Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Benang Kusut Ke-1


__ADS_3

Nata belum sempat mengatakan yang sebernarnya kepada Lian (kekasih) karena dia harus segera pergi mengurus pekerjaan yang dimana Aldi tidak bisa heandel, semua itu terjadi sebab Aldi harus di rawat di RS akibat dari kecelakaan.


Aldi kecelakaan karena dirinya melihat sosok wanita berwajah Liana, dan ketika Aldi mengejar tiba-tiba saja ada motor yang menyerempet dirinya. begitu wanita berwajah Liana pun segera pergi dari lingkungan kantor PT Cahya Winata.


Nata dan Aldi tidak memberitahu Lian tentang hal ini, melainkan mereka berbohong sebab Nata tidak ingin Lian mengurus semua masalah ini sendiri. Dirinya khawatir jika terjadi sesuatu, karena Nata berpikir bisa saja wanita itu hanya menyamar agar dirinya goyah kembali.


......................


Kantor PT Cahya Winata.


Nata sudah duduk terpaku dengan isi pikiran nya tentang misteri dibalik kematian sang kekasih (Liana) kini dirinya sambil membuka buku catatan namun masih memikirkan Kim dan Lisa, juga wanita berwajah Liana yang mungkin mereka bersekongkol. Nata merasa gedeg dengan masalh ini "Ok gue harus segera menemukan bukti baru tentang jenazah yang di makamkan atas nama Liana." ujar Nata sambil menunggu kabar dari RS.


Tidak menungu lama, akhirnya Nata pergi ke rumah sakit tanpa Lian dirinya sengaja pergi sendiri. Semua itu karena Nata tidak ingin Lian menjadi ikut pusing memikirkan misteri ini, dirinya pun segera turun dari lantai tiga.


......................


Rumah Eliza Bunga Berlian, hari yang berbahagia bagi dirinya setelah mendapatkan cincin dari Nata. Walupun Nata belum menjelaskan cincin itu sebagi tanda apa ? Lian sambil melihat, dan membuka cincin yang bertuliskan "eternal love" tidak pernah terpikirkan tentang cinta nya yang ternyata begitu rumit, namun dalam kerumitan itu Lian selalu mendapatkan jalan.


Semesta selalu mendukung di setiap langkah yang dia ambil. Lian kini terpikirkan tentang ba Liana dan Nyonya, nyonya seorang ibu yang memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi pendamping tuan muda. Nyonya sangat berharap Lian bisa menjadikan Nata laki-laki baik dan selalu mencintai Nata.


"Ba Liana... apa yang sebenarnya sedang terjadi, apa ba masih hidup? Lalu jika ba benar masih hidup kenapa harus bersembunyi?" tiba-tiba saja pikir Lian kepada wanita berwajah Liana yang dia temui di rumah sakit sambil menggendong bayi.


"Ini begitu rumit ketika aku harus mengingat kejadian olahraga bareng sama Kim dan Lisa, wanita itu kata Nata sangat mirip dengan Liana hanya saja wajah dan cara di berbicara tidak selembut dulu."


Message.


Lian : Nat, kamu sudah ke rumah sakit?


Lian mengirimkan pesan ketika dia menelpon Nata yang tidak di angkat, dirinya penasaran dengan hasil otopsi jenazah. setelah lama Lian menungu, namun tak kujung ada balasan yang akhirnya Lian berniat untuk pergi dengan si biru (moto vespa).


......................


Di perjalanan menuju ruamh sakit Lian tidak sengaja kembali bertemu dengan Lisa dan wanita berwajah Liana sedang memasang ban mobil, Lian pun berhenti tak jauh dari mereka sekitar 10 meter dirinya berhenti dan mulai memata matai di balik pohon yang rindang.


"Tidak bisa aku duga, semua seakan-akan sangat mudah mengungkapkan kebenarannya."


"Terima kasih ya Tuhan, engakau maha pemurah." Lanjut Lian sambil mengambil ponsel dan dia pun memotret mereka berdua, bagitu sebelum melakukan foto Lian tidak lupa silent gadget agar tidak terdengar suara apa pun.

