Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Perpisahan


__ADS_3

Setalah sahabatnya menjenguk Lian di rumah sakit, dia muali melihat ada keanehan di ruangan itu, Anggara melihat lilin yang menyala di depan foto Lian, tidak hanya itu menu makanan siang juga sudah tersaji bersama buah-buahan kesukaan Lian, begitu dengan minuman kesukaan Lian, semua tersaji layaknya Lian akan menyantap semua itu.


Anggara pun bertanya kepada perawat yang menjaga Lian tentang keanehan apa saja yang terjadi selama lima hari yang lalu, namun perawat itu tidak mengatakan kebenarnya sebab dia takut jika pak Putra akan memarahi, bahkan memecat dirinya. Dia pun berusah tetap menutup mulutnya dengan rapat dan hanya berkata "Saya tidak tahu dan, saya baru hari ini melakukan hal seperti, ini." jawaban itu keluar dari perawat dengan gugup dan gelisah.


"Baiklah, terima kasih." ucap Anggara melangkah pergi dari ruangan itu


......................


Jelas Anggara tidak pernah percaya, dia pun langsung melihat cctv namun dia tidak mendapatkan data apa pun. Ternyata cctv itu mati selama seminggu yang lalau dan Anggara semakin percaya jika kemungkinan besar Putra melakukan hal-hal aneh sudah dari jauh-jauh hari.


......................


Dia pun langsung menemui dokter yang merawat Lian, dengan bertemu dokter itu Anggara tidak sia-sia, dia pun mengetahui bahwa Nata memang selama satu minggu ini memperlakukan Lian selayaknya orang sehat dan bisa menikmati semua.


Dokter itu berani mengatakan karena memang hal ini harus di ungkapkan dan hal itu sudah melanggar aturan, walupun dokter itu penuh ketakutan dengan ancaman pak Putra yang berani memecat hingga membuat hidup nya melarat. Akan tetapi dia tetap jujur pak Putra sudah menyalahkan aturan yang ada, pasien kritis di bersihkan sehari dua kali, sempat Lian di mandikan di malam hari, dan melakukan hal-hal aneh lainya seperti, persembahan pertama yang di lakukan setelah mandi, setelah itu beberapa hari pak Putra memberikan sarapan, makan siang dan malam. Pak putra percaya bahwa ko menurutnya itu layak di lakukan untuk mempercepat seseorang kembali siuman serta roh nya sudah berpisah dari raga nya tidak akan pernah bisa kemana mana.


Dia menyiapkan makanan dan segala-galanya agar roh Lian tidak pergi jauh dari ruangan ini, namun menurut dokter bahwa pak Putra sudah depresi hingga percaya dengan hal-hal seperti ini, di lihat dari cara pak Putra berbicara atu berdiskusi melakukan aktivitas memang seperti orang normal biasanya akan tetepi pak Putra ini sangat frustasi dengan Lian, sehingga dia melakukan dan percaya segala hal.


Dokter itu mengatakan bahwa hal ini harus di hentikan bahkan tidak wajar dilakukan kepada pasien yang sedang kritis. "Selanjutnya lebih baik jika pasien di pindahkan ke rumah sakit di luar negri yang saya rekomendasi kan, tanpa sepengetahuan pak Putra, begitu dengan pak Putra kita harus memberikan perawatan khusus." dokter menjelaskan kepada Anggara.


Anggara pun memutuskan untuk memindahkan Lian hari ini juga tanpa sepengetahuan Putra, dan dia juga memberikan uang sogok ke perawat untuk merahasiakan semua ini, serta memindahkan dokter dan perawat itu ke rumah sakit lain dengan aman.


......................


Kantor PT. Cahya Winata, pukul 15.30 Nata pulang lebih awal dia tidak sabar untuk bertemu dengan Lian tak lupa tangan kanan dan kiri nya penuh dengan kejutan-kejutan, dia membawa buket bunga mawar, makanan dan minuman kesukaan Lian, tak lupa dia juga membawa sesajen untuk persembahan.

__ADS_1


Tuk tuk tuk (suara ketukan pintu)


"Sayang aku datang." ucap Nata sambil membuka pintu, dan ketika melihat ruangan itu Nata sangat terkejut karena Lian dan yang lainya tidak ada di kamar.


