Cinta Karena Satu Alasan

Cinta Karena Satu Alasan
Hubungannya Kembali Dibahas


__ADS_3

"Serumit apa pun masalah tetap harus di selesaikan, ok! Lian kamu wanita tanguh." ucap menyemangati dirinya yang malam ini sedang memandang langit kelabu di bayangan jendela kamar.


Melihat langit membuat matanya berbinar-biar, tak lama bibir tersimpul dengan manis membuat suasana kelabu menjadi lebih berwarna. Lian berpikir baik, dia terus berusaha berprasangka baik kepada semesta. Memang masalah bisa membuat rasa sedih, putus asa bahkan terpuruk! Karena menghadapi masalah itu bukan perkara yang mudah. Apalagi kini dirinya merasa sendiri, bukan tidak ada bahu untuk bersandar melainkan belum ada seseorang yang bisa di jadikan tempat curahan hatinya.


Anggara yang biasanya menjadi tempat curhat, bahkan seseorang yang selalu membantu dirinya mengungkapkan berbagi permasalahan kini tak lagi ada. Sahabatnya kini membenci dirinya bahkan kebencian Anggara adalah masalh baru yang hadir kepada Lian, dirinya mendapatkan masalah yang terlibat dari orang-orang terdekat hingga Lian tidak tahu lagi harus kepada siapa mengadukan semua ini!


"Semesta!" ucap Lian berbicara di dalam hati. Ya! Kepada siapa lagi dirinya harus mengadu, hanya kepada-Nya tempat untuk bersujud dengan menyerahkan semua kepada sang pencipta dirinya akan mendapatkan kekuatan untuk menyelesaikan persoalan yang ada. "Tidak perlu khawatir merasa putus asa dalam menghadapi masalah , ingatlah ini adalah hal wajar yang bisa di upayakan menjadi lebih baik. " lanjut Lian sambil mengepalkan tangan nya tanda semangat! Dan ketegaran.


Ting


Message.


Nata : Gue sudah menunggu lo di depan rumah.


Malam ini Nata mengajak Lian untuk jalan bersama, hal ini dilakukan nya sebagai bentuk keyakinan cintanya kepada Lian.


Tuk Tuk Tuk! (Suara ketukan pintu)


"Nata bahkan tidak sabar ingin bertemu. " Pikir Lian yang mendengar suara pintu rumah. Dirinya pun segera turun sebelum akhirnya tante Sani terbangun, Lian tidak ingin mengganggu tidur mereka.


Lian berlari menuju pintu. "Hai sayang." Lian menyapa dengan senyuman hangat, dirinya tahu bahwa di balik kebohongan Nata menyimpan kekhawatiran tentang dirinya, tentang cinta mereka! Itu pasti. Pikir Lian sambil memandang wajah kekasihnya membalas senyumnya.


"Kamu memiliki banyak masalah dalam hidup mu, namun bibir mu selalu tersenyum. " Ujar Lian kepada Nata, ketika Nata mendengar pernyataan itu membuat napasnya terhenti sejenak seakan-akan tak mau hidup.

__ADS_1


Hidup ini akan menyakitkan bagi gue jika harus menyakiti dirimu lebih banyak, tapi apa yang harus gue lakukan ketika ternyata lo juga mencoba mengungkapkan masalah yang ingin gue rahasiakan, agar lo tidak kecewa. Tapi bagaimana caranya? Apa gue harus terus berbohong... tapi sampai kapan gue jadi pengecut (pikir Nata).


Diam nya Nata membuat Lian semakin penasaran, pikir Lian tentang kekasihnya yang pasti sedang memikirkan sesuatu. "Apa ada yang mengganggu pikiran mu? "


"Hah~ (menyeringai) tidak, tidak ada apa-apa kok. " Jawab Nata berbohong.


"Rasanya ada yang kamu sembunyikan Nat, itu jelas sekali tatapan dan tubuh mu mengisyaratkan kamu sedang berbohong! Kenapa tidak kamu ceritakan saja tentang hasil otopsi itu. " Ucap didalam hati Lian, dirinya sangat yakin tentang maslah Nata ada di balik dugaan nya.


"Ya sudah mending kita jalan. " Nata mengajak Lian masuk ke dalam mobil.


......................


Restaurant Delicio. Pukul 20.31 Lian sampai di sebuah tempat yang sudah di dekorasi dengan cantik, susana itu begitu romantis apa lagi ketika musik muali berirama. "Nata, aku tidak percaya bahwa kamu menyiapkan semua ini? Apakah ini ketulusannya?" pikir Lian. Bahwa Nata kini sudah menerima cinta nya, dan ingin berkomitmen.


