Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Kencan


__ADS_3

Ternyata Nata tidak bisa menahan diri dan kembali mengirimkan pesan kepada Lian. 


Message 


Nata : Jangan hanya di baca Li, itu bukan koran. 


Malam, di kamar ku Eliza Bunga Berlian (Lian). Kini aku sedang berbaring hendak tidur namun entah mengapa otak ini tidak henti berpikir tentang Nata, mata ku sambil menatap jam dinding tik tok tik tok terdengar bunyi jam itu menandakan kesunyian, ya! Sekarang sudah tengah malam.


"Apa dia sudah sampai, kenapa dia mengirimkan pesan ini? Padahal pesan itu sebuah pernyataan mestinya tidak masalh tidak ku balas." ujarku sambil beranjak dari kasur dan duduk di kursi, kini ekspresi di wajahku  penuh dengan penasaran akan sikap Nata. Apakah dulu Nata tidak seperti sekarang? Saat aku mengingat kejadian pertikaian antara ba Liana dengan Nata … betapa kasarnya dia berucap, dan gerak tubuh pun menunjuk keangkuhan, laki-laki yang penuh emosi kemarahan. Tapi Nata yang aku kenal selama beberapa minggu ini menunjukan sosok yang lain dan berbeda, 50% Nata berubah dia lebih berhati-hati dalam menyikapi keadaan. 


"Nata berubah karena penyesalan? Atau Nata berubah karena aku?" lanjut ku. 


Aku pun terdiam sejenak sambil menghela napas, mungkin satu atau dua menit berlalu namun otak ini masih berfokus kepada dirinya dan berpikir apakah Nata benar-benar mencintai aku? Sosok manusia seperti Nata tidak mungkin main-main dengan ciuman, dan pelukan. Ya! Sekarang memoriku kembali mengingat kejadian dia yang melakukan bahasa cinta. 


"Cinta memang rumit, tapi aku yakin dia tidak berbohong dengan perasaan dan emosi nya untuk ku! Mmm sorot mata yang tajam, dan detak jantung nya terdengar." 


"Ya! Dia sedang mengkomunikasikan tentang cinta?" lanjutku dan tiba-tiba saja aku tersenyum merasa bahagia jika benar Nata jatuh cinta kepadaku. 


Ketika aku hendak membalas pesan dari Nata, bukan main apa yang diucapkan sahabat ku untuk tetap waspada terhadap Nata muncul dan merusak semua kepercayaan ini dan menghentikan jariku untuk mengetik pesan. "Nih lo juga harus tau Nata adalah playboy akan tetapi Nata bisa bertahan-bertahun tahun dengan Liana! Dan tidak mungkin dirinya langsung move on." ujaran Anggara terngiang ngiang di kepala ku.


"Sorry Nat sepertinya aku harus tetap acuh kan dirimu." aku pun langsung berbaring dan berdoa untuk meminta perlindungan disaat tidur. 


......................


Kamar Putra Cahaya Winata, kamar yang redup memperlihatkan Nata yang tidak merasa tenang dirinya pun mondar mandir duduk di sofa, membuka gorden dan kembali melihat langit biru yang ditemani bintang. 


"Lihatlah dirinya hanya membaca pesan." ujar Nata sambil memegang ponselnya. Betapa terlihat wajah memerah penuh kekesalan. 


" Apakah aku harus menjadi recognition seeker … ini tidak mungkin, seorang Nata tidak harus berusaha dengan berbagai cara untuk menarik perhatian? Tidak! Itu tidak boleh." 


Nata pun terdiam dan kembali memandang langit, dia berpikir bahwa mungkin ini yang dirasakan oleh Liana yang pernah di acuhkan dirinya. 


Pagi hari, seperti biasanya kini Gala Sentosa kembali menjemput Lian dan menunggu nya di depan rumah bersama mobil tua. Tidak lama gerbang pun terbuka dan terlihat Lian dengan penuh keceriaan sambil melambaikan tangan. 


"Hai Gala…." Betapa bahagianya Gala mendapat sapaan itu, dan mereka pun masuk ke mobil. 


......................


