
Sudut padang Putra Cahya Winata, kini gue bahagia karena Lian bisa gue dapatkan walupun setelah berbagai rintangan, dan cobaan yang di berikan semesta. Tapi kenapa setelah gue berhasil mendapatkan hati Lian, sekarang gue yang sulit? Hati ini kenapa masih memilih Liana, namun dibalik semua itu gue tidak ingin melepas Lian. Bahkan tidak bisa melihat Lian dengan lelaki mana pun termasuk si Kim, laki-laki yang menemani dirinya ketika di Quebec City.
Kim adalah teman lama nya sejak sekolah SMA, tapi ada perasaan yang gue rasa tidak suka jika Lian harus dekat, bahkan jika gue melihat tatapan Kim, dia terlihat menyukai Lia. Begitu ketika di bandara saat Kim memeluk Lian pelukan itu seperti pelukan cinta! Ah... sampai-sampai gue sangat cemburu.
"Tapi kenapa gue gak bisa mengatakan gue cinta Lian" sambil memantulkan bola.
"Kenapa sekarang sulit sekali mengungkapkan perasaan ini!" gue pun kembali me dribbling bola basket.
Jika gue membuat Lian menanati begitu lama, apa Lian akan baik-baik saja? Yang jelas ketika gue mengebu-gebu ingin mengatakan perasaan ini sungguh hal itu sangat menganggu pikiran bahkan ingin rasanya segera mengungkapkan, begitu jika Lian harus menanti itu akan mengangu dirinya.
"Apa gue tembak aja?."
"Gue bingung, di satu sisi gue tidak ingin membuat dirinya menungu dan di sisi lain perasaan gue belum bisa sepenuhnya mencintai Lian."
......................
Hari in ketika nanati sampai di Café London, gue akan mengatakan isi hati gue dan memeberikan moment terindah bagi Liana, ya Tuhan! (menepuk kening) kenapa yang gue ingat malah Liana bukan Lian. Hadeuh jangan sampai gue salah mengatakannya. Ok Nat, lo harus fokus karena mulai saat ini Lian akan menjadi pendamping tuan muda.
"Lian adalah kekasih ideal, gue akan sangat bahagia ketika melihat perempuan itu tersenyum."
Tidak ada kekurangan dari Lian selama gue mengenal dirinya, perempuan penuh aura positif.
"Hai." gue menyapa dirinya yang membuka kan gerbang.
Melihat Lian sama hal nya melihat Liana, hari ini dia mengunakan dress dengan motif bunga sepatu, salah satu dress kesukaan Liana. Gue sengaja membelikan dress itu untuk Lian hanya karena gue... ternyata Lian sangat angun bahkan ini adalah kali ke dua gue melihat Lian tampil peminim.
Hehe mata ini tidak bisa terlepas memandang dirinya, seandainya Nonya ada pasti beliau sangat bahagia melihat Lian seperti tuan putri nya memang tidak salah nyonya memilih kan aku wanita bak bidadari surga. Sudah lengkap semua nya ada di dalam diri Liana, memiliki wawasan yang luas, jago masak, bisa beradaptasi dengan semuanya bahkan pencinta anak-anak, Lian juga sosok pengasih dan penyayang.
Apa lagi tentang dia? Bisa berkarir, menyukai tantangan, 100% kekasih ideal #100%kekasihideal dia juga bisa bela diri bahkan gue mengagumi keberanian dan ketangguhan nya.
"Ayo tuan muda." ajak Lian sambil tersenyum, dia memang murah senyum.
Anak nya sangat ramah, jadi siapa sih yang tidak terpikat oleh dirinya? Semua laki-laki yang menganal dirinya pasti pernah tertarik. Gue sangat yakin itu! Hehe tapi sayang nya muali detik ini Lian hanya akan menjadi milik gue selamanya.
"Ayo tuan putri."
"Apa sih Nat, aku kan..."
Gue segera menghentikan dia berbicara, dengan menempelkan jari telunjuk ini di dekat bibir yang lembut milik nya. "Suuut jika gue si tuan muda, maka lo adalah tuan putri yang akan menemani gue." jawab gue, dan berpikir saat itu Lian akan kegirangan atau tersipu malu, tapi dia bahkan seperti meledek hingga menjadikan suasana yang romantis itu berubah menjadi komodoan eh maksud gue komedian.
__ADS_1
" Lian Lian dirinya terlihat lucu dan mungil! " ucap didalam hati.
" haha tuan putri duyung?" Ketik Lian menjawab gue langsung meraih lengannya dan tidak sabar tangan ini pun mengacak-acak rambut depan nya.
"Ih, Nat berantakan entar!" lanjut Lian dengan wajah gemas sambil mengomel. Rasanya ingin gue ledek.
"Ayo Nat ah kita mending pergi. " sepertinya Lian sudah tidak sabar dengan tempat yang akan di kunjungi.
"Iya iya tuan putri, ah gak sabar banget ya?" Gue pun dengan senang hati membukakanya pintu mobil untuk tuan putri.
......................
Café London, disini gue tuntun Lian karena matanya gue tutup pakai dasi. Ceritanya gue mau ngasih kejutan.
