Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Cinta dan Rumitnya Perasaan


__ADS_3

Eliza Bunga Berlian (Lian), keadaan dirinya semakin hari semakin membaik bahkan pemulihan nya pun sangat cepat. Keberuntungan hadir ke pada dirinya dimana Tuhan memberikan kesempatan ke dua dalam menjalani hidup di dunia. Begitu dengan do'a yang di panjatkan orang-orang bersamanya harapan demi harapan kini terkabulkan "Lian kembali sehat tanpa kekurangan apa pun."


......................


Betapa bahagianya Nata, semua kesabaran dan keikhlasan memberikan hasil yang diluar dugaan. "Sekarang semua sudah kembali, penuh rasa syukur ini kepada semesta." ucap Nata sambil membuka pintu kamar Lian.


Lian menatap Nata saat dia terlihat di depan pintu, Lian pun tersenyum hangat seperti biasa dia memang wanita yang penuh ceria dan selalau membawa keharmonisan bagi Nata.


Sudut Pandang Nata, Lian seperti malaikat yang dikirim semesta untuk datang membantu menyelesaikan kehidupan ini, muali dari permasalahan yang ada di dalam diri ini "perilaku yang tidak seharusnya, kehadiran Lian mengubah sikap ini menjadi sosok laki-laki yang dewasa yang bisa memanusiakan manusia dengan semestinya, sosok laki laki ini menjadi baik dan semakin tahu diri." Bersama Lian dia bisa belajar menghargai seseorang, dan lebih peduli terhadap dirinya.


Pertemuan dengan Lian menyelesaikan dan menyelamatkan hidup nya dan keluarga nya, memang Tuahn tidak pernah mendatangkan seseorang tanpa tujuan, mungkin salah satu datang nya Lian adalah takdir ku untuk mencintai dirinya sepenuh hati ini, dan tidak ada lagi alasan seperti Liana.


"Walaupun masih sulit, mungkin harus exstra sabar lagi." ucap di dalam hati sambil memberikan Lian buket bunga matahari.


......................


Lian pun memandang Nata, dirinya terlihat sangat senang ketika melihat sosok laki-laki yang berbeda dari biasanya. Tak pernah ter pikirkan oleh dirinya bahwa Nata begitu romantis, dan selalu peduli. "Biarkan gue membawa lo menghirup udara segar di pagi ini."


"Ya, terima kasih semuanya."

__ADS_1


"Sama-sama, gue senang melakukan semua ini untuk lo."


"Bahkan sangat bahagia." lanjut Nata sambil memangku Lian ke kursi roda.


Ketika Nata membawa Lian menghirup udara segar di taman, dia juga menceritakan tentang dibalik semua yang membuat dirinya masuk ke rumah sakit, dan harus mendapatkan perawatan selama satu tahun. Tak hanya itu Nata menceritakan kabar gembira tentang sahabatnya Anggara yang sudah menikah bahkan memiliki baby.


Banyak hal lainya yang di ceritakan oleh Nata dengan sabar sampai waktu jalan-jalan Lian habis. "Ternyata tidak cukup... untuk menceritakan semuanya." ujar Nata sambil membawa Lian kembali ke kamarnya.


"Tidak papa kita bisa bercerita lain waktu."


"Nat, aku senang sekali karena ternyata kita bisa kembali bersama." Lanjut Lian yang di pangku Nata untuk kembali ke tempat tidurnya. Setelah itu Nata pun mencium kening Lian.


"Walu ini seperti cinta, akan tetapi hati ini masih terjaga untuk Liana." ucap Nata sambil tersenyum dan menyelimuti Lian.


"Bukan kah gue sangat peduli bahkan berani melakukan apapun demi dirunya, tapi kenapa? Gue menjadi tidak tega jika harus mengungkapkan perasaan ini yang masih ada untuk Liana, Li gue bingung?" Nata terlihat melamu sehingga Lian langsung mengelus lengan Nata.


"Sorry, gue malah bengong." Jelas Nata.


"Apa yang mengangu pikiran mu Nat?" tanya Lian.

__ADS_1


"...tidak ada apa-apa (Tersenyum), gue hanya memikirkan rencana mengenai alih fungsi rumah, tapi tak apa... ayo makan lagi." Nata menyembunyikan kebenaran, dan mengalihkan dengan menyuapi Lian kembali.


Setelah Lian mengunyah dan menelan nya perlahan sambil menatap mata Nata, dan tersenyum. "Enatah kenapa aku merasa ada yang lain yang kami pikirkan Nat, terlihat jelas dari sorot mata dan cara mu menjawab."


"Li, I didn't hide any of those things? "


"Ya, aku harap begitu."


"Maka katakan lah apa pun itu, dan tak perlu khawatir tentang perasaan dan ku." Lanjut Lian yang seketika membuat Nata terdiam.


......................


Sudut Pandang Lian, aku bahagia melihat semua perubahan dari sikap dan perilaku Nata, begitu dengan semua yang diberikan Nata untuk ku. Aku dan dia sudah seperti sepasang kekasih namun Nata masih diam, dia tidak mengatakan apa pun hingga saat ini.


"Kenapa?"


"Bukan kah Nata mencintai ku?" semua terlihat jelas pasti Nata menyimpan perasaan untu ku, apalagi melihat semua pengorbanan nya demi aku tapi kenapa?


Mungkin Nata masih memastikan perasaan nya? Tapi rasanya semua sudah jelas baik aku ataupun sikap Nata, kita seperti sepasang kekasih. "Love you Lian, Liana" kini Lian teringat dengan tulisan terakhir di nots milik Nata. Ya! Memang ba Lian itu masih terjaga di hati Nata, sehingga dia belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada ku.

__ADS_1


"Tapi kenapa Nata melakukan semua ini demi aku, hah! Apa Nata mencintai aku karena suatu alasan?"


"Aku akan menungu nya Nat, sampai kamu bener-bener mencintaiku." lanjut Lian lalu tertidur untuk istirahat.


__ADS_2