__ADS_1


"Huh... akhirnya berhasil juga." Lian sangat lega setelah berhasil mengambil beberapa gambar mereka.


......................


Lian pun segera pergi ke motor vespa, dirinya pun melajukan perjalanan menuju ruamh sakit. Sesampai di rumah sakit Lian berjalan menuju ruangan dengan penuh semangat, karena satu langkah lagi dia bisa mengungkap misteri di balik kematian ba Liana.


Ketika Lian hendak ke ruangan dokter Benzin... tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti kerena melihat di belik pintu ada laki-laki yang dia kenal. "Bukan kah itu Nata?" ucap Lian di dalam hati sambil berpikir kenapa Nata harus datang sendiri ke ruamh sakit ini.


"Baik dok terima kasih." ucap Nata sambil berjabat tangan, Lian yang tadinya ingin masuk dia pun langsung bersembunyi di balik dinding. Disana Lian juga mengintip Nata yang sudah mendapatkan surat dari hasil otopsi.


Setelah Nata pergi dari ruangan itu Lian pun mengetuk pintu dan masuk ke ruangan dokter Benzin, tidak lama akhirnya dia keluar dengan wajah yang penuh tanda tanya. "Kenapa Nata melakukan ini?" Ujar Lian sambil berjalan.


Nata ternyata meminta dokter Benzin untuk berbohong tentang hasil otopsi yang belum selesai di karenakan ada beberapa data yang belum di dapat hal itu karena jenazah sudah mulai menjadi kerangka. Namun dibalik siasat itu Lian sudah tahu bahwa Nata telah berbohong. "Kenapa Nata tidak menjawab pangilan dan pesan ku semua itu karena hal ini? Kenapa Nata menyembunyikan ini dari ku?" Lian mencoba bersabar.


Message.


^^^Nata : Sorry beb baru bls, ini baru sampai dari ruamh sakit, dan kabarnya kita belum bisa mendapatkan hasil dari otopsi. ^^^


^^^Nata : Kita bertemu malam ini jam 19.30 ya di Cafe London, udah lama gak makan di sana. ^^^


^^^Nata : Love you. ^^^


"Menyebalkan." lanjut Lian sambil mengendarai vespa. Di perjalanan menuju ruamh motor nya mogok, terpaksa dirinya harus mendorong si biru ke sebuah bengkel yang tidak jauh mungkin sekitar 50 meter ada lah.


Begitu sebelum sampai di bengkel Lian bertemu dengan Kim, mobil Kim memberikan klakson kepada Lian (Tin Tin) ketika Kim membuka kaca Lian terkejut sambil terheran-heran kenapa bisa secara kebetulan ketika ban nya mogok Kim dirinya bertemu dengan Kim dan Kim datang memberikan tumpangan.


"Kenapa Li?"


"Hehe mogok ni si biru." jawab Lian sambil menyeringai.


Kim memingirkan mobilnya dan setelah parkir dia pun turun membantu Lian mendorong si biru, Kim sangat peduli dengan dirinya dan yang dia tahu bahwa Kim sudah memiliki kekasih yaitu Lisa tetap saja Kim masih peduli dan baik seperti kali pertama masuk SMA. Kim memberikan kursi di aula untuk duduk mendengarkan sambutan dari kepala sekolah tentang pembukaan masa orientasi sekolah, tak hanya itu Kim juga pernah membantu mencarikan buku di perpustakaan.


Ketika di perpustakaan, di hari ke tiga mereka sekolah Lian bertemu lagi dengan Kim setelah semingu lebih tak bertemu karena mereka beda kelas akhirnya kali ke dua mereka bertemu di perpustakaan. Untuk ke dua kalinya juga Kim membantu Lian mencari buku... dan hari itu lah mereka menjadi teman dekat, Kim dan Lian bertukar nomor telpon.


"Makasih ya Kim, udah bantu aku dorong si biru."


"Sama-sama, oiya daripada nungu si biru mending lo gue antar aja?" Kim menawarkan tumpangan.