Café London. Mereka pun sampai di tempat kerja dan seperti biasa orang-orang memandang mereka berdua karena Gala bersama dengan Lian, mereka pun menanyakan tentang hubungannya. 


"Apa kalian sekarang … resmi ber… pacaran?" pertanyaan itu membuat Lian terkejut, bagaimana bisa mereka menduga hal yang tidak-tidak. 


"Enggak?" Jawab Lian. 


Mereka yang mendengar jawaban Lian saling melirik dan menatap Gala. Gala yang mendengar jawaban dari Lian pun ikut terkejut dan menatap Lian hingga keadaan itu membuat Lian merasa tidak mengerti. 


Kini Lian pun mengingat kejadian semalam. 


......................


Alur Cerita Mundur, tadi malam Lian terpaksa menjawab telepon dari Gala Sentosa yang sebenarnya untuk mengalihkan pandangan Nata terhadap dirinya juga Lian yang ingin mengetahui respon Nata jika dirinya malam memilih untuk berbicara dengan Gala. Akan tetapi semua itu tidak seperti yang diharapkan Lian. 


Gala yang sudah tidak bisa memendam perasaan pun mengungkapkan isi hatinya kepada Lian, dan saat itu Lian malah menjawab "mau" yang seharusnya dia katakan adalah "tidak". Ketik Lian mengatakan "mau" Dia sebenarnya ingin menanyakan kepada Nata yang hendak pergi pulang, namun dia lupa mute dan menjadi kesalahan pahaman.


Didalam pangilan telpon Gala pun mengatakan dirinya merindukan Lian dan juga mengatakan perasaan nya.


Lian : "Hah Rindu?"


Gala : "Iya merindukan kamu Li."


Lian : "hehe iya aku juga gak tau kenapa rindu."


Gala : "Benar kamu juga rindu?"


Lian : "Iyaa"

__ADS_1


Gala : "Lian, kamu mau gak jadi pacar aku"


Saat itu Lian tidak fokus dengan apa yang di bicarakan Gala, dan dia melihat Nata yang merintih kesakitan setelah memukul kan kepalan tangannya ke meja dan hendak pergi pulang.


"Mau ... K"


Gala di dalam telpon pun mendengar suara Lian yang berkata "Mau" hal itu langsung di tanggapi oleh Gala.


Gala : "Berarti kita resmi berpacaran"


Alur Cerita Maju, Lian pun dengan segera menarik lengan Gala menghindari mereka. Di dapur Lian berbisik, "aku tidak ingin mereka mengetahui hubungan kita hari ini, rasanya gak siap. Mm nanati kalau mereka ceng cengin kita terus itu membuat aku merasa risih." Lian dengan wajah melas.


"Kamu tau kan, mereka mulutnya seperti apa." lanjut Lian sambil meraih kedua tangan Gala seraya meyakinkan.


"OK."


"Kita jadi kan kencan?" tanya Gala.


Sangat terkejut dirinya karena betapa bodohnya kejadian semalam bukan hanya mengatakan "mau" tetapi dia juga mengatakan "Ya" dan hal itu membuat dirinya terpaksa harus berkencan dengan Gala.


......................


Ruang CEO Café London, Lian selalu mampir ke ruangan sahabatnya untuk bercerita dan hari ini dia pun menceritakan kebodohan dirinya dan betapa terkejut Anggara mendengar cerita itu, akan tetapi hal itu menjadi bahan tawa oleh Anggara.


"Hahaha sahabat yang cerdik ternyata bisa terpeleset? Hanya karena cinta hahahaha lagian lo ngapain sih pake acara penasaran soal reaksi Nata?"


"Ya mau tahu jika benar Nata suka, pasti dia cemburu dan merasa kesal."


"Terus gimana?"


"dan itu terbukti, aku yakin kalau Nata itu suka sama aku, mungkin cinta."


"Heh Li, jika Nata suka itu bukan berarti dia cinta, dan bisa aja kejadian Nata kiss lo juga hanya ingin melampiaskan!"


"Intinya gue gak setuju kalau lo jadian sama si Nata." lanjut Anggara berpesan.


......................