"Kenapa tiba-tiba di tutup mata gini Nat?" Lian juga bertanya-tanya.
Ya namanya juga kejutan jadi mau gak mau sebelumnya gue tutup mata lo.
"Udah nanti juga lo tahu."
"Ya gue tahu kok ini kejutan kan." ketika gue mendengar dia mengetahui sebuha kejutan gue kaget dong secara yang tahu semua ini hanya gue dan kawan-kawan. "Lo emang bisa nembak ini kejutan apa?"
"Apa?"
"Lo mau ngasih kejutan yang indah." sepertinya Lian belum tahu apa ke jutan yang akan gue berikan emm buktinya saja dia menjawab tidak spesifik.
"Ya lo akan tahu setelah ini, ok gue akan membukanya."
Sudut pandang Eliza Bunga Berlian (Lian), aku mendengar hitungan mundur tiga, dua, satu... dan mereka memeriahkan hari ulang tahun ku, yang aku duga adalah benar! Nata memeberikan kejutan di hari ulang tahun ku.
Semua orang menyanyikan "happy birthday to you" dengan penuh keceriaan, hari ini sangat meriah bahkan terlihat elegan super mewah, aku melihat banyak sekali orang yang di undang oleh dia merupakan konglomerat. Bahkan semua orang tampil dengan glamour ketika gue melihat diri gue rasanya kalah saing dengan para tamu undangan.
Tapi tidak masalh, dress ini adalah pilihan Nata yang sangat simpel indah dan membuat ku tampak peminim.
Ketik aku melihat ruangan dan semua susunan acara "Aku merasa ini berlebihan Nat." aku menoleh kepada Nata, dia pun tersenyum gemas.
"Ini tidak berlebihan, ini sederhana."
OK! ya sudah lah ya mungkin aku saja yang melihat hari ini sangat mewah sehingga terlihat berlebihan.
__ADS_1
Acara demi acara sudah di langsungkan, dan sekarang merupakan acara dansa yang dimana aku akan berdansa dengan Nata si tuan muda. Musik pun mulai berirama dengan suasana romantis, kami semua menikmatinya.
"Lian, apa lo menyukai ini?"
"Tentu saja." aku menjawab sambil berdansa dengan nya.
"Setelah ini gue akan mengajak lo naik helikoper." ketika aku mendengar kata `helikoper` yang keluar dari mulut nya, membuat diriku tidak habis pikir jika Nata memperlakukan aku sangat istimewa aku juga sempat terkejut tapi tak ku tampakkan semua itu.
"Bagiaman?" tanya dirinya dengan menunjukkan semua.
"Terima kasih Nat, lo sudah memberikan yang sangat indah."
......................
Ini adalah kali pertama aku menaiki helikoper, hehe aku jadi teringat masa kecil... dulu saat kecil aku suka berlari dengan teman-temanku, dan berkata kepada pesawat terbang atau sejenisnya "kapal minta uang" dengan suara sekencang kencangnya agar terdengar oleh mereka, hehe begitu setelah itu kami tertawa sambil berlari-lari.
"Lian?" Nata memanggil ku dan tiba-tiba saja dia berganti posisi, seperti seseorang yang akan mengatakan cinta? Sungguh aku dibuat takjub ketika dia benar-benar mengatakan hal itu.
Yang selama ini aku tunggu, "Mau kah kamu menjadi kekasih ku Lian?" mendengar itu hatiku berbunga-bunga semesta telah mengabulkan harapan ku.
Nata bersimpuh dengan memberikan aku buket bunag bersama dengan kalung, aku pun menganggukan kepala. "Ya aku mau." jawab ku, Nata pun langsung mengenakan kalung itu.
Kita menikamati pemandangan yang indah di sebuah bukit tulis, bukit yang semalam baru aku singgahi bersama dengan dirinya dan kini telah menjadi saksi cinta kita. Aku tidak pernah menyangka bahwa di hari ulang tahun ku Nata memberikan aku kabar sangat menggembirakan hati.
Kini aku dan Nata sudah menjadi sepasang kekasih. "Sekarang Lian hanya milik tuan muda seorang, (tertawa kecil) sekarang kamu adalah tuan putri, dan hari ini nyonya sangat bahagia." Nata pun memeluk aku dari samping dengan gemas dia ngelus-elus rambut ku.
Namun enatah kenapa aku merasa ragu, apa jangan-jangan Nata terpaksa mengatakan perasaan nya? Huh jangan sampai dia terpaksa dan berpura-pura mencintai diri ku ini.
Nata menoleh ku dia menatap aku dan bertanya. "Ada apa Lian?"
"Hah? Kenapa, aku emang kenapa?" tanya ku kembali, berharap Nata tidak curiga dengan pikiran ini.
"Kamu memikirkan apa?"
"Kamu... Tidak-tidak, aku tidak papa Nat."
"Katakan padaku sejujurnya?" Nata menatap dengan tajam, dia sangat serius.
"Aku..."
__ADS_1
"Aku bahagia, aku sangat senang... Terima kasih." aku menjawab sambil tertawa kecil.