Melihat ruangan kosong membuat Nata wajah bahagia berubah menjadi gelisah, wajah nya penuh ketakutan, tak lama wajah itu juga berubah menjadi kemurkaan, mungkin saja Nata menahan emosi sehingga urat-urat terlihat kekar. Dia pun berteriak "LIAN!!!" Suara yang keluar dari mulut Nata terdengar hampir ke segal ruangan.


"AAA DIMANA LIAN! LIAN...."


"SAYANG KAMU DIMANA SAYANG?"


"HAAAH SIAPA YANG BERANI MEMBAWA LIAN!"


"SIALAN!"


Nata mengamuk sambil membanting semua benda yang ada di ruangan termasuk apa yang dia bawa untuk Lian, beberapa menit kemudian Nata turun ke lantai bawah, dengan kondisi emosi masih memuncak yang pada akhir nya pihak rumah sakit melaporkan ini ke kepolisian karena security tidak bisa melawan Nata yang bersenjata.


"SIALAN!"


......................


Sekitar tiga jam mereka berusaha menenangkan amarah Nata, namun pada akhirnya tim kepolisian harus menembakkan peluru kearah kaki Nata. Kini Nata sedang di rawat dan mengenai kondisinya tidak begitu mengkhawatirkan.


Nyonya dan tante Lian juga baru mendapatkan kabar dari Anggara mengenai Lian yang di pindahkan, begitu dia juga meminta mereka merahasiakan hal ini dari Nata, tidak hanya Nonya dan Tante Lian, Aldi dan Dewi juga sudah mengetahui perilaku aneh Nata sehingga mereka setuju dengan keputusan Anggara bahwa hal yang dilakukan Anggara memang benar.


19:30 mereka (Nonya, Tante Lian dan Anggara) melihat Nata yang masih terbaring lemas, akan tetapi Nata sudah siuman, dia menatap orang-orang di ruangan itu dengn sinis. "Kenapa kalian melakukan ini!" tanya Nata sambil mengepal tangan yang terikat.

__ADS_1


"Tuan, maafkan nyonya dan kita semua ingin yang terbaik untuk kamu dan juga Lian." jawab nuonya sambil mengelus kepala Nata, namun Nata menolak dia memalingkan wajahnya.


"Tapi kalian tega memisahkan Lian dari sisi gue!"


"Kalian seharusnya mendukung usaha gue!" lanjut Nata penuh emosi tapi dia tak berdaya.


"Bro lo istirahat lah, jika takdir menyatukan maka semua kan kembali. Gue dan semuanya merasa kasihan terhadap lo! Lo sudah muali hilang akal, kita semua peduli dengan lo maka ini yang kita lakukan."


"Dokter...." lanjut Anggara sambil memanggil Dokter.


Nata yang mendengar hal itu langsung emosi, dirinya tidak terima mendapatkan perlakukan seperti ini, yang mana menurut dirinya apa yang dilakukannya itu adalah hal yang benar. "Gue melakukan semua ini karena gue sayang dan cinta sama Lian, Gara! Gue gak mau lo panggil dokter biar gue tenang atau tidur."


"KALIAN SEMUA TEGA!"


"KALIAN TEGA PISAHKAN GUE DAN LIAN!"


"Dok dok jangan suntuk saya dok saya masih ingin berbicara."


"Yang kalian pikir itu benar! Hah kalian semua salah, gue melakukan hal itu adalah hal yang benar dan wajar! Lian akan bangun dalam waktu beberapa minggu lagi!" lanjut Nata terus berbicara, dirinya menjelaskan dengan alasan semua yang di lakukan itu yang terbaik.


"Kalian...." Nata pun tertidur kembali.


......................


Sudut Pandang Nata, bagimana perasaan lo ketika orang-orang di dekat lo tidak mendukung atau support dalam pilihan yang lo rasa memang benar. Hari itu membuat gue merasa kecewa! Bahkan marah se marah-marahnya kepada mereka semua.

__ADS_1


Apalagi mereka memisahkan gue dari orang yang gue sayang, dari orang yang gue cinta! Kejadian itu tidak bisa gue terima, bahkan emosi ini tidak terkendali, dan mereka malah menyalahkan apa yang sudah ada sejak gue lakukan, bahkan mereka menganggap lo hilang akal. Mereka sangat kejam! Saat itu gue sangat ingin menjelaskan semua nya, mungkin jika mereka mendengarkan penjelasan ini mereka pasti menyesal.


"Namun apa daya! Mereka sudah menyuntikan gue dengan obat tidur."


__ADS_2