Lian pun keluar ruangan, dan sangat tertakjub ketika melihat di sekitar Café sangat ramai pengunjung bahkan terlihat seperti di sebuah mall, orang-orang berlalu lalang, menikamati makana, bahkan ada yang mencari kursi kosong.


" Huh tidak bisa aku pungkiri sekarang Café London no 1 di mana mana kayaknya." ucap Lian lalu diantara mereka ada yang memanggil dirinya untuk menuliskan menu menu yang di pesan, bahkan ada hal yang tidak terduaga jika diantara mereka mencari dirinya ingin menanyakan kedekatannya dengan Nata.


" Ba Lian beneran dekat dengan Putra Cahya Winata?"


Lian pun hanya tersenyum sambil pergi ke dapur. "Pesanan nya di tunggu duku ya."


"Lian aku fans mu ... Aku dukung kamu dengan Putra." terdengar suara dari keramaian orang-orang. Lian pun hanya menggeleng kan kepalanya.


Ting bunyi notif pesan dari ponsel Lian.


Nata : Li jadi kan kita bertemu di tempat biasa?


Lian : sorry hari ini gak bisa.


Nata ingat dengan pesan terakhir dari Liana bahwa tidak ada yang ingin dengan pria arogan, maka Nata harus mengatur sikap dan emosinya agar Lian mau dengan dirinya untuk bertemu.


Nata : Ayo lah, ya terserah kamu deh diaman yang penting kita bisa ketemu ini demi tante lo dan juga Liana, gue berharap lo bisa ....


Nata meminta untuk bertemu dengan Lian di sebuah tempat, namun sayang Lian yang saat itu sedang sibuk pun  harus menolak ajakan Nata, dan Nata kembali sadar bahwa dirinya tidak boleh putus asa dan harus mengerti posisi seseorang, akhirnya Nata memutuskan untuk meminta pertimbangan agar Lian mau bertemu.


...----------------...


...Taman Angsa Cinta...


Tempat yang dipilih Lian ternyata menyimpan banyak kenangan Nata dengan Liana, dan itu menggagalkan semua rencana Nata untuk pendekatan dengan Lian, yang dimana dia menjadi selalu salah memanggil Lian dengan panggilan Liana hal itu pun membuat Lian merasa cemburu dan dia semakin percaya bahwa Nata bisa jadi menyukai Lian hanya karena satu alasan.

__ADS_1


Sudut Pandang Nata, gue sangat kaget ketika Lian membawa gue ke tempat yang memuat kenangan bersama Liana, di setiap sudut tempat hanya bayang bayang Liana dan sekarang Lian duduk tepat ditempat biasa Liana duduk.


Senyuman Lian sangat indah, namun seketika sosok Lian berubah menjadi Liana sehingga membuat gue gagal fokus. "Liana?"


"Liana?" ujar Lian.


Haduh, Nat lo gimana sih kenapa pake panggil Lian jadi Liana tuh kan lihat Lian wajahnya muali cemberut, jangan sampai Lian kesal gara-gara aku salah panggil. "Maksudnya gue tempat ini merupakan salah satu tempat yang sering gue kunjungi dengan Liana, gitu Li ... dan gue harap lo ngerti." gue pun menjelaskan dengan jujur.


Kini Lian pun terdiam, dirinya hanya menganggukan kepala seraya mengerti. Gue gak bisa hanya diam-diam seperti ini sudah seperti musuh.


"Aku bisa paham, dan aku yang tidak tahu jika tempat ini menyimpan sejuta kenangan." Lian sambil tersenyum.


Ketika gue mendapatkan respon itu gue merasa khawatir jika nanati dia akan menjauh hanya untuk memberi gue waktu agar bisa move on, dan jika itu terjadi maka laki-laki bernama Gala memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan hati Lian.


"Tidak, itu tidak akan terjadi." ujar Nata secara lefleks mengungkapkan dengan wajah kesal.


"Hah? Kamu kenapa, sepertinya kamu memikirkan sesuatu hal?"


"Enggak ada apa-apa kok."


"Oiya Liana kita ke sebelah sana yuk!" lanjut gue mencoba mengalihkan pembicaraan tadi, namun lagi-lagi gue mengucapkan hal yang sama dan kali ini mungkin membuat Lian muak hingga dirinya memilih untuk mengangkat panggilan dari Gala.


