Tunggu di situ." pintanya sambil tersenyum.


"Wah! kalian pacaran ya? " tanya Anggara.


"Pacaran apa nya sih, kita cuma teman!" Jawab Lian sambil melotot marah kepada sahabatnya.

__ADS_1


"... O! gue pikir kalian pacaran, lihat warna baju aja sama."


"Hus! udah ah ayo masuk mobil. " Ajak Lian kepada sahabat nya.


"Li... duduk bareng aku ya!" ujar Kim menarik lengan Lian mendahului Anggara.


Kim dan Lian duduk bersama, mereka juga saling tukar buku bacanya sebuah novel dari Darwis 'Tere Liye' yang menjadi best seller mereka. Bukan persahabatan yang ada dalam tatapan Kim bukan juga teman biasa tapi Lian adalah gadis yang spesial dari awal bertemu. Pertemuan yang tidak sengaja, dan kebaikan Kim kepada Lian membuat hubungan mereka terus mengalir seperti air.


"Kim? " pangil Lian yang sedang berusaha membuka camilan, dengan segera Kim membuka camilan itu sebelum Lian memintanya. Tidak lama dibperjalanan mereka pun sampai di sebuah basisir, untuk menuju pulau mereka harus mengunakan perahu kecil dan disana Kim selalu memperhatikan Lian dengan baik, dirinya memasangkan pelampung kepada Lian.


"Kim, kamu terlalu baik memperlakukan ku." mereka saling bertatap, Kim saat itu hanya tersenyum begitu setelah selesai memakaikannya Kim menggandeng juga menuntun Lian ke perahu.


Sampai di Pulau Indah, Kim tak pernah meninggalkan Lian dirinya selalu mengikuti Lian kemana pun... sudah seperti bodyguard, sudah seperti buntut Lian. Hubungan mereka sering membuat kesalah pahaman orang, sebab Kim memperlakukan Lian lebih dari teman. "Heh ngapain lo ngikutin sahabat gue terus!" Anggara marah mungkin merasa cemburu karena kedekatan mereka sudah membuat dirinya merasa sendiri, Lian seperti acuh terhadapnya bahkan tidak ada waktu bersama.


"Kenapa? Lian aja tidak ada masalh!" Kim meninggikan suaranya.


"Eeh kalian kok ribut sih, udah ah Kim, Angga stop...." Lian melarang mereka melakukan keributan, Anggara yang tidak ingin ada masalh dikemudian hari dengan sahabat nya itu pun memilih pergi.


" Ayo! kita mencari kerang dan batu batu karang... gue akan buatkan logelang. " Ajak Kim sambil menarik lengan Lian untuk menemaninya mencari kerang dan batu karang yang cantik.


"Ha ha ha" mereka tertawa bersama menikmati hari ini. Kim sepertinya terpesona melihat tawa Lian membentuk kehangatan, begitu manis Lian saat tersenyum apalgi rambut nya yang terurai dan terhempas angin membuat aura Lian lebih memancarkan cahaya.


"Kim?" Lian memanggil.


"Hah~" Kim tersadar, dan kembali kemasa sekarang. Senyum Lian tidak pernah berubah bagi dirinya senyum itu adalah senyum yang tidak bisa di lupakan, bayang-bayangan itu selalu muncul kala tidur, sendiri, melamun, ataupun di setiap kebahagiaan nya.


"Lian gue sudah memendam perasaan ini sekian tahun, dan pergi nya gue keluar negri berharap bisa melupakan lo... tapi disana kita bertemu kembali 'Quebec City' lalu kenapa sekarang kita sering bertemu kembali Li?"


"Ah~ lebih parah lagi kenapa lo harus mencintai laki-laki bajingan itu Lian!" Lanjut Kim berbicara di dalam hati, dan saat ini membuatnya marah.

__ADS_1


"Kim kamu kenapa? " Tanya Lian sambil meraih tangan Kim yang sudah mengepal.


"Kamu sepertinya...." Ketika Lian akan berbicara, Kim langsung mencium bibir Lian dan mengatakan jika dirinya benar-benar membutuhkan perhatian.


"Gue butuh perhatian lo" Pernyataan itu jelas tidak di mengerti oleh Lian, dirinya pun segera menghentikan Kim dan mendorong nya.


"Aku gak ngerti Kim, sebenarnya kamu kenapa? "


"Lian apa lo gak sadar selama ini yang selalu gue lakukan untuk lo, dari dulu... dari kita SMA!"


"Gue mencintai lo, gue memendam perasaan ini demi hubungan baik antara gue dan lo, lo yang selalu berpikir bahwa kita adalah teman!? mungkin saat ini waktu yang tepat! kita bertemu tanpa rencana... selalu begitu, disaat gue butuh lo dan disaat lo membutuhkan seseorang maka Tuhan menghadiri lo dan gue. "


"Kim! hentikan.... " pinta Lian sambil beranjak dari duduk nya.


"Kenapa?"


"Kim! aku (Lian menoleh) sudah memiliki kekasih. "


"dan pertemuan kita mungkin hanya pelajaran.... "lanjut Lian sambil membelakangi Kim.


"Gue gak perduli lo sudah memiliki kekasih atau tidak, tapi yang gue katakan itu benar gue mencintai lo Lian! Selanjutnya itu terserah lo... lo mau sama gue atau tetap dengan laki-laki itu tidak masalh. "


"Gue juga bisa berusaha untuk mendapatkan lo!" lanjut Kim menjelaskan semua, dan dirinya tidak akan menyerah begitu saja walaupun Lian sudah memiliki kekasih.


"Ok! Tapi aku perjelas aku akan tetep mencintai Nata. "


"Nata! laki-laki yang bernama Putra Cahya Winata adalah bajingan, lo akan mencintai bajingan itu!? " Ucap di dalam hati, Kim hanya bisa memendam perkataannya.


Lian pun pergi meninggalkan Kim sambil menangis, "Kim" ucap Lian sambil menangis di kamarnya.

__ADS_1


"A a a a a~" Teriakan Kim terdengar sampai kamar Lian.


__ADS_2