Lian mengangguk dan tersenyum, dirinya menyukai tempat yang sudah di siapkan oleh Nata. " Gue ingin kita segera bertunangan. " Nata meraih kedua tangan Lian di atas meja, dengan tatapan penuh keyakinan dirinya ingin melangsungkan pertunangan.


Disana Nata menjelaskan bahwasanya tiga bulan lagi adalah bulan yang tepat untuk melangsungkan pertunangan mereka, seperti yang di harapan kan Nonya kepada tuan muda. Semasa hidupnya nyonya sangat berharap jika nanati anak nya akan bertunangan di bulan Maret tahun 2023, itu salah satu keinginan nyonya. Selain itu proyek besar nya juga sudah terealisasikan, dengan begitu Nata tidak sibuk mengurus pekerjaan nya.


"Setelah itu kita pergi ke luar Negeri untuk melihat perkembangan usaha kita, dan rumah kita disana." Nata menjelaskan seakan-akan Lian sudah menyetujui nya.


Namun dibalik semua itu Lian masih memiliki keraguan, "Apakah Nata bisa mengambil sebuah keputusan besar lain... aku harap dia bisa memilih,terasa rumit sekali hubungan ini jika aku pikir lagi."


"Bagaimana jika tante Sani tidak merestui hubungan ku, tante selalu berpesan kepadaku tentang laki-laki yang harus menikah denganku. " Lanjut Lian dengan pikiran nya yang teringat akan pesan.

__ADS_1


"Sayang?" Pangil Nata.


Lian menatap dan kembali tersenyum, dirinya sangat bingung harus menjelaskan nya dari mana. "Lo kenapa?" lanjut Nata bertanya.


Lian pun menjelaskan dengan penuh kehati-hatian. Kini mereka telah satu pemikiran, bagi Nata ini bukan lah keputusan yang mudah tapi menjadikan Lian sebagai teman hidupnya bukan hanya impian nyonya. Begitu jika Lian yang harus mengambil keputusan untuk mengikuti langkah nya pasti tidak lah mudah karena ini menyangkut hidup dan mati.


Tiba-tiba mereka berdua dilema, "Nat, apa yang harus kita lakukan agar kamu dan aku bisa bersatu seperti keinginan kita? " Lian menghela napas panjang. Pikir Lian bisakah kekasihnya ikut dengan dirinya?


"Ini bukan perkara mudah, tapi gue dan lo punya banyaka waktu untuk memutuskan semuanya! Demi cinta ini dan impian nyonya gue akan berusaha meyakinkan dan meneguhkan pilihan gue. "


"Gue akan mengikuti lo.... " lanjut Nata, akhirnya memilih.


Setelah penjelasan itu Lian lebih tenang. "Baik lah Nat, kita jalankan semuanya harapan besar ku kita bisa memilih keputusan yang tepat. "


Nata mencium kening Lian, dan tak lama dirinya mengelus kepala Lian sambil tersenyum. "Ok sayang, sekarang kita makan dulunya... lihat bukan kah ini menggoda selera makan lo?"


Mereka sedikit tertawa. "Ya betul sekali ini sangat menggugah, tapi bagaimana bisa ada makanan ini di sini? "


"Bisa lah, itu tak perlu di tanya! A'a. " Nata mencoba menyuapi Lian, sikap Nata sangat lah romantis. Begitu dengan keseriusan ini Lian bisa melihat ketulusan dari hati Nata.


"Cinta Nata sudah nyata, walaupun ada alasan di balik hubungan kita sebelumnya. " Pikir Lian, sambil menikmati malam yang penuh dengan warna. Malam itu membuat mereka lupa tentang masalah yang sedang menyelimuti hidup mereka.


Sesekali mereka tertawa sambil menikmati semuanya, rasanya sangat puas! tidak ada lagi keraguan diantara hati mereka ... Lian sepertinya sudah menerima apa pun kekurangan Nata, dan begitu sebaliknya Nata sudah bisa mengantikan siapa yang layak menempati posisi hatinya.

__ADS_1


"Dunia ini terasa miliki kita berdua." Ucap Nata begitu manis di dengar oleh Lian. Bisa-bisanya laki-laki seperti Nata mengucapkan kata-kata itu, sebenarnya dia benar-benar romantis, peduli, pengertian ... Ya! Nata sudah berubah.


__ADS_2