"Iya Ga, aku udah di tempat."


"iya ... di taman bunganya ya, deket air mancur, aku duduk di kursi."


Sungguh gue merasa heran dan bingung apa yang di katakan oleh Lian bahwa dirinya sudah berada di tempat? Apakah Lian mengundang Gala, jika ya benar tapi untuk apa Lian mengajak Gala. Setelah Lian selesai berbicara dengan Gala gue pun bertanya, " Lo ngundang Gala ke mari?."


Lian pun dengan ekspresi terkejut "Oiya aku lupa ngasih kabar, Aku ...." sebelum Lian menjawab tiba-tiba saja terdengar suara laki laki yang memanggil "Lian" dan dugaan ini tepat sekali laki-laki itu memang Gala.


"Hey, lo?" ucap Gala memandang gue penuh tanda tanya.


"Lo Putra Cahya Winata, ngapain lo ada di sini?" lanjut Gala dengan wajah tidak suka.


"Oh Ga, tadi pak Nata ini lagi keliling-keliling dan ketemu deh sama aku."


"Pak Nata ini lagi kangen sama almarhum ba Liana, ya kan pak?" ujar Lian sambil menatap Nata tajam.


Gue hanya menganggukan kepala, dan terpaksa harus pergi meninggalkan Lian dan Gala yang ternyata mereka sedang berkencan, enatah mereka berkencan karena sudah berstatus pacar atau sebaliknya, namun hari ini menjadikan gue sangat tidak mood melakukan apa pun. Didalam pikiran ini hanya ingin mematai mereka dan menggagalkan kencan mereka berdua.


'Ting' satu pesan masuk dari Della, enatah dari mana dirinya bisa tahu bahwa gue sekarang sedang ada di taman angsa cinta. Hal yang harus gue selidiki! Ini menyimpan ke curigaan, gue pun segera mengirimkan pesan ini kepada Lian.


......................


Sudut pandang campuran.


Message, Nata mengirimkan secrin shoot chat dengan Della.


Della : Putra kita ketemu ya, aku juga sedang di taman yang sama.


Tak lama Della pun menemui mereka, Gala dengan Liana dan Nata dengan Della mereka sekarang sedang melakukan double date. Hal yang tidak terduga, kini Nata dan Lian akhirnya bisa melakukan pendekatan juga bisa memantau Della juga Gala, ternyata tidak sulit bagi Nata dan Lian mendapatkan petunjuk baru.


Gala terlihat sangat akrab dengan Della bahkan tiba-tiba saja Gala keceplosan bertanya mengenai Abian, hal itu membuat mereka terlihat mati kutu dan disaat itulah Lian muali bertanya-tanya tentang kedekatan Gala dengan Abian juga Della hingga memojokkan mereka berdua yang akhirnya Della pergi untuk berpamitan, begitu dengan Gala yang tiba-tiba saja wajah nya pucat dia juga beralasan ada urusan dengan chap Dion.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba betapa bahagianya Nata bisa kembali berdua dengan Lian. Mereka menghabiskan waktu dengan menjelajah semua permainan yang ada di taman itu, muali dari foto bersama, menikmati ice cream, hingga bermain kincir angin.


"Liana." ujar Nata yang tiba-tiba saja memanggil Lian dengan sebutan Liana kembali.


"Lian maksudnya" lanjut Nata sambil meraih ke dua tangan Lian dengan menatap penuh kelembutan.


"Nata, tidak perduli kamu anggap aku siapa yang penting hari ini kamu bahagia." jawaban dari Lian sangat menyentuh hatinya, betapa dirinya sangat bahagia karena Lian sangat mengerti dan mementingkan dirinya, yang menandakan bahwa Lian sangat peduli.


Nata pun tersenyum," gue sangat berterima kasih lo selalu membuat gue bahagia Li. "


"nove, Nata ... Kebahagian itu sangat sederhana, kamu bisa bahagia saat kamu bersyukur di setiap keadaan."

__ADS_1


"Ya Lian."


__ADS_2