__ADS_1


"... Gak papa kok, aku bisa naik angkot lagian sudah dekat." Lian menolak karena tidak enak dengan Kim yang mungkin dia tidak sehrsnya putar balik arah.


"Eh jangan tolak dong, gue bisa seneng banget kalau bisa anter lo sampe rumah... lagian kita udah lama gak sama-sama kek dulu. " Ujar Kim yang sepertinya sedang nostalgia.


"Ternyata bukan aku aja yang ingat."Lia berbicara di dalam hati sambil tersenyum.


" Ok, silahkan masuk. "Kim membuka kan pintu untuk Lian bak tuan putru, hal itu membuat Lian tertawa merasa lucu ! karena Kim yang sudah memiliki kekasih dan juga tahu bahwa dirinya memiliki kekasih tapi tetap memberikan perhatian. Haha untung saja Lian bukan orang yang gampang banget baper.


Kim memang teman yang baik dan peduli, bahkan kebaikan Kim bisa di manfaatkan oleh orang lain namun ketika dia dimanfaatkan oleh orang lain Kim tahu tapi dirinya tetap berbuat baik dan seolah-olah tidak tahu, nah itu dia hebatnya Kim juga bisa menutupi.


Di perjalanan Kim berhenti di SMP! Sekolah Lian dulu, dirinya meminta Lian untuk diam di mobil dan menunggu dirinya sampai kembali. Tak lama Kim akhirnya kembali dengan membawa jajanan kesukaan Lian sampai sekarang, perlakuan Kim hari ini membuat Lian merasa tidak enak, apalagi dia hanya teman begitu Kim sudah dimiliki Lisa.


" Kenapa repot-repot beliin aku semua ini?" tanya Lian sambil menenteng banyak jajanan, sama seperti Nata yang selalu memberikan jajanan ketika hendak ke ruamh nya.


Kim mengacak-acak rambut Lian, "Gak reop Li, kebetulan gue senang kalu lihat lo dulu makan jajanan ini sangat menikmati... ingat kan dulu gue pernah di ajak sama lo mampir beli jajanan ini, gue gak begitu tertarik tapi lo sangat menikmati dan akhirnya jajanan gue emabt juga. " Jawab Kim sambil menyetir.


Tak lama Kim menoleh dan menatap Lian dengan lembut hingga tatapan itu membuat Lian tidak nyaman. "Sebenarnya... Kim kenapa?" Tanya Lian kepada dirinya sambil mengalihkan pandangan.


"... Kim kamu dan Lisa sudah lama berpacaran?"


Pertanyaan Lian tiba-tiba saja membuat dirinya meng rem dan berhenti sejenak, seakan-akan Kim terkejut ! "Kim kenapa?"


"... gak papa gue sedikit ngantuk, jadi blank."


"Kenapa gak bilang Kim, kan biar aku yang bawa... udah sinii." pinta Lian sambil turun dari mobil.


"Hahaha" Lian cengengesan, dan berpikir bahwa Kim sebenarnya peduli karena dia ingin meminta tolong akan keadaan nya yang tidak bisa menyopir akibat kantuk, tapi Kim merasa sungkan jadinya dia belum mengatakan hal hal itu.


"... kenapa lo ketawa?" tanya Kim heran karena Lian tiba-tiba saja cengengesan. Begitu ketika Lian menoleh dan melihat wajah Kim yang heran membuat dirinya berpikir kembali, apa dia sebenarnya tidak mengantuk?


"Li kok tiba diam?"


"Enggak papa, tadi lucu aja liat ekspresi kaget mu. "


"Ih...."


"Jadi kamu sama Lisa.... " sebelaum Lian selesai bertanya tentang Lisa tiba-tiba Kim berkata. "Jangan tanya soal Lisa! " suaranya meninggi.

__ADS_1


"Apa mereka sedang bertengkar?"


Kim melamun, dia berpikir kenapa harus terjebak dengan semua ini... dan seharusnya sadar bahwa Lian sudah memiliki kekasih.


__ADS_2